
Satu minggu pun telah berlalu, Linda terlihat begitu cantik dengan memakai gaun pengantin yang sangat elegan. Wajahnya yang cantik menjadi semakin bersinar karena dipolesi oleh riasan wajah.
Gadis itu nampak sedang memerhatikan pantulan wajahnya dari cermin besar yang ada di hadapannya. Linda nampak begitu bahagia karena pada akhirnya, ia bisa melangsungkan pernikahan dengan laki-laki pilihannya.
Walaupun demikian, ia sempat belum siap untuk menikah. Namun, seseorang datang dengan keberaniannya untuk meminang dirinya dan itu sangat menyakinkan. Dengan begitu, Linda berusaha untuk menyakinkan dirinya sendiri.
Tidak lama dari itu, Ibu Citra masuk ke dalam kamarnya dengan penampilan yang cantik.
"Tok, tok, tok."
Suara pintu itu mengalihkan perhatian Linda sehingga ia pun melihat kepada ibunya yang perlahan masuk ke dalam kamarnya.
"Masya Allah, putri Ibu sangat cantik," puji Ibu Citra karena terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Linda.
Linda pun terlihat tersipu malu karena mendapatkan pujian dari ibunya. "Terima kasih, Ibu. Ibu, Linda minta doanya supaya pernikahan Linda berjalan dengan lancar," ucap Linda sembari tersenyum.
"Iya, Nak. Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik bagimu," ujar Ibu Citra sembari mendekati putrinya.
"Cepatlah, calon suamimu sudah menunggumu di pelaminan." Ibu Citra memegang kedua tangan putrinya yang akan keluar bersamanya.
Linda tersenyum dan mengangguk. "Iya, Bu," jawabnya sembari berjalan bersama dengan ibunya untuk menuju tempat pernikahan.
Sesampainya Linda bersama Ibu Citra di ruang tamu rumahnya yang cukup luas, sudah terlihat banyak orang yang ingin menyaksikan akad pernikahannya. Tidak jauh dari sana, terlihat seorang laki-laki yang menggunakan pakaian pengantin sedang duduk di hadapan Bang Feri. Dia adalah Aditya, pria yang akan segera menjadi suaminya.
Dengan begitu, Linda pun segera duduk di samping calon suaminya. Untuk itu, Aditya melihatnya dengan tatapan yang begitu terpesona. Oleh karena itu, Linda pun segera mengalihkan tatapan Aditya dengan tertunduk.
Beberapa detik kemudian, Aditya kembali menghadap kepada kakaknya, karena suara penghulu mengagetkan Aditya yang tengah menatapnya.
"Bagaimana Nak Aditya, anda sudah siap?" tanya penghulu, lantas Aditya pun berbalik menatap kepada Bang Feri dan Pak Penghulu itu.
"Insya Allah, saya siap!" jawab Aditya dengan penuh yakin.
"Baiklah, mari kita mulai." Penghulu pun mulai mengarahkannya.
"Nak Aditya, jabatlah tangan Tuan Feri yang selaku wali dari pengantin wanita," pinta penghulu dan Aditya pun segera menurutinya.
Suasana menjadi tegang dan tidak ada yang berucap selain Feri dan Aditya. Feri pun menatap wajah Aditya dengan sangat tajam.
"Aditya Sarma, saya nikahkan engkau dengan adik saya yang bernama. Nur Linda Putri Wulandari binti Bastian dengan mas kawin dan seperangkat alat salat dibayar kontan," ucap Feri dan Aditya pun segera menjawabnya.
"Saya terima nikahnya, Nur Linda Putri Wulandari binti Bastian dengan mas kawin yang telah disebutkan dan aku rela atas hal itu."
Dengan satu kali tarikan napas, Aditya mengucapkannya. Suaranya terdengar menggema di ruangan itu, bahkan orang-orang yang menyaksikannya ikut bahagia.
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu.
"Sah, sah, sah."
__ADS_1
Akhirnya Aditya resmi menjadi suami dari Linda, lantas ia pun menatap kepada istrinya dengan hati yang sangat bahagia. Melihat itu, Linda pun langsung mencium punggung tangan suaminya dengan penuh cinta.
Aditya juga mencium kening Linda dengan hati yang damai dan perasaan yang sangat bahagia, bahkan untuk melihat wajah istrinya saja sudah membuat hatinya tentram.
