Menikahi Wanita Muslimah

Menikahi Wanita Muslimah
Bab 115. Dipersulit Dengan Keadaan


__ADS_3

Malam harinya Linda sedang berada di dalam kamarnya, tetapi baru saja Linda ingin membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun, tiba-tiba saja ibunya mengetuk pintu kamarnya.


"Linda," ucap Ibu Citra di balik pintu kamar Linda yang masih tertutup.


"Tunggu sebentar, Bu!" jawab Linda yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera membuka pintu kamarnya.


"Ada apa, Bu?" tanya Linda yang sudah membuka pintu kamarnya.


"Di ruang tamu ada seseorang yang ingin menemuimu, Lin," jawab Ibu Citra sehingga membuat Linda heran.


"Siapa, Bu?" tanya Linda kembali yang sudah begitu penasaran.


"Lebih baik temui dulu dia, nanti kamu juga akan tahu, Lin." Ibu Citra berusaha mengajak putrinya untuk menemui tamu yang dimaksudnya itu.


"Tapi, Bu ...." Belum sempat Linda membereskan ucapannya, ibunya sudah mengajaknya untuk menemui tamu itu.


Lantas, Linda pun tidak lagi mengatakan apa pun dan berjalan bersama dengan ibunya menuju ke ruang tengah rumahnya. Namun, di saat Linda sudah berada di ruang tamu, ia melihat sosok laki-laki yang datang bersama kedua orangtuanya. Dan Linda merasa mengenali sosok laki-laki itu.


"Damar!" ucap Linda di saat melihat wajah laki-laki itu. Gadis itu nampak begitu terkejut.


Mendengar suara Linda, lantas Damar pun melihat kepadanya sehingga membuat tatapan mata mereka beradu dan tidak bisa dipungkiri, Linda sudah sangat terkejut.


"Ayo, Lin." Tiba-tiba saja Ibu Citra membuyarkan semuanya dan Linda pun, mau tidak mau mengikuti ibunya untuk bergabung bersama Damar dan abangnya.


"Dik," ucap Bang Feri—abangnya sehingga membuat Linda menatap kepada wajahnya.

__ADS_1


"Dik, mereka kemari ingin mengatakan sesuatu kepadamu," ucap Bang Feri yang berhasil membuat Linda merasa sedikit tidak enak.


"Linda," ucap Damar yang langsung membuat Linda mengalihkan pandangannya dari Bang Feri.


"Iya, Mas," balas Linda yang sudah terbiasa memanggil Damar dengan sebutan Mas.


"Linda, aku ke ini ingin meminangmu, apa kamu bersedia menjadi istriku?" ucap Damar dengan tiba-tiba.


Linda nampak begitu terkejut oleh perkataan Damar yang langsung membuatnya teringat kepada Aditya. Namun, Linda tidak bisa mengatasinya dengan begitu saja karena situsnya sudah sangat genting.


Maka dari itu, Linda kembali melihat kepada abangnya dan Bang Feri hanya tersenyum yang kemudian mengatakan sesuatu kepada adiknya itu. "Tentukanlah pilihan yang paling baik."


Mendengar jawaban Bang Feri yang seperti itu, lantas Linda pun hanya bisa terdiam sejenak dan memikirkannya dengan sangat matang. Namun, ia terlihat begitu sulit untuk menentukannya karena dalam dua sisi yang sangat bertentangan.


Damar merupakan mantan pacar Linda dulu, dia sekarang berprofesi sebagai seorang guru. Dan sudah lama Linda menjalin hubungan bersama Damar, tapi hubungannya tiba-tiba saja kandas begitu saja karena terpisahkan oleh jarak. Damar yang memilih untuk menempuh pendidikannya di Kairo Mesir karena permintaan orangtuanya, membuat mereka berdua tidak saling bertemu dan sudah lama putus kontak.


Untuk itu, Damar tidak sama sekali menilai Linda dari apa pun karena dia melihat sosok Linda yang jarang ia temui walaupun pergaulannya bebas, tapi Linda bisa menjaga diri. Apalagi ia berteman dengan Almaira, maka Damar tidak melihat sisi buruk Linda.


