Mira

Mira
Bab 25 Toko Bunga


__ADS_3

Hari ini Mira mulai membuka toko bunga pemberian Ayahnya, dia sangat senang karena impiannya terwujud.


Mira di temani Lian hari ini, mereka sangat kompak dalam melakukan pekerjaan.


Bunga anggrek putih yang paling banyak di jual di toko Mira, selain peminatnya banyak bunga itu juga kesukaan almarhum Ibunya.


"Bagaimana kalau bunga ini habis Lian?" tanya Mira sembari merapikan bunga di tokonya.


"Di taman masih banyak, tapi kalau boleh sama Ayah kamu bisa jual!" ucap Lian asal ngomong.


"Entar tamannya gak bagus lagi dong!" kata Mira sambil melirik Lian.


"Yang penting dapat uang hehehe.... Lian meledek Mira.


"Calon suamiku kan kaya, aku tinggal minta!" ucap Mira sambil melempar satu buket bunga ke arah Lian.


"Mira....!" teriak Lian.


"Apa?" Mira mendekat ke arah Lian tepat muka mereka saling berhadapan.


Lian dengan sengaja mencium pipi Mira, membuat Mira tidak terima dan mereka kembali berdebat.


Lian pun pamit pergi ke kantornya, sementara Mira di toko sendiri.


Mira masih duduk dan membayangkan apa yang baru saja di alami. Dia memegang pipinya dan tersenyum malu mengingat kejadian tadi.


Sementara Lian sudah sampai di kantornya, dia memasuki ruangan sambil senyum-senyum membuat salah satu karyawannya heran. Tidak biasanya Lian seperti itu walaupun dia sangat ramah dan sopan kepada siapapun.


🌷🌷🌷


Mira menelpon Susi untuk datang ke tokonya, dia tau saat ini susi sedang libur kerja. Tak lama kemudian Susi pun datang ke toko bunga milik Mira.


"Mira, kamu apa kabar?" sapa Susi yang baru datang sembari memeluk Mira.


"Aku baik, seperti yang kamu lihat!" ucap Mira sambil membalas pelukan Susi.


Keduanya melepaskan pelukan itu, Mira mempersilahkan Susi duduk, mereka pun lanjut mengobrol.


"Baru buka tadi, Mir?" tanya Susi melihat sekeliling toko itu.


"Sebenarnya Lian dan Ayah sudah mempersiapkan toko ini sejak lama, tapi aku baru sempat buka tadi pagi!" jawab Mira sembari memberikan sebuah botol air mineral pada Susi.


"Ayahmu dan Lian sangat perhatian sama kamu, aku ikut bahagia Mira!" kata Susi.


Mira tersenyum ke arah Susi, semenjak bertemu Ayahnya dan Lian memang Mira lebih bahagia sekarang.


"Susi, aku mau menikah dengan Lian!" ucap Mira sontak membuat Susi kaget dan menyemburkan minumannya.

__ADS_1


"Apa....!" kaget Susi sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


"Pelan-pelan Sus!" kata Mira.


Susi minta penjelasan kepada temanya itu, kenapa bisa tiba-tiba mau menikah dengan Lian, yang secara Susi lihat mereka tidak pernah akur bahkan kalau bertemu selalu berdebat. Susi membayangkan seandainya beneran mereka menikah.


"Tidak... tidak... !" ucap Susi sambil menutup kedua telinganya.


"Kamu kenapa Susi? apanya yang tidak?" Mira bertanya kepada Susi karena kaget mendengar teriakan Susi.


"Aku ngebayangin kalau kamu menikah dengan Lian dan berdebat terus tiap hari Mira!" ucap Susi.


"Itu tidak akan terjadi, aku bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku nanti, kamu tenang aja ya!" jelas Mira.


Susi terdiam mendengar jawaban Mira, dia belum yakin kalau Mira tidak berdebat dengan Lian.


Beberapa menit kemudian Lian datang ke toko bunga Mira, dia menjemput Mira karena sudah sore.


Melihat di sana ada Susi mereka pun berbincang-bincang lagi.


"Sudah lama Sus, kamu di sini?" sapa Lian.


"Aku sudah dari tadi Lian!" jawab Susi sambil melihat Lian dan Mira.