Jangan lupakan juga, seorang widing potography memotret momen indah tersebut. Bahkan banyak dokter yang datang ke pernikahan mereka. Dikarnakan Aditya sudah hampir terkenal oleh rumah sakit mana pun sehingga tidak heran lagi jika banyak orang yang datang ke pernikahannya.
Tidak lama dari itu, Aditya tiba-tiba saja mengajak istrinya ke pelaminan dan Linda pun sangat heran dengan perilaku suaminya.
Aditya menggenggam tangan Linda dengan mesra dan bersimbuh dihadapannya. "Terima kasih cintaku, engkau telah memberikan warna di dalam hidupku," ucap Aditya dan Linda terperangah dengan perlakuan Aditya yang sudah menjadi suaminya itu.
Beberapa saat kemudian, Aditya mengambil sebuah mikrofon dan menatap Linda dengan penuh cinta. Namun, tiba-tiba saja alunan musik terdengar di dalam ruangan tersebut.
๐ถ๐ถ๐ถ
Di Sepertiga Malam
By : Rey Mbayang
Saat kuputuskan bertemu orang tuamu
Kuyakinkan diri kaulah yang terbaik
Dan saat kau memilih aku yang pantas untukmu
Hati ini berikrar 'tuk s'lalu menjagamu
Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku
Walau ku belum tau namamu
Bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku, untuk
Haa-aa
Saat kau memilih aku yang pantas untukmu
Hati ini berikrar 'tuk s'lalu menjagamu
Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku
Walau ku belum tau namamu
Bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku, untuk
Buang cerita lama
Rangkai cerita baru
__ADS_1
Menua bersama
Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku
Walau ku belum tau namamu, woo-woo
Bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku, untuk
Kehadiranmu-
Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku
Walau ku belum tau namamu
(Bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku)
Sepertiga malamku (untuk)
๐ถ๐ถ๐ถ
Tidak di sangka, Aditya menyanyikan lagu tersebut untuk Linda. Dengan begitu, ia menjadi sangat terbaru dan sulit untuk dibayangkan bahwa Aditya sampai menyayikan lagu itu untuknya.
Semua tamu yang datang ke pernikahan mereka ikut menyaksikan momen tersebut, bahkan ada juga yang bersorak gembira karena melihat keromantisan pengantin baru itu.
"Aku bukanlah Rey Mbayang yang meminang Dinda Hauw dengan jalan ta'aruf, tapi aku hanyalah laki-laki biasa yang ingin menjadikanmu halal bagiku," ucap Aditya sembari menatap dalam kedua bola mata indah milik Linda.
"Terima kasih, Kak. Aku juga tidak begitu sempurna seperti Aisyah istri Rasulullah yang cerdas dan dermawan. Namun, aku hanyalah wanita penuh dosa yang sedang berusaha menjadi muslimah taat dan istri yang baik bagimu," balas Linda sembari tersenyum.
Oleh karena itu, Aditya terlihat begitu terpesona dengan kecantikan dan rendah hati istrinya yang sangat mendominasi sikapnya
Tidak lama kemudian, Aditya mencium kembali kening Linda dan setelah itu ia pun berkata, "Dirimu sudah cukup dari sempurna bagiku."
Linda tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi, selain rasa syukur karena telah disandingkan dengan laki-laki yang baik dan menerimanya dengan apa adanya, tanpa mempermasalahkan masa lalunya.
Para tamu terlihat terharu dan ada juga yang menyimpan momen tersebut di dalam hendphone-nya. Di sana sudah ada Almaira, Fatimah, dan Nisa yang menyaksikan pernikahan indah ini.
Banyak juga di antara para tamu yang merasa iri oleh pengantin baru itu. Tidak hanya sederhana, tapi sangat luar biasa. Sebelumnya, tidak ada yang menyangka bahwa pernikahan yang sederhana bisa menjadi sangat sempurna, dengan memon indah ini.
Damar juga hadir di pernikahan Linda dan Aditya, ia hanya bisa tersenyum kecut melihat mantan pacarnya yang sangat bahagia dengan pernikahannya. Mungkin rasanya sangat sakit, tapi Damar sudah berusaha mengikhlaskan Linda demi kebahagiaanya.
.
.
.
Assalamualaikum.
__ADS_1
Jangan lupa Like! Kalau boleh Vote-nya juga yah๐๐.