
"Tante, tadi di sekolah Alya punya teman baru," ucap Raka, saat mengantarkan Alya pulang.
"Dasar tukang ngadu, Raka!" ketus Alya.
"Alya, gak boleh gitu," kata Susi.
"Tante, Raka pulang dulu," pamit Raka.
Setelah Raka pulang Susi menasehati Alya, memang Susi sendiri yang menyuruh Raka untuk mengawasi Alya.
Bagi Susi anak gadis membutuhkan perhatian yang lebih, jangan sampai salah pergaulan. Beruntung ada Raka yang selalu menjaga dan mengawasi Alya di sekolah.
"Alya, benar kata Raka kamu harus hati-hati dalam berteman. Jangan sampai salah bergaul," kata Susi.
"Mah, tadi itu teman baru. dia baru masuk hari ini," kata Alya.
"Iya, tapi kamu harus tetap hati-hati," ucap Susi tersenyum ke arah Alya.
***
Sore hari saat Aldo pulang kerja, dia membawakan es krim lagi. Kebiasaan sejak mereka kecil terbawa sampai sekarang. Mira juga sudah tidak melarang Raka untuk menemui Aldo, Raka sudah besar pasti tau bagaimana cara memposisikan diri.
"Raka," panggil Aldo dari rumahnya.
"Om, sudah pulang?" tanya Raka, kemudian menuju rumah Aldo.
"Baru saja sampai rumah, Alya mana?" ucap Aldo.
"Ada di rumahnya, Om," jawab Raka.
__ADS_1
Aldo kemudian menyuruh Raka untuk memanggilkan Alya, untuk mengajak Alya ke rumah Aldo mereka berdua harus berdebat dulu.
"Ini buat kalian berdua," ucap Aldo, memberikan es krim kepada Alya dan Raka.
"Om, masih ingat saja kesukaan Alya," ucap Alya.
"Tentu dong," jawab Aldo. Sekarang bagaimana kalau kita jalan-jalan sore!" ajak Aldo.
"Kita harus pamit Mamah dulu, Om. Kalau tidak boleh gimana?" kata Raka.
"Om, tau kan? Mamah kita kata gimana kalau marah," sahut Alya.
Mereka bertiga kemudian tertawa, keakraban antara mereka memang sangat erat. Aldo sendiri juga menganggap mereka berdua seperti anaknya sendiri.
Dulu Aldo pernah datang ke kantor Lian, dia meminta izin untuk bertemu dengan Raka. Aldo juga memohon agar memperbolehkan Raka bermain ke rumahnya, dia memang kesepian tidak ada lagi yang menemaninya di rumah. Lian juga mengizinkan Raka untuk bermain ke tempat Aldo.
"Pah, kenapa Om Aldo belum punya istri atau anak? kasihan dia hidup sendiri," ucap Raka.
"Heran aja, Pah. Dari dulu dia selalu membawakan Raka sama Alya oleh-oleh, dia baik banget," kata Raka.
"Gak baik ngomongin orang, ayo kita makan dulu!" ajak Mira, setelah selesai menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya.
Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga. Raka tipe anak yang sering bertanya jika ada hal yang membuatnya penasaran.
"Pah, kapan kita liburan? perasaan kita di rumah terus," ucap Raka.
"Liburan kemana? sekolah juga belum libur," ucap Mira.
"Kaya orang-orang gitu, Pah. Biar keluarga kita terlihat bahagia," kata Raka.
__ADS_1
"Papah sudah bahagia melihat kamu dan Mamah mu bahagia," ucap Lian, sembari mengacak rambut anaknya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Lian, saat ini dirinya merasa bahagia begitu juga dengan Mira. Dengan kesederhanaan hidup dan keluarga yang saling menyayangi.
Lian memeluk Mira dan Raka, dia bangga memiliki istri dan anak yang nurut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
Hallo semua 🤗
Jangan lupa
Vote
Like
Rate
Komentar
Terimakasih atas dukungannya 🙏
..."Mira" sampai di sini ya🤗🤗...
Baca juga karya yang lain
__ADS_1
"Sahabat"
"Sebatas Rasa"