
Di sepertiga malam, Linda terbangun dari tidurnya sehingga memutuskan untuk melakukan salat istikharah dan meminta petunjuk atas semua kegudahannya yang sangat menggangu pikirannya.
Dalam doanya, Linda tidak menyebutkan nama Aditya, tapi meminta yang terbaik untuknya saja. Dengan begitu, Linda tidak sama sekali menginginkan hal yang lebih dari itu.
"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, mudahkanlah jalanku untuk memutuskan semuanya. Aku tidak akan meminta yang lebih, tapi aku hanya ingin meminta yang terbaik untukku. Maka dari itu, aku meminta pertolonganmu agar aku bisa dimudahkan dalam hal ini."
Linda berdoa dengan begitu khusuk dan ia yakin setelah ini, semuanya akan segera dipermudah dan tidak akan disulitkan lagi.
Setelah selesai melaksanakan salat istikharah, Linda kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari memikirkan keputusan untuk Aditya. Namun, belum sempat sepuluh menit, Linda sudah masuk ke dalam alam mimpinya dan tidak lagi memikirkan hal apa pun lagi.
Di saat Linda berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah, lewat salat istikharah. Rasanya itu seperti tenang dan tidak ada beban lagi, Linda merasa lebih damai dan tidak lagi takut ataupun risau dengan lamaran dari Aditya walaupun ia belum siap dan belum memutuskan jawabannya.
***
Pagi harinya Linda kembali beraktivitas seperti biasanya yang di mana biasanya, ia selalu pergi ke Rumah Sakit Surya Jaya untuk menjalankan tugasnya menjadi seorang dokter.
Walaupun demikian, Linda akan selalu bertemu dengan Aditya karena berada di tempat yang sama. Namun, Linda berusaha untuk tetap tenang dan tidak merubah sikapnya kepada Aditya. Terlebih lagi, Linda tidak mudah untuk berinteraksi dengan banyak laki-laki karena, ia sudah tahu batasan dan larangan dalam Islam sehingga Linda tidak selalu berkumpul dengan banyak orang.
Seperti yang Almaira katakan kepadanya sewaktu kuliah, Almaira pernah mengatakan kepada Linda begini 'boleh-boleh saja kita beradaptasi dengan orang banyak, tapi sebagai seorang muslimah yang taat, kita harus bisa membedakan antara kumpulan orang-orang yang membawa berkah dan kumpulan orang-orang yang tidak membawa manfaat. Setidaknya, kita bisa menahan diri untuk tidak saling bertemu dengan laki-laki yang bukan mahramnya, meskipun menggunakan pakaian yang tertutup. Namun, kedatangan kita saja sudah dapat membawa fitnah. Maka dari itu, janganlah sesekali menampakkan diri dari banyaknya laki-laki yang bukan mahramnya' begitulah yang dikatakan oleh Almaira.
Oleh karena itu, Linda sangat membatasi dirinya dari banyaknya orang. Dan berusaha untuk bisa menjadi seorang muslimah yang taat, meskipun ilmunya masih sedikit. Namun, Linda sadar bahwa yang dikatakan Almaira itu sangatlah berarti baginya walaupun baru sekarang ia bisa hijrah ke jalan yang lebih baik lagi.
Pada saat Linda ingin memasuki pintu utama Rumah Sakit Surya Jaya, tanpa di sadari olehnya, Aditya juga baru sampai ke sana sehingga membuat Linda dan Aditya saling bertemu.
Keduanya hanya diam saja, tanpa adanya ucapan yang keluar dari keduanya. Padahal sebelumnya itu, Aditya akan selalu menyapa Linda. Namun, kali ini ia tidak melakukannya karena ada satu hal yang sangat membuatnya gugup walaupun belum mendapatkan jawaban dari Linda.
__ADS_1
Akan tetapi, seperkian detik kemudian. Aditya lebih dulu masuk ke dalam rumah sakit, dan Linda hanya menatap kepergiannya dengan perasaan yang tidak tahu kenapa.
Meskipun begitu, hanya diam saja yang menyaksikan keduanya. Akan tetapi, dari keduanya ada sebuah rasa yang sulit untuk diungkapkan. Namun, semua itu terhalang atas kecanggungan keduanya sehingga tidak ada yang mau mulai mengatakan apa pun itu.
Sebenarnya, ingin sekali Aditya menyapa Linda. Akan tetapi, sekarang situasinya berbeda. Dengan begitu, hanya keheningan yang terjadi.
Untuk itu, Linda juga tidak bisa bercerita kepada siapa pun lagi, sedangkan Almaira sudah beberapa hari tidak masuk karena kandungannya yang sudah mulai membesar. Dengan begitu, dia tidak lagi masuk bekerja dan untuk sementara waktu, Aditya yang menangani semua tugas Almaira.
