
Setelah makan bersama, Nisa pun kembali ke dalam kamarnya. Dengan begitu, Fahmi juga mengikutinya karena ingin tahu kegiatan apa saja yang akan istrinya itu lakukan.
Sesampainya di kamarnya, Fahmi melihat istrinya yang baru saja mengambil air wudhu dan ingin melaksanakan salat ashar. Dengan begitu, Fahmi pun berinisiatif untuk melaksanakan salat berjamaah bersama dengan istrinya.
"Nis, tunggu sebentar. Aku akan segera kembali," ujar Fahmi yang secara tiba-tiba saja membuat Nisa terdiam.
Dengan secepat mungkin, Fahmi masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap-siap dengan pakaian yang sopan.
Beberapa menit kemudian, Fahmi keluar dari dalam kamar mandi dan segera menghampiri istrinya yang sudah siap.
"Ayo," ujar Fahmi dan mendapatkan anggukan kepala dari istrinya yang hanya tersenyum.
Diam-diam Nisa tersenyum melihat perubahan suaminya walaupun masih belum sepenuhnya, tapi ia berhasil membuatnya sedikit demi sedikit merubah kebiasaan buruk suaminya. Maka dari itu, Nisa tidak lagi memprotes suaminya karena kali ini Fahmi sudah melakukan suatu hal yang sangat bagus.
Fahmi dan Nisa sudah mulai terbiasa salat berjamaah, karena istrinya itu selalu mengingatkannya jika sudah masuk waktu untuk salat. Akan tetapi, kali ini Fahmi sendiri yang datang kepada istrinya tanpa disuruh oleh Nisa lagi. Awalnya, suaminya itu sangatlah susah kalau mau melaksanakan salat saja dan harus selalu diingatkan, tapi untuk kali ini Fahmi tidak lagi manja dan mau dengan sendirinya.
Lantas, setelah mereka selesai melaksanakan salat ashar bersama. Fahmi dengan penuh cinta mencium kening Nisa dan tidak seperti biasanya. Maka dari itu, Nisa bisa merasakan bahwa ketulusan yang suaminya berikan tidaklah main-main.
Dalam perjalanan cintanya, baru kali ini Fahmi merasakan ketenangan dan ketulusan yang sebenarnya. Dari dulu Fahmi tidak pernah merasakan ini, karena cintanya hanya kepada satu orang yang dimana itu menjadi sebuah ambisi baginya.
Maka dari itu, Fahmi tidak pernah memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang sehingga pada akhirnya, dirinya sendiri yang masuk ke dalam takdir cinta yang sudah diatur oleh Allah Subhanahu Wata'ala melalui Nisa yang menjadi istrinya.
Sekuat apa pun cinta itu, tetap akan kalah dengan sebuah hubungan yang sudah terjalin atas ridha Allah. Oleh karena itu, janganlah sesekali mengubah takdir. Mau bagaimanapun keadaannya, terimalah karena itu yang terbaik.
***
Di sebuah taman yang indah, terlihat seorang perempuan dengan wajah yang berseri terlihat sedang membaca sebuah buku. Namun, tiba-tiba saja seorang laki-laki dengan postur tubuh yang cukup tinggi datang menghampiri gadis itu.
"Assalamualaikum."
Linda pun menoleh kepada laki-laki itu, dan tatapan mereka berdua pun saling beradu. Namun, Linda kembali menundukkan pandangannya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Linda.
Merasa mendapatkan respon dari Linda, laki-laki itu kembali mencari cara untuk bisa berbicara dengannya. Laki-laki yang dimaksud itu, tidak lain ialah Dokter Aditya.
"Linda, bolehkah saya duduk di sampingmu?" tanya Aditya sembari melihat kepada Linda.
Pertanyaan itu membuat Linda melihat ke tempat duduk yang ada di sampingnya. Lantas, Linda pun melihat kepada sekelilingnya dan terlihat banyak orang yang sedang berkunjung ke taman itu. Dengan begitu, Linda mengijinkannya Aditya untuk duduk di sampingnya dengan satu pertanyaan.
__ADS_1
"Dengan alasan apa, Kakak mau duduk di sini?"
Aditya terdiam sebentar dan segera menjawabnya. "A--aku mau berbicara denganmu."
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama," ucap Linda mengijinkannya.
"Terima kasih," jawab Aditya yang kemudian duduk di samping Linda.
