
Keesokan harinya, Fatimah dan Reza pergi ke Rumah Sakit Surya Jaya untuk menuruti permintaan Fatimah. Dengan begitu, Reza menuruti kemauan istrinya dan untuk hasilnya, ia sudah menyerahkannya kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
Lama Reza menunggu bersama istrinya, dan itu sungguh sangat melelahkan. Namun, Dokter Linda tiba-tiba saja keluar dari ruangannya dan melihat Fatimah sedang duduk di kursi tunggu bersama suaminya. Dengan begitu, Linda segera menghampirinya.
"Assalamualaikum, Fatimah," ucap Linda sembari tersenyum lembut.
"Wa'alaikumsalam," jawab Fatimah dan Reza yang senang melihat kedatangan Linda.
"Fatimah, kamu ke sini mau apa? Siapa yang sakit?" tanya Linda karena baru sekarang melihat Fatimah datang bersama suaminya ke rumah sakit.
"Tidak ada yang sakit, Kak. Aku ke sini hanya ingin memeriksakan diri saja," jawab Fatimah sembari tersenyum.
Linda nampak mengerutkan keningnya heran, tetapi sesat kemudian Linda mengerti walaupun belum tahu maksud dari ucapan Fatimah itu. Dikarenakan sekarang mereka berada di ruang yang terbuka, maka Linda segera mengajak Fatimah masuk ke ruangannya sehingga dia bisa mengetahui masalah yang dialami oleh Fatimah.
"Kalau begitu, sekarang kita masuk dulu ke ruanganku," ajak Linda dan membuat Fatimah menganggukan kepalanya.
Setelah itu, mereka pun berjalan masuk ke dalam ruangan Linda dan di sana barulah Fatimah berbicara dengannya.
"Sebenarnya kamu kenapa, Fatimah?" tanya Linda yang ingin tahu.
"Aku tidak kenapa-kenapa, hanya saja aku ingin memeriksakan diri," jawab Fatimah dengan santai.
"Untuk apa?"
Mendengar pertanyaan Linda kali ini, Fatimah hanya diam dan tidak mengatakan apa pun lagi sehingga Linda mengerti dan tidak memaksakannya untuk menjawab pertanyaan darinya.
"Baiklah, mari ke sana," ucap Linda dan Fatimah pun mengikutinya.
Tidak lama dari itu, Linda selesai memeriksa Fatimah dan kembali lagi ke kursinya dengan membawa hasil dari memeriksa kondisi Fatimah.
Linda nampak begitu serius membaca laporan hasil pemeriksaannya. Namun, sesaat kemudian Linda melihat kepada pasangan suami istri tersebut.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, dari hasil pemeriksaan kesehatan Fatimah dan Reza tidak ada kendala sama sekali. Meskipun begitu, kalian belum sama sekali mendapatkan anak. Akan tetapi, semua itu tidak berpengaruh terhadap kesehatan kalian," ucap Linda soraya mencoba menjelaskan dengan rinci.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kalau begitu terima kasih, Kak Linda," ucap Fatimah karena yang di khawatirkan olehnya tidak terjadi.
"Jangan terlalu memikirkannya, Fatimah. Masih banyak waktu, maka jalanilah dulu kesenanganmu bersama Reza. Yakinlah suatu saat nanti, kamu juga bisa mendapatkannya," kata Linda yang membuat Fatimah menunduk malu.
"Iya seharusnya begitu, tapi rasa takutku begitu manakutiku walaupun aku sudah mencoba untuk menghiraukannya," ujar Fatimah dengan jujur.
"Akan tetapi, rasa takut itu sudah hilang karena sekarang aku sudah mengetahui kebenarannya," lanjut Fatimah dan masih melihat kepada Dokter Linda.
Lantas Linda pun tersenyum. "Rasa takut itu hanya sementara, tidak semuanya akan terjadi. Pada buktinya, kamu baik-baik saja dan tidak ada penyakit apa pun. Maka dari itu, bersabarlah semua ada waktunya dan tidak harus sekarang, nikmatilah dulu masa bersamamu dengan Reza karena setelah masa itu habis, maka tidak jarang orang bisa kembali lagi ke masa romantis itu."
