Mira

Mira
Bab 120


__ADS_3

Lisa pergi ke apartemen milik Sandra saat ini, dia ingin berbicara dengan Sandra.


Aldo tidak mengetahui hal ini, karena dia sudah berangkat ke kantor.


Tok... tok... tok...


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Sandra, dia sedang memandang ke arah luar di depan jendela.


"Lisa!" kaget Sandra saat membuka pintu.


"Kenapa? terkejut," ucap Lisa.


"Tidak, ayo silahkan masuk!" ajak Sandra, kemudian Lisa mengikuti Sandra masuk ke dalam apartemen dan duduk di sofa ruang tamu.


Lisa mengutarakan tujuannya datang menemui Sandra, tetapi Sandra tetap santai menanggapi Lisa.


"Aku hanya mau tanya, kenapa kamu selalu mengganggu suamiku?" tanya Lisa.


"Mengganggu? aku selalu menolak ajakan suami kamu, tetapi dia selalu memaksa. Kamu juga tau kalau aku di sini hidup sendiri jadi mana mungkin aku tolak," ucap Sandra.


Bagai di sambar petir Lisa mendengar ucapan Sandra, baru ini ada orang berani bicara apa adanya.

__ADS_1


"Kenapa diam? kamu memang beruntung bisa menikah dengan Aldo, tetapi tidak bisa memiliki seutuhnya," kata Sandra. Bahkan di sentuh saja tidak," Lanjutnya.


"Kamu...


Tangan Lisa hendak menampar Sandra tetapi tiba-tiba ada tangan yang menahannya, siapa lagi kalau bukan tangan Aldo.


"Hentikan!" bentak Lisa.


"Kamu lebih bela wanita yang menjadi orang ketiga buat keluarga kita, Do?" tanya Lisa.


"Dia bukan orang ketiga, tetapi aku sendiri yang datang padanya," jelas Aldo.


Wajah Lisa sudah memerah menahan marah, dia menampar Aldo dengan keras lalu meninggalkan mereka.


Aldo sama sekali tidak marah dengan Sandra, dia juga tidak mengejar Lisa.


Lisa pulang ke rumah dia langsung membereskan semua bajunya dan pergi dari rumah. Saat ini pikirannya sedang kacau, dia pergi ke luar kota dan tinggal di tempat temannya.


Aldo malah mengajak Sandra untuk melihat proyek mall yang belum jadi, karena Lian menghentikan kerjasamanya dan belum ada yang menggantikan proyek itu.


"Aldo, kenapa seperti ini?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Ini belum selesai semua, Lian sudah menghentikan proyek nya," kata Aldo.


"Kamu ceroboh sekali! hanya mementingkan diri sendiri," ucap Sandra.


"Semua aku lakukan karena masih ada rasa dengan Mira, setiap melihatnya seakan aku ingin memeluknya," jelas Aldo.


"Harusnya kamu sadar, Mira sudah bahagia dengan suaminya. Sedangkan kamu, tiap hari ribut terus sama istri," kata Sandra.


"Itu karena mereka saling mencintai, sedangkan aku nikah saja di paksa. Andai saja aku bisa menentang Nenek, pasti aku sudah bahagia dengan Mira," kata Aldo.


Sandra mengerti kondisi Aldo saat ini, memang sulit bagi dia untuk membuka hati untuk Lisa. Dari awal dia juga tidak pernah mencintai Lisa, tetapi dengan Sandra dia bisa nyaman.


Aldo dan Sandra kemudian kembali ke kantor, mereka membicarakan masalah proyek. Saat ini Sandra sedang tidak bercanda, dia serius agar proyek mall segera selesai.


"Aldo, apa bisa satu bulan selesai?" tanya Sandra.


"Belum tentu, aku belum dapat perusahaan yang bisa membantu," kata Aldo.


"Nanti aku yang bayar! cari saja perusahaan yang mau bantu," kata Sandra.


"Tidak, kamu harus memperhitungkan agar tidak rugi," kata Aldo.

__ADS_1


Sandra tetap bersikukuh, karena yang dia mau proyek mall dia selesai dalam waktu satu bulan. Tidak peduli berapa kerugian yang dia tanggung gara-gara Aldo.


__ADS_2