Mira

Mira
Bab 44


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹


Seminggu sudah berlalu, kini Lian menagih janjinya pada istrinya.


"Sayang, ini sudah seminggu," ucap Lian, berbaring di tempat tidur bersebelahan dengan istrinya.


"Apanya?" jawab Mira, pura-pura lupa.


Tanpa aba-aba Lian langsung menindih tubuh istrinya, lalu mereka melakukan kewajiban sebagai suami istri.


( Maaf skip aja ya 🙏🙏 )


Keesokan harinya Mira sudah berada di dapur, untuk membuatkan sarapan pagi untuk suaminya.


"Mira, kamu sudah bangun?" tanya Lian, yang baru saja bangun tidur, rambut masih acak-acakan bekas di jambak Mira semalam.


"Iya, lebih baik kamu mandi dulu!" ucap Mira, sambil menata hidangan di meja. Lian memeluk Mira dari belakang.


"Sayang, kamu sudah mandi?" tanya Lian, mempererat pelukannya.


"Tadi bangun tidur, aku langsung mandi," ucap Mira, membalikan badan menghadap suaminya.


"Aku mandi dulu!" kata Lian, mengecup bibir sang istri.


Lian sangat bahagia karena sekarang dia memiliki Mira seutuhnya, bahkan dia berencana mengajak Mira untuk bulan madu. Mira menolak karena alasan toko bunganya tidak ada yang menjaga. Hari ini Mira tidak di perbolehkan untuk ke toko bunga, dia di suruh istirahat oleh suaminya. Lalu dia memberitahu Susi.


"Aku berangkat dulu, sayang! kamu istirahat saja di rumah, kalau ada apa-apa telepon saja!" pamit Lian.


"Iya, kamu juga hati-hati!" jawab Mira.


Lian lalu berangkat ke kantor, tak sengaja Mira melihat Aldo dan Lisa bertengkar. Karena sadar di lihat oleh Mira lalu Aldo pergi dengan mobilnya. Lisa kemudian datang ke rumah Mira.


"Lisa, ada apa? ayo kita bicara di dalam!" ajak Mira, mereka duduk di ruang keluarga sambil mengobrol.


"Mira, aku tidak tau lagi bagaimana menghadapi Aldo!" ucap Lisa.


"Setau aku Aldo bukan orang yang rumit, kalau ada apa-apa mending kamu cerita ke suami kamu!" kata Mira.


"Maksud ku, apa dia tidak bisa mencintaiku? tiap hari kita ribut!" kata Lisa.


"Lisa, kamu harus bersabar pasti Aldo bisa mencintai kamu!" ucap Mira.


"Bagaimana caranya?" tanya Lisa.


"Kamu harus bisa mengambil hatinya dan kasih perhatian ke dia!" jawab Mira.


"Sudah, Mira! bahkan aku masak tidak pernah dia makan... ucap Lisa lirih.

__ADS_1


"Sabar ya, Lisa!" ucap Mira, lalu memeluk sahabatnya itu.


Lisa akhirnya pulang dan memasak lalu pergi ke kantor Aldo.


Di kantor Aldo.


"Eh... ada ibu Lisa!" sapa Lina.


"Lina, apa Aldo ada di dalam?" tanya Lisa.


"Masuk saja bu, tunggu di dalam! pak Aldo sedang meeting di luar!" jawab Lina.


Kemudian Lisa masuk ke dalam ruangan Aldo, dia menunggu Aldo. Tetapi Aldo tak kunjung datang, sampai Lisa bolak- balik tanya ke Lina.


Dua jam kemudian Lina memberitahukan kepada Lisa, kalau Aldo langsung pulang ke rumah, karena akan meninjau lokasi proyek kemungkinan akan pulang malam dan langsung ke rumah. Lisa kemudian berpamitan untuk pulang pada Lina.


"Lina, aku pamit pulang dulu! ini kamu makan saja!" ucap Lisa, memberikan makanan itu ke Lina, karena waktu sudah hampir petang.


"Terimakasih, bu! nanti saya makan!" kata Lina, menerima makanan itu.


Lisa keluar dari kantor Aldo, dia berjalan kaki menuju ke rumahnya. Dalam hatinya sangat kesal, Aldo dari tadi juga tidak bisa di hubungi.


