
Halo jumpa lagi dengan Mira❤
Happy Reading☕☕☕☕☕
Susi dan Tio saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah Susi, mereka berangkat dengan menggunakan mobil Tio. Di dalam perjalanan mereka saling tukar cerita, Tio juga berencana mengenalkan Susi kepada kedua orang tuanya.
"Apa masih jauh, Susi?" tanya Tio.
"Lumayan! kan aku sudah bilang kalau jauh!" ucap Susi.
"Bagiku tidak jauh, asal bersama kamu," kata Tio, mengulas senyum di wajahnya.
"Kita bisa istirahat dulu, kalau kamu capek!" ucap
"Boleh, kita cari makan siang dulu!" ucap Tio, lalu memarkirkan kendaraannya di depan restoran.
"Kamu mau makan apa?" tanya Tio.
"Tio, ini makanan mahal semua!" kata Susi, berucap pelan.
"Sudah pesan saja! nanti aku yang bayar!" ucap Tio.
"Aku tidak enak sama kamu!" tolak Susi.
Tio terus memaksa Susi untuk memesan makanan, tetapi Susi tetap menolak. Terpaksa dia memesankan makanan yang sama dengan dirinya.
"Ayo, kita makan!" ajak Tio.
"Tio, kan aku sudah bilang tidak! kenapa kamu pesan juga!" kata Susi.
"Ini tinggal makan, lho! masa iya kamu tolak!" ucap Tio.
"Iya, aku makan!" kata Susi.
Selesai makan siang mereka meneruskan perjalanan yang masih lumayan jauh.
"Tio, kamu sudah tau belum? kalau Lisa dan Aldo pernah berkerja sama membangun sebuah resort di pinggir pantai?" tanya Susi.
"Aku sempat dengar, tapi aku masih di luar kota," ucap Tio.
"Sudah hampir dekat dengan rumah," ucap Susi.
"Tidak begitu jauh menurutku!" sahut Tio.
" Kita di jalan hampir setengah hati, tetap saja jauh!" kata Susi.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah Susi, rumah itu terlihat sepi, tidak ada orang. Susi dan Tio turun dari mobil, lalu Susi mengetuk pintu rumahnya. Tidak ada orang yang menyahut. Susi ke tempat tetangga nya untuk bertanya.
"Tio, orang tuaku sedang di ladang, adikku belum pulang! kita tunggu sebentar!" ucap Susi.
"Aku ngerti, kok!" jawab Tio.
"Rumah ku, tidak sebagus rumah di kota! orang tua ku juga bekerja di ladang! apa kamu tidak malu berteman dengan ku?" tanya Susi.
"Kamu bicara apa! kenapa juga harus malu!" ucap Tio.
"Aku yang malu sama kamu... ucap Susi lirih.
Tio bukan laki-laki yang memandang harta, asal dia nyaman dan cocok pasti dia juga senang berteman dengan orang. Susi menurut Tio adalah gadis yang sederhana dan pekerja keras, itu alasan mengapa dia ingin lebih dekat mengenal Susi.
__ADS_1
Ayah, Ibu dan adik Susi sudah berada di rumah, mereka menyambut Tio dengan baik dan sangat ramah. Tio sangat senang bertemu dengan orang yang ramah, tak lupa dia juga membawakan oleh-oleh dari kota.
🌹🌹🌹
Aldo baru pulang dari kantor, dia menyuruh Lisa membereskan pakaiannya.
"Lisa, bereskan semua baju kamu! kita akan pindah ke rumah hari ini juga!" ucap Aldo, pergi ke kamar dan membereskan barang-barang milik sendiri.
"Iya, aku tidak banyak membawa baju di sini!" kata Lisa.
"Sudah belum?" tanya Aldo, ketika dia sudah selesai membereskan barang-barangnya.
"Tolong bantu aku! ini berat!" ucap Lisa.
"Lisa, tidak usah manja! itu hanya koper kecil, kamu bisa menariknya keluar!" kata Aldo, lalu berjalan menuju mobilnya.
"Aldo! tunggu!" ucap Lisa lagi.
Dengan kesal Aldo membawakan barang milik istrinya itu dan memasukan ke dalam mobil.
"Ayo kita berangkat!" ajak Aldo.
"Iya!" ucap Lisa, singkat.