Damar juga dulu jauh dari ajaran islam, dan menjalin hubungan pacaran dengan Linda. Namun, kedua orangtuanya meminta Damar untuk melanjutkan pendidikannya di Kairo Mesir dan jika ia menolaknya, maka orang tua Damar tidak akan segan-segan menjauhkan Damar dari Linda, sedangkan Damar sudah sangat mencintai Linda.


Karena itu, Damar dengan terpaksa harus menerima permintaan kedua orangtuanya agar tetap bisa bersama dengan Linda. Akan tetapi, Damar tidak mengatakan hal ini kepada Linda sehingga membuatnya merasa kesal karena ditinggalkan begitu saja.


Namun, selama ini Damar tidak pernah melupakan cintanya. Dengan begitu, sepulangnya Damar dari Kairo, ia sudah bertekad akan langsung menemui Linda dan menjadikannya istri. Apalagi setelah Damar kembali melihat Linda dengan penampilan yang sudah berubah, sehingga membuat Damar semakin kagum dan mencintainya. Akan tetapi, cintanya itu entah akan dibalas apa oleh wanitanya.


Kembali lagi kepada Damar, laki-laki itu terlihat begitu gugup menanti jawaban dari Linda. Dengan melihat wajah Linda saja sudah membuat Damar terpesona akan perubahannya yang begitu luar biasa, tetapi dia merasa gugup pada saat ini karena Linda belum kunjung menjawabnya.

__ADS_1


"Aku perlu waktu untuk menjawabnya, Mas," ucap Linda sembari menunduk, dan entah kenapa keadaannya menjadi seperti ini.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah terjawab, tapi Damar merasa kurang puas dengan jawabannya dan sedikit kecawa. Namun, ia juga merasa sedikit meragukan Linda karena terlihat tidak seperti dulu lagi yang jika bertemu pasti selalu tersenyum dan ceria, sedangkan sekarang Damar tidak lagi menemukan sisi itu dari wanita yang dicintainya.


Oleh karena itu, Damar hanya bisa menerimanya dan masih berharap Linda bisa menerimanya kembali setelah kejadian perpisahan tiga tahun yang lalu. Setidaknya Linda masih memberikan kesempatan baginya, maka Damar masih bisa mendapatkan peluang penuh untuk mendapatkan hati Linda kembali.


"Baiklah, jika itu mau kamu, Lin. Tidak apa-apa, aku bersedia menunggunya," balas Damar sembari tersenyum kepada Linda yang bisanya Linda akan selalu ceria jika melihat senyumannya.


Namun, sungguh disayangkan, Linda tidak sama sekali ceria sehingga Damar merasa sangat bersalah dan menyesal karena telah meninggalkan Linda tanpa alasan yang pasti.


Tidak lama dari itu, Damar dan kedua orangtuanya pun pergi dari rumah Linda, sedangkan Linda kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan yang tidak menentu.


Ibu Citra dan Bang Feri juga sangat memerhatikan Linda karena mereka juga tahu perasaan Linda saat ini. Maka dari itu, Bang Feri dan Ibu Citra membiarkannya dulu Linda untuk sementara waktu, dalam situasi begini Linda sangat membutuhkan kesendirian untuk menentukan keputusannya.


Oleh karena itu, Bang Feri tidak terlalu ikut campur dengan semua ini karena ia yakin bahwa adiknya itu bisa memutuskannya dengan matang sehingga tidak perlu di khawatirkan lagi. Akan tetapi, Bang Feri akan ikut serta membantu adiknya jika sudah dalam fase yang cukup sulit. Di situlah ia akan mengambil alih keputusannya.


"Mengapa Mas Damar baru kembali lagi sekarang? Aku sudah sangat dikecewakan olehnya, tapi mengapa semuanya bisa terjadi di waktu yang tidak tepat ini? Oleh karena itu, aku menjadi sangat bingung untuk memutuskannya," gumam Linda yang terlihat begitu bimbang dan pusing.


Gadis itu nampak sangat sulit mengambil keputusan, dan pikirannya sudah sangat sulit memikirkan semuanya. Di dalam kamar itu, Linda hanya bisa merenung dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas semua kegudahan hatinya.


.


.


.

__ADS_1


Sulit di bayangkan:-(


__ADS_2