Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 50. Mencium Bau Parfum Wanita


__ADS_3

Di tengah kesibukan Almaira, tiba-tiba ponsel Almaira bergetar menandakan ada seseorang yang menelpon dirinya.


Almaira langsung menjawab telepon tersebut, setelah melihat nama yang tertera di sana.


"Assalamu'alaikum, Mas." Almaira memulai sambungan telponnya.


"Wa'alaikumsalam, sayang."


"Iya, ada apa Mas?"


"Sayang, maaf sore ini Mas tidak bisa jemput kamu, pekerjaan Mas sangat banyak sehingga Mas tidak bisa menjemputmu sore ini," ujar Alvian langsung pada intinya.


"Tidak papa Mas, nanti pulangnya Maira bisa naik taksi. Mas selesaikan saja pekerjaan Mas itu, nanti Maira tunggu kepulangan Mas di rumah ya," balas Almaira.


"Terima kasih sayang, nanti pulangnya kamu harus hati-hati ya, sayang."


"Iya Mas, insya Allah Maira bisa jaga diri Maira dengan baik."


"Maaf ya sayang, Mas ganggu waktu kamu di sana."


"Enggak ganggu kok Mas, sebentar lagi juga akan masuk jam istirahat."


"Kalau begitu, Mas tutup saja ya. Jangan lupa makan ya sayang." Alvian memberikan pesan kepada istrinya.


"Iya Mas, Mas juga jangan lupa makan."

__ADS_1


"Oke sayang. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam Warahmatullaahi wabarokatuh."


Akhirnya panggilan pun telah terputus. Almaira kembali fokus kepada pekerjaannya untuk kembali memeriksa pasien yang lainnya.


Tidak terasa waktu sudah mulai larut, dan untungnya Almaira mendapatkan taksi untuk bisa pulang ke rumah.


Almaira nampak terdiam di atas tempat tidur, menunggu suaminya yang kunjung belum pulang ke rumah. Rasanya sepi tidak ada Alvian pada malam hari seperti ini, tidak biasanya Alvian lembur.


Makanan telah tersaji di atas meja, Almaira telah menyiapkannya. Namun sayang, Almaira belum memakannya, memilih menunggu suaminya barulah dia akan makan.


Suara ketukan pintu yang terdengar, membuat Almaira yang sebelumnya di atas tempat tidur langsung membuka pintu kamarnya.


Akhirnya wajah yang di tunggu-tunggu pun telah kembali pulang.


"Wa'alaikumsalam, Mas ayo masuk." Almaira nampak bingung kepada suaminya yang terlihat berbeda.


Setelah Alvian masuk, Almaira langsung menutup rapat pintu kamarnya, dan tiba-tiba Alvian langsung memeluk erat tubuh Almaira.


"Mas ...," pekik Almaira yang sudah kelihatan nampak heran.


"Jangan bergerak! Mas kangen kepadamu, sayang."


Almaira hanya diam sembari membalas pelukan dari suaminya. Namun, di saat Almaira berada dalam dekapan Alvian, Almaira mencium bau parfum wanita yang amat menyengat.

__ADS_1


"Bau parfum wanita siapa ini? Tidak mungkin Mas Alvian mendekati wanita lain, kan? Semoga saja dugaanku ini tidak benar." batin' Almaira berucap.


"Mas, kamu mau makan dulu atau apa dulu?" tanya Almaira kemudian.


"Mas lelah sayang, Mas ingin segera tidur," jawab Alvian yang masih memeluk tubuh istrinya.


"Ya udah, Mas mandi dulu sana."


Alvian langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Almaira, dengan dibantu oleh Almaira untuk membuka jas yang di kenakannya.


Setelah memastikan Alvian masuk ke dalam kamar mandi, Almaira kembali mencium jas milik suaminya dan ternyata benar, itu memang wangi parfum seorang wanita.


"Ya Allah, tolong lindungilah rumah tangga kami, dan janganlah engkau berikan ujian yang berat kepada hambamu ini." Almaira nampak berdoa, meminta perlindungan untuk rumah tangganya yang mulai membaik ini.


Tidak ingin membuat suaminya curiga, langsung saja Almaira menyimpan jas Alvian kepada tempat pakaian yang kotor. Dan Almaira segera menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Tidak lama dari itu, Alvian sudah kembali keluar dari kamar mandi, dan bersiap untuk segera tidur.


"Maira, Mas sudah ngantuk, tidur yuk," ajak Alvian.


Almaira menganggukkan kepalanya, sembari berjalan mendekati tempat tidur, dan membaringkan tubuhnya di samping Alvian.


Alvian yang terlanjur ngantuk segera mendekap tubuh Almaira, merasakan kehangatan yang membuatnya bisa tertidur dengan nyaman.


Almaira tidak menolaknya, memang sudah menjadi kebiasaan Alvian setiap hendak tidur pasti selalu memeluknya.

__ADS_1


Tanpa ingat dengan rasa laparnya, Almaira mengikuti suaminya tertidur meski perutnya sudah sangat lapar.


__ADS_2