Mira

Mira
Bab 95


__ADS_3

"Kebiasaan Lisa kalau punya uang pergi tidak ingat waktu, jam segini belum juga pulang," gerutu Aldo.


Tak lama kemudian Lisa pulang dengan penampilan yang berbeda, Aldo kaget dan melihatnya dari ujung rambut sampai kaki.


"Apa-apaan kamu, Lisa? suami sedang pusing mikirin banyak kerjaan kamu malah pergi seenaknya," omel Aldo.


"Makanya jangan suka bikin masalah, yang ada pusing sendiri," ucap Lisa. Dalam hati Lisa bertanya-tanya. "Kenapa Aldo tidak memujiku? percuma dong aku dandan secantik ini."


Lisa berlalu begitu saja menuju kamarnya, dia tidak begitu menghiraukan Aldo saat ini. Lisa sudah capek mengikuti apa mau Aldo, sedangkan dirinya hanya menurut dan menunggu sampai Aldo membuka hati untuknya.


Ponsel Aldo berbunyi, Sandra menghubunginya malam ini. Sandra berpamitan dengan Aldo kalau besok dia akan berangkat ke luar negeri, karena suaminya sudah menjemputnya. Aldo meminta untuk bertemu dengan Sandra saat ini, awalnya Sandra menolak tetapi Aldo terus memaksa.


Di sebuah cafe mereka bertemu Sandra berangkat sendiri, begitu juga dengan Aldo berangkat tanpa berpamitan dengan Lisa.


"Sandra, kamu baru keluar dari rumah sakit. Kenapa sendirian?" tanya Aldo. Suami kamu mana?" Lanjutnya.


"Dia masih dalam perjalanan menuju ke sini, aku sudah baikan. Kamu jangan khawatir," ucap Sandra tersenyum ke arah Aldo.


"Kenapa secepat ini? bagaimana dengan kerjasama kita?" tanya Aldo.


"Suamiku tau aku sakit, jadi dia menjemput ku. Masalah proyek itu kamu tenang saja, aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi," jelas Sandra.


"Tetapi, ada yang kurang rasanya," ucap Aldo.


"Hahaha... Aldo, kamu tidak rela aku pergi? kemarin saja kamu berusaha menjauhi aku, sekarang aku pergi kamu seakan-akan tidak rela," ucap Sandra.


"Karena aku sudah nyaman dengan kamu," ucap Aldo.


"Istri kamu lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang kamu, jangan sampai kamu menyesal, Do," kata Sandra.


"Aku tidak akan pernah menyesal, sekalipun Lisa meninggalkan aku. Kamu juga tau kita menikah karena terpaksa," kata Aldo. Aku juga sudah berusaha membuka hatiku untuknya tetapi bayangan Mira seakan selalu muncul dalam ingatan ku," Lanjutnya.


"Mira? istrinya Lian?" ucap Sandra.


"Iya, dia mantan kekasih ku. Aku tidak bisa melupakan dia padahal dia sudah bahagia," kata Aldo.


"Gila kamu, Do," kata Sandra.

__ADS_1


"Hanya kamu Sandra, orang yang mengerti keadaan aku. Aku mohon kamu jangan pergi, ya," kata Aldo.


Sandra adalah tempat untuk berkeluh kesah bagi Aldo selama ini, tetapi tidak ada yang mengetahui hal itu. Walaupun Sandra juga menyukai Aldo, tetapi dia tidak akan merebutnya dari Lisa. Karena Sandra juga tau kalau Lisa tidak akan pernah bisa memiliki cinta Aldo.


Aldo memeluk Sandra dengan erat, dia memohon agar Sandra tidak jadi pergi ke luar negeri.


"Tidak bisa, aku harus kembali ke negara suamiku," ucap Sandra.


Aldo masih saja membujuk Sandra, sampai akhirnya Sandra mengajaknya untuk pulang.


"Ayo kita pulang! sekarang sudah malam," ajak Sandra.


"Tidak, aku masih ingin di sini," tolak Aldo.


Sandra kemudian mencari akal agar Aldo mau di ajaknya pulang, dia beralasan belum minum obat karena tertinggal di apartemennya.


Aldo akhirnya mau di ajak untuk pulang, dengan syarat Sandra harus mau diantarkan pulang ke apartemennya.


"Sekarang lebih baik kamu pulang, ini sudah malam, Do," ucap Sandra.


