Mira

Mira
Bab 10 Taman


__ADS_3

Anak itu menganggap Ayah Mira sebagai Ayahnya sendiri, karena hanya Ayah Mira yang peduli saat Ayah kandungnya meninggal.


''Ayah, ini foto siapa?" tanya anak itu.


''Itu foto anak kandung Ayah, Nak!" jawab Ayah Mira.


"Cantik yah!" seperti pernah melihat gadis ini batin anak itu.


"Mirip sekali dengan Ibunya!" jawab Ayah Mira.


"Mira anak Ayah! sempit sekali dunia ini baru juga ketemu gadis cantik taunya, kakak apa adik, tau lah!" batin anak itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ayah Lisa sebenarnya orang yang baik, hanya karena nurut dengan Mamah Lisa dia mau menuruti kemauan istrinya itu. Tapi untuk kali ini dia sudah lelah dengan istrinya itu. Dia juga sadar kalau Ayah Mira pernah membantu dirinya saat dalam kesulitan tanpa sepengetahuan sang istri.


''Kalau mamah masih mengusik keluarga mereka papah pergi dari rumah ini mah!" gertak Papa Lisa.


"Jadi demi bela keluarga itu papah memilih meninggalkan mamah dan Lisa? iya pa?" kata Ane.


"Papah lakukan demi kebaikan kalian!" tegas papah Lisa.


"Lis! dengar kan apa kata papah kamu?" tanya mamah Lisa.


"Sudah mah! Lisa juga lelah, biarkan Mira bahagia dia juga sahabat Lisa mah!" kata Lisa.


"Tidak bisa begitu Lis! kamu harus lebih bahagia dari dia!" kata mamah Lisa lagi.


"Rencana mamah apa sekarang?" tanya Lisa.


"Rebut Aldo dari Mira, kalau kamu ingin bahagia!" kata mamah Lisa.


"Oke! mah, pasti Lisa bisa dapatkan Aldo!" jawab Lisa.


"Kalian semua gila!" papah Lisa pergi meninggalkan Lisa dan mamahnya.


"Pa...papah!" panggil Lisa.


"Papah kamu, urusan Mamah, ayo kita makan saja!" ajak mamah Lisa.


Lisa dan mamahnya makan dengan lahap tanpa memikirkan resiko dari perbuatannya. Setelah selesai makan Lisa pergi, dia akan bertemu dengan temanya.


TAMAN KOTA


Di taman ini Lisa bertemu dengan Tio, dia adalah kekasih Lisa.


''Sayang, apa kabar?" tanya Tio.


''Aku baik kok sayang!" jawab Lisa.


"Lis, ada yang ingin aku sampaikan, kamu udah siapkan?" tanya Tio.


"Ngomong aja sayang, kenapa sih?" kata Lisa.


"Aku ingin melamar kamu Lis, kamu mau kan?" tanya Tio.


"Apa? tidak! jangan sekarang, aku belum siap!" kata Lisa.


"Hubungan kita sudah lama Lis, sampai kapan kita bersembunyi terus?" kata Tio.


''Aku masih muda dan belum siap untuk menikah paham kamu?" kata Lisa.

__ADS_1


''Kalau itu mau kamu gimana kalau kita akhiri saja hubungan ini!" tegas Tio.


''Oke! gak masalah!" Lisa pun meninggalkan Tio begitu saja.


Hubungan Lisa dan Tio terbilang cukup lama, tapi mereka merahasiakan karena takut dengan mamahnya Lisa. Saat perjalanan pulang Lisa menangis, dia menyesal. Dalam hati Lisa masih mencintai Tio, tapi dia harus merelakan hubungan itu berakhir.


Sedangkan Tio saat ini menuju bandara untuk kembali ke kotanya, dia sangat terpukul dengan kejadian ini.Wanita yang di cintai sejak lama menolaknya dengan alasan yang tidak jelas.


Begitulah Lisa meninggalkan yang pasti demi yang tidak pasti. Aldo yang dia harapkan saat ini belum tentu mencintainya, sedangkan orang yang sangat mencintainya dia tinggalkan begitu saja.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


''Mira, ayo kita jalan-jalan yuk!" ajak Susi.


''Kemana Sus?" Mira balik tanya.


''Kemana aja Mir, aku bosen di rumah terus!" kata Susi.


''Sejak kapan kamu bosen? biasanya di ajak juga tidak pernah mau!" kata Mira.