"Lian, kamu sudah pulang? bentar ya aku ambil minuman!" ucap Mira.


Mira memberikan minuman kepada Lian dan makanan ringan untuk mereka nikmati sambil mengobrol.


"Bunganya cantik-cantik sayang ya di jual!" ucap Susi secara tiba-tiba.


"Itu aku semua yang milih!" timpal Lian.


Mira menyangkal jawaban Lian dan terjadilah perdebatan antar keduanya, Susi heran melihat pasangan yang katanya mau menikah tapi tidak ada romantisnya sama sekali.


"Cukup! kalian berdebat terus!" ucap Susi.


"Ini menjelaskan kebenaran Sus, kan semua bunga aku yang pilih lewat internet, bukan Lian yang milih!" ucap Mira sambil mengerucutkan bibirnya.


"Mira, katanya kamu bisa jadi istri yang baik?" tanya Susi.


"Kan kita belum menikah!" jawab Mira.


Lian melotot menatap Mira, dia kesal Mira berbicara seperti itu. Mira tak mau kalah di balas menatap Lian hingga akhirnya suara Susi membuyarkan tatapan mereka.


Lian menyuruh Mira untuk berkemas-kemas dan mengajaknya untuk pulang, sebelum pulang mereka mengantar Susi pulang terlebih dahulu.


Mira mengajak Lian untuk pergi ke taman dulu untuk melihat bunga yang ingin dia bawa pulang.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Di tempat lain seorang gadis tengah berdandan, dia akan menghadiri pesta ulang tahun temanya. Siapa lagi kalau bukan Lisa, dia akan pergi ke acara temanya.


"Kamu mau kemana Lisa?" tanya Ayahnya.


"Ulang tahun teman!" jawab Lisa ketus kepada Ayahnya.


"Lisa kamu bisa sopan tidak!" bentak Ayahnya.


Lisa tidak menjawab, dia berlalu begitu saja dan pergi ke garasi untuk mengambil mobilnya. Ayahnya merasa kecewa dengan Lisa, dia membiarkan Lisa pergi karena setiap menasehati selalu di abaikan.


Di tengah perjalanan Lisa menelpon Aldo, dia mengajak Aldo untuk menemaninya pergi ke pesta.


Aldo menolak ajakan Lisa tetapi Lisa tidak menyerah begitu saja. Meminta bantuan nenek Aldo adalah jalan yang dia tempuh, Lisa pergi ke rumah Aldo untuk menemui nenek Aldo.


Dia menceritakan kalau ingin pergi ke pesta dan akan mengajak Aldo, mendengar ucapan Lisa nenek Aldo sangat senang. Nenek langsung pergi ke kamar Aldo untuk membujuk cucunya agar mau menemani Lisa ke pesta. Karena yang membujuk neneknya Aldo menuruti permintaan neneknya.


Sebenarnya Aldo sangat kesal dengan Lisa, selalu memaksa. Dengan terpaksa Aldo pergi menemani Lisa ke pesta orang yang tidak di kenalnya.


Mereka berpamitan dengan nenek dan segera berangkat ke pesta.


Aldo menekuk wajahnya dari tadi, sepanjang perjalanan dia hanya diam dan fokus mengendarai mobilnya. Lisa yang duduk di sebelahnya sibuk membenarkan dandanannya sembari berkaca.


"Di mana Lis, tempatnya?" tanya Aldo dengan wajah kesalnya.


"Cafe yang ada di taman itu, Do!" ucap Lisa.


Tidak ada percakapan lagi, setelah sampai di tempat tujuan Aldo memilih menunggu Lisa di parkiran, tetapi Lisa tetap memaksa Aldo agar mau menemani masuk ke dalam cafe itu.


Aldo menolak keras ajakan Lisa, karena tidak suka dengan keramaian apalagi pesta. Dia lebih suka dalam hal pekerjaan kalau pun di keramaian.


Akhirnya Lisa masuk sendiri ke dalam cafe, kali ini dia tidak berhasil membujuk Aldo. Dengan sabar Aldo menunggu Lisa di tempat parkir mobilnya sampai acara itu selesai.


Kasihan juga Lisa tidak di temani Aldo 😊😊😊


Bersambung 💕💕💕💕


Terimakasih sudah membaca jangan lupa


Like


Komen


Favorit


Gift/vote

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2