
Hai semua jumpa lagi π€
Kita lanjutkan lagiπ
Happy Reading β€β€
Aldo pagi ini menemui Lian di rumahnya, dia bermaksud untuk menanyakan soal kerjasama mereka. Lian sebenarnya ingin membatalkan kerjasama itu, tetapi Aldo sangat membutuhkan bantuannya.
"Kapan kita mulai pembangunan mall itu, Do?" tanya Lian, sekarang dia mengikuti Aldo.
"Besok bagaimana? biar Sandra tidak terus-terusan mengejar ku," ucap Aldo, padahal Aldo sendiri yang selalu memberikan kesempatan buat Sandra. Seandainya dia menolak dengan tegas pasti Sandra juga tidak akan mengejarnya, bahkan dia juga sering meminta waktu Sandra untuk menemaninya di saat sedang suntuk.
"Aldo, kamu harus tegas dengan wanita itu, jangan biarkan dia merusak rumah tangga kamu," ucap Lian, memberi nasehat pada Aldo.
"Sebenarnya aku tidak mencintai Lisa, kita hanya nikah kontrak semua aku lakukan demi Nenek," jelas Aldo, membuat Lian heran dengan keputusan yang salah langkah itu.
"Pernikahan kamu buat mainan? sadar Do, walaupun kamu belum mencintainya setidaknya kamu hargai perasaannya," kata Lian, membuat Aldo diam.
"Sayang, ayo kita berangkat!" ajak Mira, dia tidak tau kalau Aldo datang kerumahnya.
"Sebentar, ini ada Aldo," ucap Lian.
"Ya sudah, aku tunggu di dalam," kata Mira, lalu masuk ke dalam rumah.
Aldo hanya bisa menatap Mira, wanita yang pernah dia cintai kini menjadi tetangga. Dia harus menahan segala perasaan yang ada di dalam dirinya.
"Kalian mau pergi?" tanya Aldo, merasa tidak enak.
"Mau ke cafe antar Mira dulu baru ke kantor," jawab Lian.
Aldo hanya bisa berkata di dalam hati, harusnya dialah yang berada di posisi Lian saat ini, tapi apa daya jika tidak berjodoh hanya bisa memandang.
"Kalau begitu aku pamit pulang, aku juga harus berangkat ke kantor!" ucap Aldo, meninggalkan rumah Mira.
Setelah Aldo pulang, Lian memanggil Mira untuk di ajak berangkat ke cafe.
####
Rumah mamah Lisa.
"Dasar tidak tau malu! untuk apa kamu melakukan hal menjijikkan seperti itu!" marah papa Lisa, dia tau kalau istrinya melakukan hal yang tidak di sukai.
__ADS_1
"Pergi! kalau kamu datang ke sini hanya marah!" usir mamah Lisa, yang tidak terima suaminya marah padanya.
"Orang tua Mira sudah meninggal semua, kamu masih saja mengganggu anak itu! dimana perasaan kamu?" tanyanya lagi, membuat mamah Lisa tambah marah.
"Aku tidak suka dengan keluarga mereka, aku akan hancurkan satu-satu!" teriak mamah Lisa.
Papah Lisa sudah putus asa menasehati istrinya tapi tidak pernah di dengar, dia memilih pergi meninggalkan istrinya dari pada ribut tapi tidak ada ujungnya.
Setelah suaminya pergi mamah Lisa, menghubungi seseorang untuk memindahkan harta suaminya atas namanya, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan karena papah Lisa sudah memindahkan hartanya atas nama Lisa tanpa sepengetahuannya.
Ide liciknya mulai berjalan, dia akan berusaha mendekati Lisa, demi harta dan hidup mewah mamah Lisa tidak akan pernah menyerah. Apa yang dia inginkan harus tercapai walaupun mengorbankan orang yang berada di sekitarnya.
Saat ini dia mendatangi Lisa dan Aldo, dia meminta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya ataupun membuat malu mereka. Tapi hanya omong kosong belaka, dia mempunyai rencana jahat yang pastinya sudah di rencanakan dalam otaknya.
Untuk berubah menjadi baik bagi mamah Lisa adalah hal yang tidak mungkin, karena sudah menjadi kebiasaan sejak dulu.