"Kamu tidak menyuruhku untuk masuk, tetapi malah mengusir ku," kata Aldo, menatap Sandra.


"Jangan, nanti ada orang melihat," tolak Sandra dengan halus.


"Baiklah, aku pamit pulang!" pamit Aldo dengan sedikit rasa kecewa.


"Aldo!" teriak Sandra, Aldo pun menoleh mendengar teriakan Sandra. "Hati-hati!" Lanjutnya.


Aldo tersenyum ke arah Sandra, lalu melanjutkan jalan kaki menuju parkiran di apartemen Sandra. Perasaan Aldo saat ini bercampur aduk antara sedih dan senang, dia senang karena Sandra selama ini baik dengan dia, walaupun seringkali Aldo kasar dengan Sandra.


"Sandra, namamu akan selalu ku ukir dalam hati. Walaupun kita hanya sebatas teman," ucapnya dalam hati.


Begitu sampai di rumah Aldo langsung pergi ke kamarnya, tiba-tiba Lisa datang menggunakan pakaian yang tidak pantas di lihat bagi Aldo.


"Aldo, boleh aku ikut tidur di sini?" tanya Lisa.


"Boleh, asal ganti dulu baju kamu," ucap Aldo.

__ADS_1


"Kenapa? kamu tidak suka? atau jangan- jangan kamu tidak normal," kata Lisa.


Aldo langsung melotot ke arah Lisa, dia tidak suka Lisa berkata seperti itu.


"Keluar!" usir Aldo.


"Aku takut tidur di kamar sendiri," alasan Lisa.


Aldo tetap memaksa Lisa untuk mengganti bajunya, dia tidak suka melihat wanita berpakaian tidak sopan walaupun itu istrinya sendiri.


"Bayangkan aku ini Mira," ucap Lisa.


"Tutup mulut kamu!" bentak Aldo.


Lisa sudah kebal dengan bentakan Aldo, dia tidak menghiraukan lagi. Yang saat ini dia lakukan demi tujuannya, walaupun harus mengorbankan sesuatu yang berharga. Toh buat orang yang dia cintai jadi tidak akan sia-sia, walaupun Aldo tidak pernah mencintainya.


Pikiran Lisa saat ini sudah kembali seperti dulu, karena saat akan berbuat baik dan merubah diri justru Aldo mengabaikannya.


Aldo tidak berhasil menyuruh Lisa untuk mengganti bajunya, dia terpaksa tidur dengan Lisa lagi. Lisa tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia merasa tidak nyaman sendiri karena kedinginan. Aldo sengaja menyalahkan ac, agar Lisa berpindah kamar.


"Aldo, aku kedinginan. Tolong matikan ac nya," ucap Lisa.


Aldo tidak menghiraukan ucapan Lisa, dia justru tidur dengan nyenyak. Lisa geram dengan kelakuan Aldo yang seperti anak kecil menurutnya.


Keesokan harinya saat Aldo bangun, Lisa masih tertidur di sebelahnya. Dia tidak nyaman dengan keadaan Lisa dengan selimut tersingkap yang memperlihatkan bagian tubuhnya yang mulus, karena pakaian kurang bahan yang digunakan. Aldo membenarkan selimut Lisa, lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Aldo sama sekali tidak tertarik dengan aku, bahkan berpakaian seperti ini tidak membuatnya melirik ku," ucap Lisa dalam hati.


Lisa kemudian kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya, yang semalam tidak nyenyak.


Sandra mengirimkan sebuah pesan kepada Aldo, dia berpamitan untuk pergi ke luar negeri sekarang juga.


"Aldo, maafkan aku yang selama ini selalu merepotkan kamu. Terimakasih sudah banyak membantu dan merawat ku saat aku sedang sakit," kata Sandra yang berbentuk pesan singkat. "Aku pamit, jaga dirimu baik-baik. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan," Lanjutnya.


Aldo hanya tersenyum, lalu menghubungi Sandra melalui ponselnya. Tetapi panggilan tidak dapat dia lakukan, kemungkinan pesawat yang ditumpanginya sudah berangkat.


Aldo masih melamun di meja makan dengan di temani secangkir kopi, hingga suara cempreng Lisa mengagetkannya.

__ADS_1


"Aldo!" teriak Lisa, karena sudah memanggil dengan pelan tetapi Aldo tidak mendengar.


__ADS_2