
Pagi ini Susi berencana pergi ke kampung halamannya, dia ingin menengok keluarga di kampung.
Susi kangen dengan adik satu-satunya.
''Mira, kamu mau ikut aku tidak?" tanya Susi.
"Kemana Sus? aku kan harus kerja," jawab Mira.
"Mira aku merindukan adikku, dia kemarin telepon katanya sakit, aku harus pulang Mir," kata Susi.
"Aku boleh ikut gak Sus?" tanya Mira.
"Boleh Mir, asalkan kamu minta izin Aldo dulu, nanti dia cari kamu!" tegas Susi.
"Sus, Aldo bukan suami aku, gak perlu izin sama dia cukup aku bilang mau pergi aja," ucapnya. Mira keras kepala sekali.
''Terserah kamu Mir, kalau dia nyariin lho, Mira ayo berangkat keburu malam nyampai kampung!" ajak Susi.
Mereka berdua berangkat dengan naik bus, menuju kampung Susi, jarak yang di tempuh membutuhkan waktu 10 jam. Saat ini mereka sudah berada di dalam bus.
"Mir, kamu sudah kasih tau Aldo?" tanya Susi.
"Udah kok, tadi waktu mau berangkat aku kirim pesan," jawab Mira.
"Kita tiga hari di kampung ya Mir, aku mau merawat adikku dulu," kata Susi.
"Aku seneng kok Sus, mau lama juga gak papa," ucap Mira sambil tersenyum.
"Jangan lama-lama Mir, nanti Aldo di ambil orang," canda Susi.
"Kalau Aldo mau gak papa Sus, aku ikhlas dari pada sama aku dia gak bahagia," Mira kembali ingat semalam waktu bersama Aldo.
"Kamu ngomong apa Mir?" kalau aku jadi kamu, aku gak akan lepas Aldo," kata Susi, dia tau kalau Mira lagi sedih.
"Sus, kamu tau kan Aldo itu anak orang kaya, sedangkan aku orang tua sudah gak ada, hanya pelayan toko lagi, mana cocok sama Aldo," jelas Mira.
"Mira, Aldo gak butuh kamu punya apa tapi dia butuh kamu berada di sampingnya, menemani dia di saat suka maupun duka," kata Susi lagi.
"Ngomong gampang Sus, kalau orang tua dia tidak memberikan restu gimana?" Mira mengeluarkan apa yang dia takutkan.
" Pasti Aldo akan berjuang....
Belum selesai Susi berbicara Mira memotongnya.
''Aku ngantuk Sus, nanti bangunin ya kalau sudah mau nyampai," Mira memejamkan matanya.
"Iya entar aku bangunin, aku tau kamu mengelak kan? dasar Mira," kesal Susi.
Tak berasa mereka hampir nyampai di kampung Susi, pemandangan yang menyejukkan mata mulai terlihat.
Kampung Susi dekat dengan pantai.
"Mir..Mira...dah mau sampai, bangun," Susi membangunkan Mira yang tertidur pulas di dalam bus.
"Masih ngantuk Sus," ucap Mira sambil menguap.
__ADS_1
"Ini di bus Mir, bukan di kamar," ketus Susi.
Mira mulai membuka matanya secara perlahan, betapa kagetnya dia melihat pemandangan yang jarang dia temui di kota, Mira merasa kagum dengan daerah yang masih hijau, jauh dari polusi udara.
" Mira kita sudah sampai di terminal, kita nanti naik angkot lagi Mir," kata Susi.
"Berapa lama lagi Sus?" tanya Mira.
"Gak lama kok, lima menit nyampai depan rumah," jawab Susi.
Kedua gadis itu turun dari bus, mereka mencari angkot yang masuk ke desa Susi.
Setelah mendapat angkot mereka segera naik, tapi masih menunggu penumpang lain baru angkot itu jalan.
Biasanya angkot yang menuju kampung Susi menunggu penumpang penuh.
Akhirnya mereka tiba di kampung halaman Susi.
Leny adik Susi menyambut mereka.
''Kak Susi!" teriak Leny.
''Adik! kamu sudah sembuh?" tanya Susi.