"Iya, Kak. Maaf aku terlalu memikirkannya sampai lupa bahwa masa ini adalah fase di mana aku bisa merasakan kasih sayang seorang suami yang begitu besar," ucap Fatimah dan Reza yang ada di sampingnya tersenyum mendengar itu.
"Kakak akan selalu menemanimu walaupun hanya berdua, kita lewati semuanya bersama-sama," ucap Reza dan seketika membuat Fatimah terharu.
"Terima kasih, Kak. Maafkan sikap istrimu ini yang tidak pernah bersabar menghadapi semuanya walaupun sudah berulang kali Kakak menasihati Adek," lirih Fatimah dan Reza langsung saja mendekap tubuh istrinya.
Linda yang melihatnya menjadi ikut terharu sekaligus bahagia, dia mulai membayangkan kehidupannya setelah menikah dengan Aditya. Pasti semuanya akan indah, tapi Linda tidak kembali membayangkannya lagi karena belum tentu semuanya bisa terjadi sesuai dengan harapan.
"Fatimah, ini untukmu," ucap Linda sembari memberikan undangan itu.
Lantas Fatimah pun segera menerimanya dan membaca undangan tersebut.
"Kak Linda akan segera menikah?" tanya Fatimah dengan wajah yang terlihat begitu senang.
"Iya, Fatimah. Jangan lupa datang yah, Kakakmu—Almaira juga akan datang." Linda nampak mengingatkan Fatimah.
"Insya Allah, Kak. Kalau ada waktunya, pasti Fatimah datang," ucap Fatimah sembari tersenyum bahagia.
"Dokter Linda, kalau begitu kami pamit dulu," ucap Reza sembari beranjak dari tempat duduknya bersama dengan Fatimah.
"Iya, Za. Jaga istrimu, dia mudah terpengaruh dengan perkataan orang lain," kata Linda dan mendapatkan tatapan tidak enak dari Fatimah.
"Insya Allah, Dok. Semoga lancar sampai acara pernikahannya," balas Reza sembari mendoakan.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih. Jangan marah yah, Imah. Cuman becanda, kok," ucap Linda sembari melirik Fatimah yang tengah berada di samping suaminya, dengan wajah yang murung.
"Tenang Dokter Linda, istriku tidak mudah marah. Namun, raut wajahnya akan terlihat menggemaskan," ujar Reza sembari melihat kepada Fatimah.
"Jangan begitu, Kak. Malu," ucap Fatimah sembari menyembunyikan wajahnya dengan menyelinap masuk ke dalam tubuh tegap suaminya.
"Sudah jangan bermesraan di sini, di rumah kalian saja sana," ucap Linda yang sudah sering melihat kemesraan pasangan suami istri itu.
"Jangan katakan itu, Dokter Linda. Nanti juga kalau Dokter Linda sudah menikah, pasti akan seperti ini. Bedanya, istriku ini sangat pemalu," ujar Reza dan Linda pun tersenyum.
Benar juga apa yang dikatakan oleh Reza, cuman Linda belum merasakannya saja.
"Sudah, Kak. Ayo pulang," ucap Fatimah yang sudah sangat tidak enak kepada Linda
"Maaf, Kak Linda. Kami sudah mengganggu waktu Kakak," lanjut Fatimah sembari melihat kepada Linda yang hanya tersenyum.
"Tidak papa, Fatimah. Lagian, aku suka lihatnya karena kamu dan Reza terlihat begitu mesra walaupun sudah lima bulan menikah," balas Linda yang tidak sama sekali keberatan.
Fatimah hanya tersenyum karena selama ini Reza selalu membuatnya tersenyum, maka ia tidak lagi sering terdiam. "Untuk sekali lagi, terima kasih, Kak Linda. Kami pulang dulu," ucap Fatimah dan Linda hanya mengangguk saja.
Tidak lama dari itu, hendphonenya bersuara dan menandakan ada pesan masuk ke dalam ponselnya. Dengan begitu, Linda pun segera membukanya dan melihat pesan itu. Seketika Linda terlihat tersenyum, setelah membaca pesan tersebut yang tidak lain dari Aditya.
"Assalamualaikum, Calon Istriku. Bolehkah aku bertanya sesuatu? Seperti apakah calon suami idamammu?" Pesan itu lah yang dikirimkan oleh Aditya.
.
.
.
Assalamualaikum.
Coba tebak, Linda menjawab apa?
__ADS_1