Mira

Mira
Bab 30 Pernikahan ALDO &LISA


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Aldo dan Lisa, Mira, Susi dan Lian akan berangkat bersama ke pesta itu.


Sebenarnya pesta itu tidak meriah tetapi Lisa tetap ingin mengundang Mira ke pesta pernikahannya dengan Aldo.


Aldo saat ini sama sekali belum ada persiapan, dia malah berada di kantor. Menurut Aldo pernikahannya tidaklah penting, karena hanya pernikahan kontrak.


Nenek sangat marah dengan Aldo dan mamahnya, karena mereka belum datang saat acara akan segera di mulai.


"Benar-benar memalukan mereka!" gerutu nenek Aldo, dia kesal dengan anak dan cucunya.


Lisa sudah sangat kebingungan, dia mondar-mandir dari tadi takut Aldo dan mamahnya benar tidak datang.


Lima menit kemudian Aldo datang bersama mamahnya, pernikahan berjalan lancar tanpa ada halangan.


Mira, Susi dan Lian juga sudah sampai di lokasi pesta pernikahan. Mereka memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, Clara yang begitu berharap Mira sebagai menantunya memeluk Mira dan meneteskan air mata. Perasaannya sebagai seorang ibu sangat hancur saat ini, anak semata wayangnya harus terpaksa menikah karena keegoisan sang nenek.


Mira tau betul bagaimana perasaan Clara saat ini, dia menahan air mata yang hampir menetes.


"Terimakasih banyak Mira, kamu sudah mau menghadiri pesta ini... ucap Clara lirih.


"Sama-sama tante," balas Mira, dengan senyum yang terpaksa.


Aldo melihat Mira dengan mata berkaca-kaca, tetapi ini semua sudah terlanjur. Semua yang dia lewati tidaklah mudah.


Lian dan Susi segera mengajak Mira untuk pulang karena takut terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan.


"Mira, ayo kita pulang!" ajak Susi, dengan berbisik-bisik.


Mira hanya menganggukkan kepala, tanda kalau dirinya setuju untuk di ajak pulang.


Setelah mengganti baju mereka pergi ke taman bunga, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.


🍃🍃🍃


Pesta yang di adakan keluarga Lisa dan Aldo telah selesai, perasaan mereka tidaklah sama ada yang bahagia ada yang sedih.


"Lisa, kemas barang-barang kamu! kita segera pindah ke apartemen!" ajak Aldo dengan nada tinggi.


"Kenapa kita tidak tinggal di rumah ku?" tanya Lisa, sedikit kesal dengan Aldo.


"Kalau tidak mau ikut ya sudah!" balas Aldo, meninggalkan Lisa menuju ke tempat mamahnya.


Aldo memeluk Clara dan meminta maaf atas keputusan yang tidak pernah dia inginkan. Berat buat dia menjalani semua ini, dia juga berharap mamahnya bisa menjaga nenek dengan baik. Karena pengorbanan Aldo sangat besar, berani menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dia cintai. Clara juga sudah mengizinkan Aldo untuk tinggal di apartemen miliknya.


Tak lupa Aldo juga berpamitan dengan orang tua Lisa, mereka juga mengizinkan Lisa untuk ikut Aldo. Karena sifat manja Lisa juga harus di hilangkan. Lebih baik jika mereka tinggal berdua karena akan menimbulkan rasa suka.

__ADS_1


Nenek Aldo juga mengizinkan mereka tinggal berdua di apartemen.


"Kalian harus segera memberikan cicit buat nenek!" ucap neneknya, dengan semangat.


"Tentu saja nek!" jawab Lisa, melihat ke arah Aldo.


Aldo hanya diam tidak menjawab perkataan neneknya, dia hanya berpamitan.


Karena sudah lelah, Aldo dan Lisa segera ke apartemen.


"Lisa, kamar kamu sebelah sana!" ucap Aldo, sambil menunjukkan kamar Lisa yang ada di sebelah kamarnya.


"Kita sudah menikah! haruskah beda kamar?" tanya Lisa, menatap Aldo.


"Sudah jangan banyak tanya!" jawab Aldo.


"Pokoknya aku gak mau kita pisah kamar!" ucap Lisa, lalu masuk ke dalam kamar Aldo.