Oleh karena itu, Linda tidak tahu lagi harus bercerita kepada siapa. Untuk itu, ia hanya bisa memutuskan sendiri atas semua yang terbaik untuknya. Setelah itu, Linda segera masuk ke dalam rumah sakit dan mengerjakan pekerjaan seperti biasanya, tanpa memikirkan apa pun lagi. Selagi dalam pekerjaannya, Linda tidak pernah melalaikan pasiennya dan lebih mementingkan pasien dan berusaha bersikap profesional dalam bekerja.
Meskipun begitu, keadaan Linda saat sedang dalam situasi yang sangat sulit. Akan tetapi, Linda tidak pernah merumitkannya karena yang terbaik akan Allah berikan luang jalan yang lancar, sedangkan yang tidak baik akan disulitkan dalam perjalanannya.
Dengan begitu, tidak perlu khawatir. Tenang saja dan yakinkan diri, jangan terlalu memikirkan suatu hal yang belum juga pasti terjadi.
"Dokter, tolong bantu istri saya. Dia sudah sangat kesakitan, dan tolong segera tangani istrinya saja," pinta suami dari wanita yang terlihat sudah sangat membutuhkan bantuannya.
"Baiklah," jawab Linda dan berbalik melihat kepada susternya. "Cepat bawa Ibu ini masuk ke dalam ruang tindakan! Saya akan segera membantu proses persalinannya sekarang juga!" seru Linda dengan tegas.
"Ta--tapi, Dok. Di dalam ada Ibu hamil juga yang sudah nunggu Dokter Linda dari tadi," ucap suster itu dengan sedikit ragu.
"Sudah, biarkan dulu. Untuk saat ini, saya akan segera menangani persalinan Ibu ini. Tolong minta sama Ibu itu untuk menunggu, dan jika terlalu lama. Bisa pulang dulu saja," balas Linda sembari membawa pasien yang akan segera melahirkan itu.
Dengan begitu, susternya segera menuruti perintah dari Linda. Kalau sudah begini, suster tidak bisa mengatakan apa pun lagi selain menurutinya.
Semua yang dilakukan Linda juga tidaklah salah, orang yang akan segera melahirkan harus ditangani lebih dulu walaupun pasien lain sudah ada yang lebih lama menunggu.
__ADS_1
Tidak perduli dengan tanggapan orang lain, yang pasti. Linda sudah berusaha untuk memilih yang terbaik karena jika dibiarkan, ibu itu akan tidak baik karena ketubannya juga sudah pecah. Maka dari itu, Linda segera mengambil tindakan.
"Dokter, sakit!" ujar ibu itu sembari merembes ujung baju tangan Linda, dan ia tidak marah sekali pun.
"Tolong tenang, Bu. Tarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan," ujar Linda dan ibu itu menurutinya.
"Yah, gitu. Tunggu sebentar lagi," ucap Linda dan kemudian beberapa detik dari itu, Linda berhasil membantu persalinan pasiennya.
"Alhamdulillah, bayinya selamat, sehat, dan ganteng," ucap Linda yang memberikan bayinya kepada ibunya, setelah dimandikan oleh suster.
Ibu itu tersenyum melihat anaknya yang baru saja lahir. Lantas, dia pun menggendongnya setelah Linda memberikannya kepada ibunya. Dengan begitu, kedua orang tua dari anak itu sangat gembira.
"Terima kasih, Dok. Dengan penanganan yang begitu cepat, alhamdulillah saya bisa melahirkan anak saya dengan selamat. Aku sangat bersyukur untuk itu, dan semoga saja Allah Subhanahu Wata'ala membalas kebaikan Dokter dengan sesuatu yang lebih besar lagi. Dan semoga semua hal yang Dokter alami bisa dipermudah jalanya oleh Allah, hanya itu saja yang saya bisa katakan. Sebelumnya aku sangat berterima kasih," ucap ibu itu dengan terharu.
"Saya juga sungguh berterima kasih kepada Dokter, karena sudah mau mendahulukan istri saya walaupun sudah banyak pasien yang menunggu cukup lama," ucap suami dari pasien.
"Iya, sama-sama, Bu, Pak. Tidak perlu begitu, saya juga tidak sedang mengutamakan yang utama dan mengedepankan yang terakhir, tapi saya yakin ini adalah jalan yang terbaik yang saya ambil. Untuk itu, saya juga berterima kasih kepada kalian yang sudah mendoakan saya," balas Linda sembari tersenyum lembut.
.
.
.
Maaf, terlambat lagi.
__ADS_1