Mira

Mira
Bab 103


__ADS_3

Lian dan Tio hati ini menemui penyetor sayuran itu, Lian memprotes dan menunjukkan foto sayur yang telah mereka kirim. Tetapi pihak penyetor tidak mengakui hal itu, membuat Lian dan Tio bingung.


Penyetor itu juga menunjukkan kalau kualitas sayur miliknya tidak perlu di ragukan lagi, karena sudah banyak langganan mereka.


Karena Lian sudah kontrak selama sebulan dan tidak bisa dibatalkan lagi, maka dia akan meminta tukar sayur jika hal itu terjadi lagi. Pihak penyetor pun menyetujui permintaan Lian, mereka sudah tidak mempunyai pilihan lain.


Masalah sayur sudah dapat diselesaikan, sekarang tinggal masalah kantor. Pekerjaan di kantor sangat menumpuk membuat Lian tidak ada waktu untuk ke cafe.


Di cafe Mira ikut membantu memasak lagi, kalau di rumah dia juga merasa jenuh.


"Mira, kira-kira bagaimana masalah sayuran?" tanya Susi, dia khawatir besok tidak ada stok dan jika harus berbelanja lagi sangat merepotkan.


"Kamu tenang saja, Susi. Pasti dapat teratasi kamu tidak tau saja bagaimana mereka menyelesaikan masalah," kata Mira.


"Iya, kenapa aku bingung? aku ke depan dulu!" kata Susi, lalu meninggalkan Mira.


***


Semenjak Lian membatalkan proyek dari Sandra kini Aldo tengah mencari pengantinnya, dia belum mendapatkan orang yang tepat untuk membantunya.

__ADS_1


Dia merasa putus asa karena tidak mungkin dia kerjakan sendiri, padahal proyek itu hampir selesai.


"Lina, bisa kamu bantu aku cari perusahaan untuk menyelesaikan proyek mall?" tanya Aldo.


"Ada Pak, tetapi mahal," jawab Lina.


"Kamu bisa tawar tidak? kita samakan dengan di sini," ucap Aldo.


Lina menjelaskan kalau perusahaan itu berada di luar kota, jadi untuk transportasi saja sudah mahal. Aldo bertambah pusing, kemudian dia berencana untuk meminta bantuan Lian lagi.


Aldo memutuskan datang ke kantor Lian, tetapi Lian tidak ada di kantor. Yang ada hanya Tio, Aldo terpaksa membicarakan dengan Tio.


"Aku tidak bisa memaksa Lian, hanya dia yang bisa memutuskan," kata Tio.


"Tolong, aku sangat membutuhkan bantuan kalian," kata Aldo, dengan wajah melasnya.


"Aldo, kita sudah cukup sabar kamu mengulur waktu. Tetapi kamu malah bikin masalah," kata Tio.


"Aku sangat menyesal, seandainya aku tidak ceroboh pasti semua tidak akan seperti ini," ucap Aldo.

__ADS_1


"Lian pastinya sangat kecewa, bahkan dia tidak memperhitungkan kerugian yang dia tanggung," kata Tio. Apalagi dia kehilangan calon buah hatinya, pasti sakit," Lanjutnya.


"Kesalahan ku sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Tetapi, dari pada kita sama-sama rugi lebih baik kita lanjutkan proyek itu," kata Aldo.


Tio tidak bisa memberi keputusan pada Aldo, hanya Lian yang bisa memberikan keputusan itu. Aldo segera berpamitan untuk kembali ke kantornya.


Di perjalanan menuju kantor, Aldo teringat dengan Sandra. Mungkin Sandra bisa membantunya menyelesaikan masalah ini, tetapi ponsel Sandra tidak bisa di hubungi.


Sandra menjadi orang yang sibuk ketika sudah berada di negara suaminya, karena dia juga mengurus sebuah perusahaan yang cukup besar.


"Sial, kenapa semua orang susah untuk diminta pertolongan," gerutu Aldo.


Aldo tidak jadi ke kantor, dia memutar arah kendaraannya menuju ke rumah Neneknya. Sejak marah dengan Lisa, dia belum mengunjungi Neneknya lagi.


Di rumah Neneknya, dia bertemu dengan Lisa yang ternyata berada di tempat Neneknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2