Mira

Mira
Bab 33 Rumah Baru


__ADS_3

Mira pagi ini bangun siang karena kelelahan merayakan acara lamarannya. Lian membangunkan Mira, dia ingin mengajak Mira melihat rumah yang sudah di beli Lian sebagai hadiah pernikahannya.


"Mira, kamu lama sekali," tegur Lian, menatap Mira dari atas sampai bawah.


"Lian, kamu lihat apa sih?" tanya Mira, malu dengan Lian.


"Tumben kamu cantik banget," kata Lian, tersenyum.


"Biasanya juga begini kan," ucap Mira.


Mereka berangkat menuju rumah baru, yang akan mereka tempati nanti setelah menikah.


"Mira, kamu suka tidak dengan rumah ini?" tanya Lian, menunjukkan rumah yang dia beli.


"Apapun pilihan kamu, aku pasti suka," jawab Mira, tersenyum ke arah Lian.


Lian dan Mira masuk ke dalam rumah itu, bagi Mira rumah yang di beli Lian terlalu mewah.


"Lian, kenapa kita tidak tinggal di rumah ayah saja, kan tidak perlu beli rumah lagi," ucap Mira.


"Aku ingin membuat kamu bahagia dengan caraku sendiri, Mira," jawab Lian, dia sangat sayang kepada Mira.


"Tapi bukan dengan materi juga, Lian," ucap Mira, mengerucutkan bibirnya.


"Terus kamu maunya apa?" tanya Lian, mengerutkan dahinya.


"Cukup dengan kasih sayang..." ucap Mira lirih.


Lian lalu memeluk tubuh Mira, dan mencium keningnya. Mereka sangat bahagia, saling menyayangi satu sama lain. Setelah selesai melihat rumah barunya, Lian mengajak Mira ke sebuah butik.


Di dalam butik itu terdapat berbagai jenis gaun pengantin, Mira memilih gaun berwarna putih yang sangat sederhana tetapi terbilang mewah.


"Lian, aku tidak mau gaun yang ini," ucap Mira.


"Ini bagus dari pada yang itu," ucap Lian, menunjuk gaun yang di pilih Mira.


"Jangan yang mahal Lian, itu terlalu mahal," protes Mira tidak setuju dengan gaun yang di pilih Lian.


Akhirnya Lian yang mengalah, dia mengikuti kemauan Mira, bagi Mira terlalu boros dan hanya di pakai sekali.


Bahkan Mira juga protes kenapa harus beli tidak menyewa saja. Lian ingin memberikan semua yang terbaik buat Mira, dia tidak mau mengecewakan orang yang dia cintai.


❤❤❤❤


Lisa mendatangi kantor Aldo, dia membawakan makan siang untuk Aldo.

__ADS_1


"Lisa, kenapa tidak ketuk pintu dulu?" tanya Aldo, saat melihat Lisa yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.


"Aku pikir tidak ada orang, maaf," ucap Lisa, lalu duduk di sofa dalam ruangan itu dan menaruh bekal buat Aldo di meja.


"Lina, kita lanjutkan nanti!" ucap Aldo pada Lina yang sedang membantunya.


"Baik pak, kalau begitu saya keluar dulu!" pamit Lina, lalu keluar dari ruangan Aldo.


Aldo menghampiri Lisa yang duduk di sofa, dia duduk di sebelah Lisa.


"Kamu bawa apa, Lisa?" tanya Aldo, melihat ada kotak makan di meja.


"Makan siang buat kamu, Do," ucap Lisa, mengambil kotak itu lalu memberikan pada Aldo.


"Asin lagi tidak?" tanya Aldo, lalu tersenyum ke arah Lisa.


"Coba saja di makan, enak apa tidak?" ucap Lisa.


Aldo lalu memakan bekal dari Lisa, ternyata masakan Lisa kali ini lumayan enak dan tidak asin.


"Enak, kamu mau coba?" tanya Aldo, menyendok makanan untuk di suap kan ke Lisa.


Dengan malu-malu Lisa mau menerima suapan Aldo, sepertinya hati Aldo sudah mulai bisa menerima Lisa.