"Ada apa mamah datang ke sini?" tanya Lisa, masih sedikit marah dengan mamahnya.
"Kenapa tanya seperti itu? harusnya kamu senang mamah datang," ucapnya dengan lembut.
"Tidak biasanya mamah datang kesini," sahut Aldo, kebetulan dia berada di rumah.
"Kebetulan mamah ada di sini, bagaimana kalau mamah ke rumah Mira untuk meminta maaf soal kejadian kemarin," ucap Aldo.
"Kurang ajar kamu, sama mertua berani nyuruh!" mamah Lisa tidak mau melakukan apa yang Aldo mau.
"Mah, kita malu sama Mira. Tolong mamah ngerti!" ucap Lisa, merayu mamahnya agar mau ke rumah Mira dan meminta maaf.
"Mamah tidak melakukan apapun, kalian harus percaya," ucapnya meyakinkan Aldo dan Lisa.
"Bener bukan mamah yang menyuruh orang itu memasukkan kecoa dalam makanan?" tanya Aldo.
"Mah, lebih baik mamah ngaku! dari pada berurusan dengan pihak berwajib," jelas Lisa.
"Iya, nanti mamah minta maaf ke Mira! puas kalian!" ucapnya dengan kesal.
Lisa tersenyum ke arah Aldo dan mamahnya, dia merasa senang karena akhirnya mamahnya mau merendahkan diri untuk meminta maaf.
Dibalik semua itu, mamah Lisa meminta maaf karena ada yang dia mau dari Aldo dan Lisa.
Aldo dan Lisa mengajak mamahnya untuk datang ke cafe milik Mira.
__ADS_1
"Kenapa disini? mamah mau minta maaf tapi di rumah saja," ucap mamah Lisa, dia menolak untuk masuk ke dalam cafe.
"Ayo kita turun!" ajak Aldo.
"Ayo mah! jangan mempermalukan kita," bujuk Lisa.
"Justru kalian yang akan mempermalukan, ini tempat umum!" tolak nya.
Setelah Aldo membujuknya akhirnya mamah Lisa mau turun, dia lalu memanggil Mira untuk berbicara secara tertutup. Mira menemui mereka, walaupun dia masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Mira, maksud kedatangan kita kesini mau meminta maaf atas kejadian kemarin," ucap Aldo, sembari menatap Mira, yang begitu terlihat cantik di matanya.
"Minta maaf? maksudnya apa, Do?" tanya Mira, dia sudah melupakan kejadian kemarin karena sudah ikhlas dengan semua.
"Ayo mah, bicara!" bisik Lisa, pada mamahnya.
"Begini Mira, tante minta maaf kemarin sudah menyuruh orang untuk membuat cafe sepi dan merusak pot di rumah kamu," ucap mamah Lisa, dengan nada terpaksa.
"Sebelum tante minta maaf, Mira sudah maafkan," kata Mira, dengan senyum manisnya. Membuat Aldo tidak berkedip saat melihat Mira.
"Tante menyesal Mira, sudah melakukan semuanya," ucap mamah Lisa lagi.
"Tidak usah di bahas lagi, Mira sudah ikhlas, tante. Sekarang tante mau makan apa?" kata Mira, sembari memberikan daftar menu kepada mamah Lisa.
Mira benar-benar tidak mau mengingat apa yang sudah dilakukan oleh mamah Lisa, karena hanya akan membuatnya sakit hati. Dia juga takut akan menyimpan dendam, jika terus mengingat kesalahan orang yang telah menyakitinya.
Lebih baik menjalani sesuatu dengan hati yang ikhlas, dari pada mengingat kesalahan orang.
Setelah Aldo, Lisa dan mamah Lisa pergi, Susi datang menghampiri Mira.
"Mira, kamu yakin mamah Lisa itu tulus?" tanya Susi, dia tidak percaya dengan mamah Lisa.
"Biarkan saja, yang penting kita sudah memaafkan," jawab Mira.
Susi hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Mira, dia heran dengan Mira sudah disakiti masih saja baik.
Bersambung.....
Terimakasih atas dukungannya π€
Maaf belum bisa membalas komentar π
__ADS_1