''Bagaimana kalau kita ke taman bunga Mir?" tanya Susi.


''Boleh Sus, aku kasih tau Aldo dulu ya?" kata Mira.


Setelah menghubungi Aldo, mereka berangkat ke taman bunga itu, di taman itu terdapat berbagai macam bunga yang sedang bermekaran. Taman bunga itu banyak pengunjungnya dari anak-anak hingga orang tua.


''Mir, bunga ini indah ya?" tanya Susi.


''Kalau boleh di petik, aku mau bawa pulang Sus!" jawab Mira.


''Gak boleh lah Mir! bunga ini kan buat memperindah taman ini!" kata Susi.


''Mira!" sapa Lian.


''Kenapa bisa kita ketemu terus?" tanya Mira.


''Bisa jadi kita berjodoh Mir!" jawab Lian.


"Iya Mir, jodoh yang tak terduga!" ledek Susi.


"Itu benar kata teman kamu Mir!" timpal Lian.


"Kalian sama saja ya, aku sudah punya kekasih!" tegas Mira.


"Baru kekasih Mir, masih bisa di tikung, belum tentu jodoh juga hahaha..... Lian tertawa, dia sengaja membuat Mira kesal.


"Siapa bilang, asal kita bisa melalui rintangan dan selalu berjuang bersama pasti jodoh!" kata Mira.


"Sudah gak usah debat, biar Tuhan yang menentukan jodoh Mira!" sela Susi.


"Kalian ngapain kesini?" tanya Lian.


"Ini tempat umum, siapa saja boleh kesini!" ketus Mira.


''Bisa gak sih, kalau ketemu kalian gak debat pusing tau dengernya!" kesal Susi.


''Siapa Si?" jawab Mira dan Lian secara bersamaan.


''Kalian sama saja!" kata Susi.


"Si harusnya kita kesini bikin suasana hati kita jadi senang, lha ini ketemu dia bikin kesal saja!" kata Mira lagi.

__ADS_1


"Mir, yang bikin kesal siapa? coba kamu lihat gadis-gadis itu, mereka senyum melihat ketampanan ku, kamu aja yang sewot!" balas Lian.


Susi pergi meninggalkan mereka berdua karena kesal mendengarkan mereka debat, sedangkan Mira dan Lian masih di tempat itu.


''Lian, lihatlah itu bunga anggrek banyak banget mekar semua!" ucap Mira sambil berjalan mendekati berbagai jenis bunga anggrek itu.


''Itu bunga kesukaan istri yang punya taman!" kata Lian.


"Almarhum Ibu ku juga sangat menyukai bunga anggrek, seandainya dia masih hidup, pasti senang sekali aku ajak kesini!" Mata Mira berkaca-kaca mengingat ibunya.


"Mir, ayo duduk dulu!" ajak Lian.


Mira mengikuti Lian untuk duduk di taman bunga anggrek itu.


"Mir, manis juga kamu kalau diam," kata Lian.


Mira melotot ke arah Lian, dia kesal dengan orang lagi sedih malah di ledek.


"Sudahlah Mir, masa tiap ketemu kita debat terus, baikan yuk!" ajak Lian sambil mengulurkan tangan.


Mira pun menjabat tangan Lian, sambil tersenyum.


"Nah! gitu kan cantik kamu Mir!" ledek Lian.


"Mulai kan!" kata Mira.


Mira dan Lian sudah tak berdebat lagi, mereka saling bertukar cerita .


Sementara Susi yang berjalan sendiri melihat Lisa sedang menangis. Susi mendekati Lisa lalu duduk di samping Lisa.


" Lisa, kamu kenapa?" tanya Susi.


"Tidak... tidak! aku baik-baik saja!" Lisa tersenyum ke arah Susi.


"Sendiri aja Lis?" tanya Susi lagi.


"Tentu saja, aku dari kantornya Aldo!" bohong Lisa.


"Ngapain Lis?" tanya Susi.


''Kita ada proyek bareng Sus,maksudnya kita akan kerja bareng lagi!" kata Lisa.


"Oh... bagus juga Lis,semoga lancar ya dan Aldo tidak membatalkannya!" ketus Susi.


Belum sempat Lisa menjawab, Susi berlalu meninggalkan Lisa.


Terimakasih sudah membacaπŸ™πŸ₯°πŸ₯°


Jangan Lupa


Like


Komen


Rate


Favorit


Gift/Vote


Terimakasih atas dukungannyaπŸ™ πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2