Makanan yang di bawa Lisa akhirnya di makan berdua, tak lupa Aldo juga mengucapkan terimakasih kepada istri kontraknya itu. Lisa pamit pulang, karena dia ingin pergi ke rumah mamahnya.


Orang yang dulu dia cintai sekarang akan menjadi milik orang lain. Tetapi dia harus mengikhlaskan semuanya, dia tidak boleh egois, Mira juga butuh kebahagiaan.


Aldo dan Lina lalu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan Lisa tadi.


####


Susi menjaga toko bunga milik Mira sendiri, karena bagi dia jenuh juga kalau libur dan hanya sendiri di kost nya. Dia merapikan bunga-bunga yang baru datang dari taman, setelah selesai tinggal menunggu pembeli yang datang.


"Calon pengantin baru datang," ucap Susi, menyapa kedatangan Mira dan Lian.


"Kamu kapan jadi pengantin, Sus?" tanya Lian, meledek Susi.


"Besok kalau sudah dapat yang cocok," ucap Susi, ketus.


Lian dan Mira tersenyum mendengar jawaban Susi, dengan jahilnya Lian menelpon Tio untuk datang ke toko bunga milik Mira.


"Lian, kamu pulang dulu! nanti kalau kita sudah mau pulang aku telepon!" kata Mira.


"Ada teman yang mau datang kesini, Mira," jawab Lian.

__ADS_1


"Teman siapa?" tanya Mira.


"Ada pokoknya, kalian lanjut kerja saja! itu ada yang mau beli bunga!" jawab Lian.


Mira dan Susi melayani pembeli yang di bilang Lian tadi, pembeli itu memborong bunga mawar yang baru datang.


"Mira, toko kamu semakin rame!" ucap Susi.


"Alhamdulillah, Sus, apa kamu masih sanggup sendiri? atau kita cari teman lagi?" tanya Mira.


"Aku masih bisa kok sendiri," jawab Susi.


Tak lama kemudian Tio datang juga ke toko bunga Mira, dia membawakan kue untuk Lian.


"Susi, Lian ada di sini tidak?" tanya Tio, yang kebetulan Susi di depan toko merapikan bunga yang habis di pilih oleh pembeli.


"Tio, silahkan masuk! Lian ada di dalam kok!" ucap Susi, sambil menata bunga.


"Bunganya cantik-cantik seperti yang jual," ucap Tio lalu berjalan ke dalam toko bunga. Susi tersenyum mendengar ucapan Tio tadi.


Lian dan Tio sedang berdiskusi soal bisnis mereka yang ada di luar kota, mereka menjalin kerjasama sudah sejak lama. Mira membuatkan minuman buat mereka, lalu memanggil Susi agar ikut bergabung dengan mereka.


"Tio, aku pernah lihat kamu, tapi lupa di mana," ucap Mira, sambil mengingat-ingat di mana dia bertemu dengan Tio.


"Masa kamu sudah lupa, Mira?" ucap Tio.


"Di kantor ku mungkin," sahut Lian.


"Bukan, tapi di depan rumah Lisa," ucap Mira, membuat mereka kaget.


"Iya, aku dulu pernah mengantar Lisa tetapi, aku hanya di luar tidak masuk ke dalam rumah," jelas Tio.


"Kenapa begitu?" tanya Lian, Tio memang tidak pernah bercerita sebelumnya.


"Hubungan kita tidak direstui oleh orang tua Lisa," ucap Tio.


"Kenapa tidak direstui?" tanya Susi, ingin tau.


Tio menceritakan semua, kenapa orang tua Lisa tidak pernah menyetujui hubungan mereka.


Sebenarnya Tio dan Lisa dulu saling menyayangi, tetapi hubungan mereka selalu di sembunyikan dari siapa pun. Setelah selesai bercerita mereka pulang ke rumah, karena hari sudah mulai petang. Tio mengantarkan Susi untuk pulang lagi saat ini.


...❤❤❤❤...


Sambung besok ya........

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungan 🥰


__ADS_2