Mereka berangkat ke rumah baru itu, setelah sampai mereka membereskan barang-barang yang di bawanya.
"Kamar kamu sebelah sana, Lisa!" kata Aldo, menunjukkan kamar untuk Lisa.
"Kenapa kita tidak satu kamar saja?" tanya Lisa.
"Aku tidak ingin terjadi apa-apa!" ucap Aldo, masuk ke dalam kamar sebelah nya.
***
"Lian, sepertinya kita punya tetangga baru," ucap Mira.
"Mulai penuh ini perumahan," sahut Lian.
"Sejak kita di sini, banyak juga yang baru menempati!" kata Mira, melihat ke arah luar dari dalam jendela.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Lian, memeluk Mira dari belakang.
"Kita tidak salah lihat kan?" tanya Mira.
"Tidak, mainlah kalau mau ke tetangga baru kita!" ucap Lian, mencium pipi Mira.
"Kapan-kapan saja!" ucap Mira, membalas ciuman Lian.
"Kamu mulai berani," ucap Lian sambil tersenyum.
Mira malu dengan apa yang baru saja dia lakukan.
"Aku keluar sebentar!" ucap Mira, lalu dia berjalan ke depan rumahnya. Tak sengaja dia melihat Lisa sedang membawa barang masuk ke dalam rumah, dia lalu kembali masuk di dalam kamar di mana Lian berada.
"Lian!" teriak Mira.
"Iya, ada apa?" tanya Lian, kaget.
"Aku tadi melihat... Mira diam, dia masih ragu dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
"Lihat apa?" tanya Lian.
"Tidak, aku salah lihat mungkin!" ucap Mira.
"Apa mungkin aku salah lihat, seandainya benar Lisa tetangga ku bagaimana? apa aku harus terlihat mesra dengan Lian?" ucap Mira dalam hati.
"Kenapa bengong?" tanya Lian lagi.
"Tidak! aku mau buat kue dulu!" pamit Mira, tetapi Lian menarik tangan Mira hingga Mira jatuh ke pangkuannya. Hingga membuat keduanya saling berpandangan, saat Lian mendekatkan wajahnya ke Mira, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar. Mira segera bangun dan merapikan bajunya.
"Aku buka pintu dulu!" ucap Mira.
"Biar aku saja! aku tidak mau istriku yang cantik ini di lihat orang!" ucap Lian.
Lian segera membuka pintu, betapa terkejut dia, yang datang ke rumahnya adalah Lisa.
"Lisa!" kaget Lian.
"Kok kamu ada di sini, Lian!" Lisa juga terkejut.
"Ada apa ke sini? silahkan masuk!" ucap Lian.
"Aku tadi melihat seorang wanita di sini, aku ingin main saja!" ucap Lisa, masuk ke dalam ruang tamu lalu duduk.
"Sebentar aku panggil Mira!" kata Lian, masuk ke dalam kamar lalu memberitahu kalau Lisa yang datang ke rumahnya. Mira akhirnya keluar dan menemui Lisa.
"Lisa, kamu apa kabar?" sapa Mira dengan ramah.
"Aku baik, Mira!" ucap Lisa.
"Kamu kok bisa tau rumah aku?" tanya Mira.
"Aku dan Aldo sekarang tinggal di sebelah rumah!" jelas Lisa.
"Maksudnya kita tetangga?" tanya Mira lagi.
"Iya, seperti itu kenyataannya!" ucap Lisa.
Lisa menceritakan awal mula dia membeli rumah itu dan akhirnya menjadi tetangga Mira.
Mira hanya tersenyum dengan ucapan Lisa, dia justru menghawatirkan Lian kalau bertemu dengan Aldo.
"Bentar ya, Lisa! aku buatkan minum dulu!" ucap Mira, lalu akan pergi ke dapur untuk membuat minuman.
"Tidak, Mira! jangan repot-repot!" ucap Lisa.
"Kenapa, Lisa?" tanya Mira.
"Aku pulang dulu! Aldo masih di rumah!" pamit Lisa.
"Lain kali main saja kesini!" sahut Lian.
Lisa menganggukkan kepalanya lalu dia pulang ke rumah.
Benar-benar tidak ada yang menyangka mereka akan menjadi tetangga, bagaimana nanti ke depannya?
Tunggu ya🤗🤗
Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung🥰🥰
__ADS_1
...❤❤❤❤❤...