"Lisa! kenapa kamu jalan kaki!" tanya salah satu teman Lisa.


"Aku, pingin jalan saja!" jawab Lisa, gugup.


Lisa pun mau ikut dengan temanya, mereka pergi ke sebuah cafe di mana ada teman mereka yang mengadakan pesta.


***


Aldo siang tadi memang pergi ke kantor temanya untuk meeting, karena mereka mengadakan kerjasama.


Karena banyak yang di bahas dan mengunjungi lokasi proyek mereka, sehingga Aldo pulang larut malam.


Sesampainya di rumah dia tidak mendapati istrinya ada di rumah, hal itu membuatnya ketawa.


"Lisa ternyata tidak benar-benar berubah, masih saja suka bergaul dengan teman-temanya itu!" gerutu Aldo.


Aldo memang laki-laki pekerja keras, dia selalu berusaha sendiri untuk mendapatkan hasil yang terbaik.


Tok... tok... tok...


Suara ketukan pintu membuatnya mengurungkan niat untuk menghubungi Lisa.


"Kamu dari mana?" tanya Aldo yang baru saja membuka pintu, ternyata Lisa baru pulang.


"Dari tempat teman!" jawab Lisa, berlalu begitu saja menuju kamarnya. Aldo mengikuti Lisa dari belakang, dan mencekal tangan Lisa.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan, Do!" ucap Lisa.


"Mau kamu apa, Lisa? tiap hari pulang malam!" ucap Aldo.


"Peduli apa kamu sama aku!" kata Lisa.


"Kamu istri aku sekarang! tolong jangan berbuat seenaknya!" kata Aldo.


Lisa terus menjawab apa yang di katakan Aldo, sehingga membuat mereka ribut lagi.


"Aku capek Lisa, tiap hari ribut terus!" ucap Aldo, sambil mendudukkan diri di tempat tidur.


"Apalagi aku, Do! selalu sakit hati dengan sikap kamu!" ucap Lisa.


"Maaf kalau aku sudah nyakitin kamu!" kata Aldo, menatap wajah Lisa.


"Yang aku mau hanya cinta kamu, Do!" kata Lisa.


"Mira!" ucap Aldo, memegang pipi Lisa, dia membayangkan kalau Mira yang ada di dekatnya.


"Aku Lisa, Do!" bentak Lisa.


Aldo segara sadar, ternyata bayangan Mira masih saja menghantuinya.


"Lisa, kamu ngertiin aku! aku masih butuh waktu untuk melupakan Mira... ucap Aldo lirih.


Lisa hanya terdiam dan mendengarkan apa yang di katakan Aldo, dia teringat ucapan Mira tadi pagi. Dia harus bersabar dan berusaha membuat Aldo jatuh cinta dengannya.


###


Beberapa hari kemudian Aldo dan Lisa sudah tidak bertengkar lagi, mereka sudah menjalani kehidupan selayaknya suami istri tetapi nafkah batin belum mereka dapatkan. Aldo yang masih belum bisa melupakan Mira dan belum mau menyentuh Lisa.


Lisa terus di telepon oleh nenek Aldo, dia minta segera di buatkan cicit untuk mewarisi harta bendanya.


Dia terus mencari cara agar Aldo mau tidur dengannya, seperti saat ini Lisa membuatkan minuman untuk Aldo dan di beri sebutir obat.


Tanpa sengaja minuman yang di buatnya tadi tumpah, karena saat Aldo mengambil minuman itu masih panas.


"Maaf, Lisa! aku tidak sengaja! biar aku yang membersihkan!" kata Aldo, lalu mengambil pel untuk membersihkan lantai yang basah karena air minum tadi.


"Biar aku saja, Do!" ucap Lisa, sambil membersihkan pecahan gelas tadi.


Pecahan gelas dan air yang tumpah tadi akhirnya di bersihkan berdua. Aldo memandang Lisa dalam hati berkata," Lisa cantik juga, sebenarnya dia juga baik tetapi kenapa aku belum bisa mencintainya!"


Semoga saja Lisa cepat berubah dan Aldo bisa mencintainya dengan tulus. Tapi semua itu butuh waktu Lisa harus bersabar dan menghilangkan segala akal liciknya.


Bersambung ❤🤍

__ADS_1


Terimakasih semua yang sudah mendukung dan membaca🤗🤗


__ADS_2