Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 58. Tidak Bisa Menghindar


__ADS_3

Alvian terlihat sangat gembira karena Almaira mau menuruti kemauannya, tidak bisa di pungkiri lagi Alvian sangat menginginkan yang lebih dari sekedar cium pipi, tapi Alvian mengurungkan niatnya setelah melihat wajah istrinya yang kelihatan nya masih belum terbiasa terhadap dirinya.


"Sekarang Mas pergi dulu ya Sayang?" Alvian mengecup kening Almaira begitu pula Almaira mencuim tangan suaminya.


"Nanti Mas jemput kamu!, tunggu Mas ya?"


Almaira hanya menganggukkan kepala nya saja sembari tersenyum lembut kepada suaminya.


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikumsalam...hati-hati di jalan ya Mas!!"


"Oke Sayang" jawab Alvian sembari berjalan meninggalkan Almaira.


"Mas tunggu!!"


"Iya ada apa Sayang?"


"Maira antar Mas ke halaman depan rumah sakit ya?" pinta Almaira.


Alvian hanya tersenyum kepada Almaira, dan perlahan Almaira berjalan menghampiri suaminya untuk mengantarkan nya hanya sampai halaman rumah sakit saja.

__ADS_1


Hingga mereka berdua pun sampai di halaman rumah sakit dan Alvian pun langsung masuk ke dalam mobil nya. Almaira hanya tersenyum melihat mobil suaminya yang perlahan melaju menyusuri jalan.


"Maira laki-laki tadi itu siapa?" tanya Linda yang berhasil membuat kaget Almaira.


"Astaghfirullah, Linda kamu ngagetin aku saja" ucap Almaira kaget, melihat Linda sudah berada di belakang dirinya.


"Maaf Maira, soalnya aku lihat kamu kayaknya dekat banget dengan laki-laki tadi?" tanya Linda tanpa ragu.


Almaira hanya terdiam sulit untuk menjelaskan nya kepada Linda soal hubungan nya dengan Alvian.


"Maira kok diam sih, siapa laki-laki tadi?" desak Linda menginginkan jawaban dari pertanyaan nya.


"Yah kok gitu sih? tapi janji ya Maira kamu akan menceritakan semuanya kepada ku?"


"Iya! enggak janji tapi ya??"


"Oke deh terserah kamu saja Maira aku ngikut apa katamu saja"


"Nah gitu dong" setidaknya Almaira merasa tenang, bukannya Almaira menyembunyikan statusnya yang sekarang tapi Almaira hanya perlu waktu untuk mengatakan nya kepada Linda sahabatnya.


"Almaira, Linda? kenapa kalian berada di sini??" tiba-tiba saja Aditya datang dari arah belakang menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


"Loh Almaira kemana perginya suami mu itu?" tanya Aditya kembali, karena tidak melihat keberadaan Alvian di samping Almaira lagi.


Linda terlihat binggung "Suami? suami siapa maksud Kak Aditya??" tanya Linda dengan wajah yang serius.


"Suami Almaira lah, tadi dia kemari"


Kening Linda berkerut menampakkan ketidak percayaan nya dengan semua ucapan Aditya barusan "Hah Almaira sudah punya suami??"


"Linda kepada kamu kayak enggak tahu aja Almaira sudah menikah!" ujar Aditya, dan sebenarnya hatinya juga sakit mengatakan itu semua.


"Serius ini gue enggak tahu kalau Maira sudah menikah?"


"Masa kamu teman dekatnya Almaira tidak mengetahui bahwa sahabat nya sendiri sudah menikah??" tanya Aditya heran.


"Apa benar Maira kamu sudah menikah??" tanya Linda kepada Almaira.


Deg,,,Almaira temenung mendapatkan pertanyaan yang sebenarnya ingin ia ceritakan di waktu yang tepat kepada sahabatnya itu. Rasanya Almaira tidak bisa menghindar lagi kali ini dari Linda, karena semuanya telah di ungkapkan oleh Aditya.


Dan Aditya juga merasa bersalah melihat Almaira, wanita yang di cintai nya itu nampak tidak bahagia dengan pernikahannya.


"Maira apa benar yang di ucapkan Kak Aditya itu? kamu beneran sudah menikah??" tanya Linda kembali, karena belum mendapatkan respon dari Almaira.

__ADS_1


__ADS_2