Mira

Mira
Bab 97


__ADS_3

Mira sekarang sudah memulai aktivitas seperti biasanya, tetapi dia sudah tidak diperbolehkan untuk ke cafe lagi.


Susi saat ini juga sudah kembali berkerja di cafe, Mira juga sudah mulai beraktivitas jadi Susi tidak perlu menjaganya.


Di rumah Mira merasa bosan, tetapi dia harus menurut dengan suaminya. Saat berada di depan rumah Lisa menghampirinya, Mira juga kaget melihat penampilan Lisa yang tidak seperti biasanya.


"Mira!" teriak Lisa, saat memanggil Mira.


"Iya, Lisa. Ada apa?" tanya Mira dengan lembut.


"Bagaimana penampilan aku sekarang?" tanya Lisa, bukannya menanyakan keadaan Mira malah tanya soal penampilan.


"Menurut aku, lebih baik jangan berdandan seperti itu. Aldo tidak akan tertarik," ucap Mira.


"Percaya kalau Aldo hanya tertarik sama kamu! aku hanya sedang berusaha menarik perhatian dia," ucap Lisa.


"Usaha kamu akan sia-sia," kata Mira.


"Kamu iri sama aku?" tanya Lisa.


"Tidak Lisa, setau aku Aldo suka wanita yang berpenampilan sederhana tidak terlalu menor," kata Mira.


"Udah bilang saja kalau kamu iri, makanya bilang begitu," kata Lisa.


"Aku hanya menjawab pertanyaan mu dengan jujur," ucap Mira, lalu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Mira! tunggu!" teriak Lisa.


Mira tidak menyahuti teriakan Lisa, karena hanya akan disalahkan.


"Aku harus ke rumah mamah, masa Mira bilang dandanan ku terlalu menor dan Aldo tidak akan suka," ucap Lisa dalam hati.


Lisa kesal dengan ucapan Mira, padahal Mira hanya berpendapat dengan jujur. Tidak mungkin seorang Mira akan menjatuhkan temannya sendiri, walaupun Lisa pernah berbuat jahat dengannya.


"Mah, jawab dengan jujur! apa penampilan Lisa sekarang terlalu menor?" tanya Lisa pada mamahnya saat sampai di rumah mamahnya.


"Untuk apa berdandan seperti itu Lisa? lebih baik berpenampilan seadanya saja," sahut Papahnya yang kebetulan datang ke rumah.


"Jangan dengarkan Papah kamu, dia pikirannya kampungan seperti Mira," kata Mamah Lisa.


"Ini zaman modern Pa, Lisa anak kita terlihat cantik begini," kata Mamahnya.


"Orang tua macam apa, yang mengajari anaknya berpakaian seperti wanita tidak benar!" ucap Papah Lisa, lalu pergi meninggalkan rumah lagi.


"Mah, Papah aja bilang begitu. Saran dari Mamah memang gak bener," ucap Lisa.


"Kamu juga mau salahkan Mamah?" tanya Mamahnya.


Lisa juga pergi dari rumah Mamahnya, dia akan pergi ke rumah Nenek tetapi teringat dengan ucapan Aldo kemarin.


***

__ADS_1


Mira mengirim pesan singkat pada Suaminya, dia ingin pergi ke cafe karena bosan di rumah sendiri. Lian akhirnya meninggalkan pekerjaannya dan menjemput Mira lalu mengantarkannya ke cafe.


"Mira, kenapa kamu kesini? nanti tidak bisa istirahat," ucap Susi.


"Aku bosen Susi, di rumah tidak ada orang," kata Mira.


Karyawan yang lain ikut menyambut dan menanyakan kabar Mira, mereka sangat akrab dengan Mira. Mira juga menganggap mereka semua sebagai saudara bukan hanya sebatas atasan dan bawahan.


"Sudah, biar mbak Mira istirahat. Ayo kita lanjut kerja!" ajak Siska.


"Gak papa Siska, biar kalau ada yang mau menemani ku," ucap Mira.


Siska mengajak teman-temannya untuk kembali berkerja, para pengunjung cafe juga sudah banyak yang berdatangan.


"Susi, ayo kita ke taman!" ajak Mira.


"Kamu tidak lihat, aku masih kerja," tolak Susi.


"Izin lagi sama Lian atau aku yang bilang," kata Mira.


"Mira, jangan ngajak bolos terus sebentar lagi aku mau nikah," kata Susi.


"Apa hubungannya bolos kerja sama nikah Susi, jangan terlalu memikirkan biaya nanti juga ada," ucap Mira.


Mira dan Lian sebenarnya sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk pesta pernikahan Susi dan Tio. Tetapi mereka masih merahasiakan, Mira juga tidak tega melihat Susi berkerja keras sendiri.

__ADS_1


__ADS_2