Mira

Mira
Bab 109


__ADS_3

Hari ini adalah hari pesta pernikahan Susi dan Tio, pesta yang di adakan oleh keluarga Susi begitu sederhana. Para tamu undangan juga berasal dari warga kampung itu, walaupun sangat sederhana tetapi bagi mereka adalah pesta yang sangat meriah.


Mira dan Lian sudah hadir dari pagi, mereka akan mendampingi Susi di acara ijab qabul. Keluarga Tio juga sudah berdatangan, mereka dari malam sudah berada di hotel dekat pantai.


Pasangan pengantin itu terlihat sangat bahagia, Susi yang terlihat begitu cantik menggunakan kebaya warna putih senada dengan pakaian Tio.


Acara ijab qabul akhirnya berjalan dengan lancar, sekarang giliran acara resepsi. Para tamu undangan bergantian memberikan ucapan kepada kedua pasangan pengantin.


Dengan hidangan khas kampung yang sangat sederhana, mereka menikmati satu persatu.


"Sayang, ayo kita menemui Susi dulu!" ajak Mira dengan bisik-bisik.


"Bentar," jawab Lian, dia masih asyik ngobrol dengan saudara Tio.


Lian dan saudara Tio membicarakan tentang bisnis yang mereka geluti saat ini.


"Lian, aku berbisnis di luar kota kalau di kota ini belum tertarik," ucap saudara Tio.


"Padahal di kota kita sangat menjanjikan, banyak peluang berpenghasilan besar," kata Lian.

__ADS_1


"Kelas aku masih pemula, perlu banyak belajar," ucap saudara Tio.


"Sama, aku juga masih belajar bareng Tio. Kita ada cabang juga di luar kota," ucap Lian.


"Kalian hebat, tetapi Tio kenapa tidak mau memegang perusahaannya sendiri?" tanya saudaranya.


"Mengenai hal itu, aku juga kurang paham. Mungkin ada sesuatu yang sedang dia rencanakan," ucap Lian.


Tio memang dulu pernah memegang perusahaannya sendiri, tetapi karena ada kendala dia menyerahkan perusahaannya ke Papahnya lagi. Dia juga lebih senang berada di luar kota. Tio sudah lama berkerja dengan Ayah Mira sebenarnya, tetapi tidak ada yang tau termasuk Lian. Lian juga belum lama di kenalkan dengan Tio, mereka sangat cepat akrab. Ayah Mira juga belum lama memberitahu Lian kalau bisnisnya banyak di luar kota.


Karena saudara Tio akan segera kembali ke kota, mereka menyudahi ngobrolnya. Lian dan Mira segera menemui Susi untuk mengucapkan selamat.


"Terimakasih banyak Mira, kamu sudah menyempatkan untuk berkunjung kesini lagi," kata Susi.


"Susi, selamat semoga langgeng," ucap Lian, menjabat tangan Susi.


"Iya, Lian terimakasih banyak," kata Susi.


Kemudian Lian mengucapkan selamat untuk Tio, mereka saling berpelukan sebagaimana Susi dan Mira.

__ADS_1


"Kalau tidak ada kamu, acara ku tidak berjalan," kata Tio.


"Kamu bisa aja," kata Lian.


"Nanti kalian menginap di sini, kan?" tanya Susi. Aku akan persiapkan kamar," Lanjutnya.


"Tidak, terimakasih. Kita akan kembali ke kota nanti," tolak Lian.


"Sayang, kenapa kita tidak pulang besok?" tanya Mira.


"Besok ada acara di kantor, sayang," jawab Lian dengan lembut.


"Nak, kenapa harus buru-buru? ini juga rumah kamu, Mira," kata Ibu Susi.


"Maaf, bu! lain kali kita akan berlibur ke sini lagi," kata Lian.


Mira masih mengerucutkan bibirnya, karena dia masih ingin berada di kampung Susi. Menurut Lian ini bukan waktu yang tepat karena keluarga Susi masih sibuk dengan pernikahan Susi.


Lian mengajak Mira untuk segera berpamitan pada keluarga Susi dan Tio. Keluarga Tio sebagian juga harus kembali ke kota karena mereka akan mempersiapkan pesta di rumah Tio.

__ADS_1


__ADS_2