Aditya juga tahu ajaran agama islam yang sudah melarang untuk tidak berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, tetapi ia juga melihat sekelilingnya yang ramai sehingga tidak disebutkan berduaan walaupun sedikit kemungkinan orang yang melihatnya.
"Katakanlah apa yang ingin Kakak katakan," ucap Linda dengan tiba-tiba.
"Nanti malam, aku ingin mengunjungi rumahmu."
"Mau apa Kakak datang ke rumahku?" tanya Linda kembali karena merasa heran dengan perkataan yang Aditya lontarkan.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan, nanti kamu juga akan tahu. Jadi, bolehkah aku mengunjungi rumahmu?" tanya Aditya dengan serius.
Linda terdiam, tanpa merasa ada yang berbeda. Dia pun memutuskan untuk memperbolehkan Aditya datang ke rumahnya. "Boleh."
"Alhamdulillah, kalau begitu terima kasih."
"Iya, hanya itu."
"Kalau sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, lebih baik aku pergi."
"Mau kemana, Lin?"
"Pulang," jawab Linda singkat.
"Mau aku antarkan?"
"Terima kadih atas tawarannya, Kak. Aku bawa mobil sendiri," jawab Linda yang tidak sedikit pun menyakiti hati Aditya
"Oh, kalau begitu hati-hati di jalannya," ucap Aditya sehingga mendapatkan anggukan kepada dari Linda.
"Iya, Kak. Aku pulang lebih dulu, Assalamualaikum," ucap Linda sembari beranjak dari tempat duduknya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Aditya dan ia juga akan segera pergi dari taman itu.
__ADS_1
Setelah Linda sudah tidak terlihat dari oleh Aditya, dia pun segera meninggalkan taman itu karena ia juga perlu menyiapkan diri untuk nanti malam.
Namun, sebelum itu Aditya diam-diam ttersenyum. Terlihat seperti seseorang yang baru saja mendapatkan sebuah kegembiraan. Apalagi setelah Linda memperbolehkannya untuk berkunjung kerumahnya, dari situlah Aditya merasa bahagia.
***
Malam malam harinya, Aditya sudah siap dengan menggunakan pakaian yang rapih dan membawa kedua orang tuanya untuk berkunjung ke rumah Linda.
"Aditya, kamu sudah siap?" tanya Ayah Dirga yang merupakan ayahnya sendiri.
"Insya Allah, Yah. Ayah do'akan Aditya semoga kali ini berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala sekali pun," kata Aditya meminta dukungan dan doa dari kedua orangtuanya.
"Pasti Ayah doakan, Ayah mau yang terbaik bagi kamu," balas Ayah Dirga dengan tersenyum senang.
Setelah itu, Aditya dan kedua orangtuanya pun segera pergi ke rumah Linda. Untuk itu, Aditya terlihat sangat gugup. Namun, ia berusaha melawan kegugupannya itu dan menyiapkan mentalnya untuk nanti.
Dalam jangka waktu satu jam, Aditya bersama kedua orangtuanya sudah sampai di depan rumah Linda yang terlihat begitu sunyi. Namun, di dalamnya ramai karena keluarga Linda sedang berbincang riang.
Dengan hati yang sudah mapan, Aditya berjalan masuk ke dalam kawasan rumah Linda dan mengetuk pintunya dengan was-was.
"Assalamualaikum," ucap Aditya yang kemudian seseorang keluar dari balik pintu.
"Wa'alaikumsalam warahmatullaahi wabarokatuh," jawab ibu dari Linda sembari tersenyum.
"Silakan masuk," ucap Ibu Citra—ibu dari Linda menyambut ramah kedatangan Aditya dan kedua orangtuanya ke rumah Linda.
"Terima kasih, Bu."
Setelah mendapatkan perijinan dari Ibu Citra, lantas Aditya dan orangtuanya segera masuk ke dalam rumah Linda. Akan tetapi, di saat itu pula keluarga Linda sedang berkumpul sehingga banyak orang. Maka dari itu, malam ini adalah sebuah kebetulan bagi Aditya karena kedatangannya akan diketahui oleh seluruh keluarga Linda.
.
.
.
Kira-kira apa yah, maksud dari kedatangan Aditya bersama kedua orangtuanya?
Assalamualaikum, kira-kira siapa yah yang minta doubel up? Insya Allah, nanti up lagi, hehe.
__ADS_1