"Siapa yang sakit kak?" tanya Leny.
Kakak dan adik itu akhirnya saling berpelukan, untuk melepaskan kerinduan.
''Dek, kenalin ini teman kakak," kata Susi.
''Leny," ucap Leny sambil menerima uluran tangan Mira.
''Mari kak kita masuk rumah dulu! baru lanjut cerita sambil minum teh!" ajak Leny.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
''Bapak sama Ibu kemana Len?" tanya Susi.
''Mereka pergi ke ladang kak," jawab Leny.
Leny akhirnya masuk ke dapur untuk membuatkan minuman. Setelah selesai dia memberikan pada Mira dan Susi.
''Kak Mira, silahkan di minum kak!" ucap Leny sembari meletakkan teh di atas meja.
''Terimakasih dek, maaf merepotkan adik," kata Mira.
"Adik duduk dulu, kakak mau tanya?" Susi menyuruh Leny untuk duduk.
''Adik sudah sembuh?" tanya Susi kembali.
''Maaf kak, sebenarnya adik tidak sakit, kakak kalau gak di bohongi mana mau pulang," jawab Leny.
"Ya ampun dek, kakakmu ini khawatir," sahut Mira.
Mereka saling bertukar cerita, hingga
__ADS_1
waktu menjelang malam. Orang tua Susi juga sudah pulang dari ladang.
Penduduk di kampung Susi kebanyakan berkerja sebagai petani ada juga yang nelayan, karena dekat pantai.
Daerah itu terkenal sebagai penghasil ikan.
Keesokan harinya mereka sudah bangun dan berencana akan jalan-jalan ke pantai yang ada di dekat rumah, deburan ombak terdengar sangat kencang dari rumah Susi.
''Kak, jalan-jalan yuk ke pantai!" ajak Leny.
"Masih pagi dek, kita buat sarapan dulu ya," jawab Susi.
"Iya dek, masih dingin ini," sahut Mira.
Mereka bertiga lalu pergi ke dapur untuk membantu ibunya memasak.
"Mira, sudah istirahat saja biar ibu yang masak," kata ibunya Susi.
"Gak papa bu, Mira sudah biasa memasak bareng Susi," jawab Mira.
"Masakan Mira enak bu, sebentar lagi Mira juga jadi istri orang kaya, jadi harus bisa masak," sahut Susi.
"Susi apaan sih, enggak kok bu, Mira belum siap menikah," elak Mira.
Ibu Susi pun tersenyum, acara masak buat sarapan pun akhirnya selesai. Mira dan Susi menyiapkan hidangan di meja makan, keluarga itu pun sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan pagi Ibu dan Bapak Susi berpamitan mau berangkat ke ladang.
Mira penasaran ingin ikut ke ladang tapi tidak di perbolehkan oleh orang tua Susi, karena jarak yang agak jauh dan mereka berangkat dengan sepeda.
Mira mendapatkan telepon dari Aldo, ia memberi tahu Mira kalau ada kerjaan di luar kota untuk meninjau proyek kerjasama dengan temanya di daerah pinggir pantai.
Tapi Aldo tidak menjelaskan proyek itu di pantai mana.
Saat ini Aldo sudah berada di perjalanan ke pantai itu.
''Kak Mira, ke pantai yuk!" ajak Leny lagi.
"Boleh Len, tapi jauh gak pantainya?" tanya Mira.
" Dekat kok kak, dulu hampir tiap hari sebelum kak Susi ke kota kita jalan pagi ke pantai! sekarang sudah ramai kak pantainya! apalagi ada orang kota yang bangun resort di sana!" terang Leny.
"Kita tunggu Susi dulu ya Len," balas Mira.
"Kak Susi kalau di Suruh ibu ke tempat tetangga selalu lama kak," kata Leny lagi.
"Itu kakak mu sudah datang Len!" sambil menunjukkan di mana arah Susi berjalan.
"Sus, ke pantai yuk! kata Leny dekat ya?" tanya Mira.
"Boleh Mir, dekat kok, ayo!" ajak Susi.
Mereka bertiga berjalan menuju pantai.
Simak kelanjutannya💕💕💕
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya receh saya 🥰🥰