
Alvian tersenyum menatap wajah Almaira, mereka berdua saling terdiam sesaat dengan saling menatap. Namun, Almaira langsung menundukkan kepalanya kembali.
"Mas Almaira boleh pulang sekarang?" ucap Almaira.
"Nanti, tunggu sebentar lagi," jawab Alvian sembari menggenggam tangan Almaira.
Sesaat Almaira terdiam menatap suaminya, dengan perlahan beranjak dari duduknya dan hendak berjalan. Namun, dengan sigap Alvian langsung menarik tangan Almaira dengan cepat, sehingga membuatnya terduduk dipangkuan suaminya.
Almaira yang kaget tanpa sadar tertunduk di pangkuan suaminya. "Mas, apa yang Mas lakukan?" tanya Almaira yang gelisah melihat dirinya terduduk dipangkuan suaminya sendiri.
Alvian malah tersenyum melihat reaksi Almaira di situasi seperti ini, dengan dirinya yang mendudukan Almaira di atas pangkuannya.
"Mas hanya menghalangimu untuk pergi ke rumah sekarang, karena Mas belum mengijinkannya."
Almaira menahan tawanya mendengar penuturan suaminya. "Mas, apa yang Mas pikirkan. Almaira hanya ingin pergi sebentar ke kamar mandi," ujar Almaira sambil menutup mulutnya guna menahan tawa yang masih belum berhenti.
__ADS_1
Alvian terlihat terdiam menahan rasa malunya, karena telah salah paham kenapa Almaira. Namun, melihat tawa Almaira membuat Alvian tersenyum kembali, karena tidak biasanya Almaira tertawa seperti itu.
Sesaat Almaira kembali tersadar karena merasa suaminya sedang terus memandangi dirinya, ia terlihat kembali terdiam dengan gelisah di atas pangkuan suaminya.
"Kenapa berhenti, hem?" Alvian terlihat mengangkat wajah Almaira yang tengah gelisah. "Mas ingin kembali mendengar tawamu."
Dengan tatapan penuh damba yang Alvian pancarkan dari kedua mata indahnya, membuat Almaira merasa tidak nyaman terus berdekatan dengan suaminya. Dengan begitu, Almaira mencari cara untuk lepas dari pangkuan suaminya.
"Almaira ingin pergi ke kamar mandi dulu ya, Mas." Almaira berusaha melepaskan dirinya dari pangkuan suaminya, sedangkan Alvian malah memeluk tubuh Almaira masuk ke dalam dada bidangnya.
"Mas tahu kamu mencari Alasan untuk menghindari Mas, kan?"
Almaira mendongakkan kepalanya ke atas dengan menatap wajah tampan suaminya. "Enggak Mas, Almaira hanya ingin pergi ke kamar mandi sebentar, karena tadi Mas kan tidak membiarkan Almaira pergi. Jadi, sekarang Almaira boleh pergi sebentar, yah."
Melihat tidak ada kebohongan yang dilihatnya dari Almaira, dengan begitu Alvian lansung melepaskan istrinya dari dekapannya."Ya sudah, kamu pergi dulu sana, tapi ingat, jangan lama-lama!" Alvian tersenyum menatap Almaira.
__ADS_1
"Oke Mas." Almaira beranjak dari pangkuan suaminya dengan berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang terdapat di ruangan suaminya.
Alvian menatap kepergian istrinya sambil tersenyum. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar pintu ruangannya.
"Masuk!" Alvian memerintahkannya masuk karena istrinya sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Reza masuk ke dalam ruangan Alvian dengan membawa sebuah map di tangannya. Yang pertama Reza lihat itu bukannya Alvian, dia malah melihat sekeliling ruangan Alvian, sedangkan Alvian yang keheranan dengan sikap asistennya itu langsung menegurnya.
"Reza kamu lagi cari apa?" Reza yang kaget langsung menghampiri bosnya.
"Enggak cari apa-apa kok Bos, aku hanya mau memastikan keadaannya aman atau tidak."
"Apanya yang aman?" tanya Alvian dengan wajah datarnya.
"Tadi istri Bos kemari, takutnya saya mengganggu kemesraan Bos," ucap Reza dengan tertawa.
__ADS_1
Mata Alvian melotot mendengarkan ucapan asistennya itu. "Sialan kamu Reza!"
"Oke, ampun deh Bos. Ini saya bawa berkas kerjasama kita dengan klien yang kemarin." Reza menyangkal ucapannya.