
"Maafkan kami, Tuan. Kami tidak sengaja mengatai Fatimah," ucap Asna karena ia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.
Lantas Reza melihat kepada istrinya yang hanya diam saja, sedangkan ia sedikit merasa marah mengetahuinya. Namun, Reza kembali melihat kepada kedua wanita itu.
"Apa yang kalian lakukan kepada istri saya?" tanya Reza dengan sedikit emosi, tetapi tidak begitu menunjukkan kemarahannya.
"Ka--kami hanya ...." Astri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena merasa sedikit takut walaupun Reza tidak memaksanya.
"Hanya apa? Jelaskan!" Kini Reza sudah sangat ingin tahu semuanya.
"Sudah, Kak. Jangan dipaksa, aku juga tidak apa-apa," ucap Fatimah sembari memegang tangan suaminya guna menenangkannya.
"Yakin, tidak apa-apa? Mereka tidak menyakitimu, Dek?"
Fatimah hanya mengangguk dan tersenyum kepada suaminya, sedangkan Astri dan Asna merasa sangat bersalah meskipun sudah menyakiti hati Fatimah. Akan tetapi, Fatimah tidak sama sekali mengadukannya kepada suaminya.
"Kami yang salah, Tuan. Jadi, kami tidak papa jika harus menerima hukuman apa pun itu. Aku sadar bahwa Fatimah tidak seperti yang aku bayangkan dan itu sangatlah salah, maka aku dan Asna sungguh menyesalinya," ucap Astri yang dengan berani mengatakan semuanya kepada Reza.
"Sudah, Tri. Aku sudah maafin kalian. Jadi, tidak perlu diperpanjang lagi, yah." Fatimah tidak marah, ia malah memaafkan kedua temannya itu.
"Apa kamu beneran sudah maafin kita?" tanya Astri karena tidak percaya.
Fatimah hanya menganggukkan kepalanya saja, maka Astri sudah sangat senang meskipun sikapnya itu sudah sangat keterlaluan, tapi Fatimah dengan mudah memaafkannya sehingga membuatnya malu.
"Terima kasih, Fatimah," ucap Asna dan Fatimah pun kembali menganggukkan kepalanya. Pada akhirnya, mereka berdua meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Astri dan Asna, Reza malah nampak menatap wajah istrinya dalam. "Kenapa hatimu begitu baik, Dek. Meskipun begitu, mereka sudah keterlaluan, tapi kamu dengan mudah memaafkannya," ucap Reza di saat Fatimah sedang menatapnya.
Fatimah tersenyum sembari kembali menatap wajah suaminya. "Memaafkan lebih baik, Kak dari pada membencinya karena dengan memaafkan semua masalah bisa dengan mudah teratasi. Tidak perlu membencinya, cukup dengan memaafkan saja."
"Mereka tidak akan menyesal kalau dibiarkan seperti itu," sengkal Reza dan terlihat jelas bahwa ia sedang marah.
"Lihatlah, Kak. Tadi mereka sudah terlihat sangat menyesali perbuatannya, maka tidak ada salahnya jika aku memaafkan mereka." Fatimah nampak mencoba menjelaskannya.
Setelah mendengarkan jawaban dari istrinya, Reza nampak kembali tersenyum karena yang dilakukan istrinya itu sudah benar walaupun hatinya sangat sakit karena perkataan mereka. Akan tetapi, Fatimah tidak marah sama sekali sehingga Reza pun sangat menyayanginya.
Lantas Reza pun memeluk istrinya dan Linda hanya tersenyum melihatnya. Namun, di kala itulah Fatimah baru kembali menyadari keberadaan Linda yang sudah membantunya.
Akan tetapi, sebelum itu Linda sudah menyeritakan semuanya kepada Reza karena tidak mungkin ia menyembunyikan hal itu dari suami Fatimah, Reza juga berhak tahu. Maka dari itu, pantas saja Reza sudah sangat marah walaupun terlihat biasa saja.
"Kak Linda, terima kasih," ucap Fatimah sembari menatap sendu kepadanya.
"Insya Allah, Kak. Fatimah juga paham, tidak apa-apa mereka mengatakan itu karena dengan begitu, aku bisa memposisikan diri menjadi wanita yang lebih baik lagi," balas Fatimah. Wanita itu terlihat masih bersedih.
