Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 61. Terpesona


__ADS_3

Alvian hanya tersenyum melihat Almaira sangat senang dan bersemangat kali ini. Sampai tidak terasa mobil Alvian telah memasuki kawasan rumah tempat tinggal nya.


"Sayang? kita sudah sampai di rumah" ucap Alvian menatap wajah istrinya.


"Loh sudah sampai rumah, Maira sampai tidak menyadarinya ya Mas?" jawab Almaira sembari melihat sekeliling dari jendela mobil.


"Iya Sayang, ayo kita segera masuk ke dalam rumah?" ajak Alvian, sembari membuka pintu mobil nya.


Almaira pun langsung mengangguk dan barjalan bersama Alvian memasuki rumah.


"Sayang? Mas lupa mengambil kotak makanan untuk kamu di mobil, kamu masuk aja duluan nanti Mas menyusul" ucap Alvian mengingat ia sampat membelikan martabak manis untuk Almaira.


"Iya Mas, Maira masuk kamar duluan yah?" balas Almaira karena ingin segera membersih kan tubuhnya yang lengket.


Setelah itu Alvian langsung mengambil martabak manis nya yang ketinggalan dari dalam mobil. Almaira pun juga langsung masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Alvian masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu, dan bertapa terkejutnya Alvian saat ini...ia melihat Almaira yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk sebatas lutut saja.


Sehingga terpampang indah lah tubuh Almaira yang bisanya tertutup dengan gamis panjang dan juga kerudung. Rambutnya sekarang telah terurai panjang dengan tubuh yang ideal dan kulit ya yang putih bersih membuat Almaira menjadi semakin cantik, apalagi parasnya yang ayu sudah pasti cantik alami.


Tubuh Alvian tiba-tiba membeku, terpaku melihat Almaira yang terlihat sangat cantik, dan tanpa sadar Alvian terus berjalan menghampiri Almaira yang belum menyadari kehadiran nya.


"Sayang?" hanya itu yang bisa Alvian ucapkan sekarang.


Mendengar suara Alvian, Almaira langsung melihat Alvian yang sudah ada di hadapan nya "Akhh" pekik Almaira kaget, melihat suaminya sudah berada di depannya.


"Sayang kali ini kamu terlihat sangat cantik sekali" ucap Alvian kembali dengan menatap lekat wajah Almaira.


Almaira terlihat sangat malu karena ini kali pertama Alvian melihat dirinya tanpa menggunakan pakaian tertutup.


"Maaf Mas, Maira harus segera menggunakan baju" ucap Almaira gugup, soraya berlari kecil mengambil baju dari dalam lemari dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Rasanya Alvian sudah tidak tahan lagi melihat Almaira seperti tadi, tapi apa daya nya Almaira sudah lebih dulu pergi ke dalam kamar mandi.


Bayangan Almaira selalu berputar di dalam pikiran Alvian, bagaimana cantiknya Almaira tidak pernah terpikirkan olehnya, ternyata Almaira memang sangatlah cantik bagaikan bidadari.


"Almaira kamu sangat cantik, semoga aku bisa segera memiliki mu seutuhnya" gumam Alvian, berharap tinggi.


Di saat itu pula Almaira keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan gamis dan kerudung seperti biasanya.


Alvian nampak kecewa melihat penampilan Almaira yang seperti biasanya lagi. Padahal Alvian sangat mendambakan Almaira malam ini. Namun Alvian tidak menyerah begitu saja Alvian akan berjuang untuk mendapatkan hati Almaira.


"Sayang? Apa Mas boleh melihat rambut mu kembali??" pinta Alvian dengan penuh harapan.


Awalnya Almaira terdiam namun setelah nya ia mengangguk patuh kepada suaminya, dengan perlahan Almaira membuka kerudung nya. Nampak lah rambut panjang Almaira yang terurai panjang dan Alvian terpesona untuk yang kedua kalinya.


"Masya Allah, sayang kamu cantik sekali" ucap Alvian terpesona oleh paras cantik Almaira.

__ADS_1


Almaira terlihat malu-malu setelah mendapatkan pujian dari suaminya, seakan hanya dirinya lah perempuan tercantik di mata suaminya itu.


__ADS_2