"Kamu taruh barang-barang kamu di kamar ini! tetapi untuk tidur harus di sebelah!" tegas Aldo, yang tidak mau kalah juga dengan Lisa.


"Terserah kamu mau ngomong apa!" ucap Lisa, dia berganti pakaian di depan Aldo, tetapi Aldo memalingkan muka.


"Lis, kamu punya malu gak?" tanya Aldo, kesal dengan tingkah Lisa.


"Percuma ngomong sama kamu!" kata Aldo, meninggalkan Lisa ke kamar sebelah.


Mereka akhirnya beristirahat di kamar yang berbeda, tidak seperti pengantin lain pada umumnya.


🍃🍃🍃


Pagi harinya Aldo sudah siap untuk berangkat ke kantor, dia membuat sarapan sendiri.


Lisa baru bangun dan menuju ruang makan, di mana Aldo sedang sarapan pagi.


"Kamu tidak ambil cuti Do?" tanya Lisa, sambil duduk bersebrangan dengan Aldo.


"Kerjaan aku banyak! kamu tidak kerja?" jawab Aldo, balik bertanya pada Lisa.


"Aku sekarang kan istri kamu, buat apa kerja!" ucap Lisa, dengan entengnya.


"Terserah kamu saja!" kata Aldo, sambil memakan sarapannya.


"Kapan kita bulan madu Do?" tanya Lisa, penuh harap.


Seketika pertanyaan itu membuat Aldo tersedak, lalu Lisa mengambilkan minum buat Aldo.

__ADS_1


"Tidak ada bulan madu... ucap Aldo lirih.


"Ya sudah! aku nanti mau ke rumah nenek!" ucap Lisa, meninggalkan Aldo dan masuk ke dalam kamar.


Setelah selesai sarapan Aldo berangkat ke kantor, di perjalanan dia melihat Mira berboncengan motor dengan Lian, membuat konsentrasinya hilang hingga hampir menabrak kendaraan lain, untung saja cepat dia mengerem mendadak.


Di kantor pekerjaan Aldo sangat menumpuk, banyak yang harus di selesaikan juga. Dia meminta bantuan Lina untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Pak, kenapa tidak ambil cuti?" tanya Lina, memberanikan diri untuk bertanya, dia heran kenapa pengantin baru langsung masuk kerja.


"Banyak kerjaan!" jawab Aldo singkat.


"Emang gak capek Pak?" tanya Lina lagi.


"Melelahkan juga pesta kemarin," jawab Aldo.


Lina terdiam tidak melanjutkan pertanyaannya lagi, dia melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena banyak tanya.


☘️☘️☘️


Lisa datang ke rumah nenek Aldo saat ini, dia mengadu kepada nenek kalau Aldo tidak mau di ajak untuk bulan madu. Nenek kesal dengan apa yang Lisa bilang, ingin rasanya memarahi cucu kesayangannya itu.


Clara yang mendengar Lisa dan nenek bercerita hanya diam, tidak berkomentar apapun justru sibuk dengan ponselnya.


"Mamah, tolong bujuk Aldo dong!" ucap Lisa, bicara dengan Clara.


"Bujuk apa, anak saya lebih tau mana yang harus dilakukan!" ketus Clara.


"Untuk bulan madu, Mah!" kata Lisa, dengan sedikit memaksa.


"Mungkin Aldo belum sempat! kamu harus bisa ambil hatinya sebagai istri yang baik!" ucap Clara, lalu pergi meninggalkan Lisa dan Nenek Aldo.


"Kamu yang sabar menghadapi Aldo, jangan kasar dan jangan membantah apa maunya!" ucap Nenek.


"Tapi, Aldo sangat keterlaluan baru juga menikah dia langsung kerja!" ucap Lisa kesal.


"Nanti pulang dari kerja ajak Aldo ke sini!" kata Nenek, sambil menepuk pundak Lisa.


Lisa mengangguk dan berpamitan untuk pulang ke apartemen yang di tempati bersama Aldo.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Mira hadir lagi setelah sekian lama tidak update 🙈🙈


Terimakasih buat yang sudah membaca dan terimakasih juga untuk dukungannya ❤

__ADS_1


__ADS_2