"Tidak perlu menjadi yang lebih baik, karena kamu juga sudah menjadi yang terbaik untuk suamimu. Jangan pedulikan perkataan mereka tadi, tidak semua istri dapat disayangi oleh suaminya karena anak. Maka dari itu, Fatimah sangat beruntung masih bisa bersama dengan suamimu, berjuang menghadapi cobaan kehidupan," ucap Linda dan Reza pun ikut menyetujuinya.
"Dek, semua yang dikatakan oleh Dokter Linda itu benar. Kakak tidak akan pernah meninggalkan Adek, dan sudah pasti sangat menyayangi Adek," timpal Reza yang membuat Fatimah tersenyum kembali.
"Terima kasih, Kak Linda. Aku sungguh tidak pernah memikirkannya sampai ke situ, makanya Imah sangat menyesalinya," lirih Fatimah soraya tertunduk.
"Kalau begitu, kamu harus tetap semangat. Masih ada Reza yang akan selalu mendampingimu, Imah," tutur Linda memberikan semangat.
__ADS_1
Fatimah tersenyum dan memeluk tubuh Linda karena mereka juga sudah lama saling kenal, maka tidak lagi sungkan. Linda yang merupakan teman dekat Almaira, tentu sudah mengenal keluarganya. Dengan begitu, Fatimah sudah sangat mengenal Dokter Linda.
"Kalau begitu, Kakak tinggal dulu. Kamu jaga diri baik-baik, Fatimah. Jangan ambil pusing lagi perkataan orang-orang itu," ucap Linda dan Fatimah menganggukkan kepalanya.
"Assalamualaikum," ucap Linda yang kemudian pergi dari sana.
"Wa'alaikumsalam," jawab Fatimah dan ia pun menatap kepergian Linda dengan tersenyum.
Lantas, Reza pun segera menghampiri istrinya. Dengan begitu, Reza bisa melihat Fatimah yang masih menatap kepergian Dokter Linda.
"Kak, lihatlah Kak Linda. Dia terlihat begitu anggun, dari sikapnya juga Imah lihat sangat berbeda. Perubahannya begitu bagus, Imah sangat senang melihatnya. Pada akhirnya, Kak Linda bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi," ucap Fatimah sembari menoleh kepada suaminya.
"Iya, Dek. Tidak semua orang selalu begitu saja, mereka juga bisa berubah dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri," balas Reza. Ia kembali mengingat masa-masa sebelum menikahi Fatimah, perbuatan dulu sudah sangat keterlaluan. Namun, dengan kehadiran Fatimah, ia dengan perlahan bisa memperbaiki dirinya.
"Kak, mari kita pulang sekarang," ucap Fatimah sembari tersenyum dan Reza pun ikut tersenyum.
"Iya," jawab singkat Reza, kemudian ia menggandeng tangan istrinya menuju kepada mobilnya.
Terlihat pasangan suami istri itu sangat gembira, dan masih seperti pengantin baru. Dengan begitu, Fatimah sangat bersyukur bisa mendapatkan suami seperti Reza karena ia selalu ada di setiap dirinya membutuhkan semangat. Keduanya bisa saling melengkapi dan menyemangati, bersama melewati berbagai kesulitan.
Begitu pula dengan Linda, ia terlihat sangat nyaman dengan perubahannya yang semakin hari membuat dirinya menjadi wanita terjaga walaupun dulunya tidak terbiasa, tapi sekarang Linda bisa menempatkan dirinya sebagai wanita yang berusaha menjadi yang terbaik meskipun belum sempurna.
Apalagi sekarang sudah datang seorang laki-laki yang dengan keberaniannya, ingin menjadikan Linda sebagai istrinya. Maka dari itu, Linda sedang dalam fase memutuskan yang tebaik. Dengan begitu, ia bisa merasakan hal yang baru di dalam hidupnya.
Semakin hari, Linda menemukan hal yang baru. Di mana, ia bisa merasakan semuanya dengan damai walaupun ia hanyalah wanita yang baru berusaha memperbaiki diri.
__ADS_1
Sepeninggal dari toko kue itu, Fatimah dan Reza memilih pulang ke rumah. Walaupun begitu, kedua orang tua Reza tidak pernah mengatakan apa pun kepada Fatimah karena mereka juga sangat menyayangi Fatimah seperti anak kandung. Maka dari itu, ia sangat nyaman berada di rumah suaminya walaupun terkadang rindu kepada keluarganya.