Mira

Mira
Bab 21 Aku Suka Sama Kamu Mira


__ADS_3

Halo Mira hadir kembali 💕💕


Happy Reading ☕☕☕


Mira dan Clara sekarang berada di cafe depan toko perhiasan itu. Clara memberi tahu soal Aldo yang merasa sedih di tinggal Mira, tetapi Mira hanya tersenyum mendengarkan apa kata Clara.


Clara juga memohon agar Mira mau kembali dengan Aldo, tapi Mira tidak bisa karena hatinya sudah terlanjur sakit. Lian tau kalau Mira sedang berada di cafe bersama Clara, lalu mengajak Mira untuk pulang. Clara kecewa dengan Mira, apalagi ada Lian yang tiba-tiba datang mengajak Mira pulang. Clara mengira Mira sudah mendapatkan pengganti Aldo. Saat ini harapan menjadikan Mira sebagai menantu telah kandas.


Clara saat ini sedang berada di kantor Aldo, dia memberitahukan soal Mira kepada Aldo sambil menangis. Aldo memberikan penjelasan kepada mamahnya baru Clara bisa tenang.


🥀🥀🥀


Sampai di rumah Lian memberi pertanyaan kepada Mira, dia khawatir Mira akan merasa kasihan dan mau balik dengan Aldo.


"Mira, untuk apa kamu menemui mamahnya Aldo?" tanya Lian sambil menatap Mira.


"Kebetulan kita tadi bertemu kok!" ucap Mira.


"Kamu jadi wanita jangan lemah Mira!" ucap Lian sambil berlalu menuju kamar.


Mira duduk di tepi kolam samping rumah, dia merenungi apa yang pernah dia alami saat ini.


Hidup dia penuh dengan air mata, Mira mulai sadar sekarang. Ternyata orang yang dia anggap sebagai sahabat tak sebaik apa yang dia pikirkan.


Dia sudah lelah dengan apa yang dia alami selama ini, mulai saat ini dia akan lebih berhati-hati dalam berteman.


Lian mengagetkan Mira yang sedang duduk di tepi kolam, hingga menimbulkan perdebatan antara mereka.


Mira berdiri akan pergi dari tempat itu, saat baru berdiri tak sengaja Lian menyentuh tubuh Mira hingga terjebur ke dalam kolam.


Lian tertawa melihat Mira jatuh ke dalam kolam, dia baru sadar saat Mira berteriak minta tolong.


Akhirnya Lian masuk ke dalam kolam untuk menolong Mira.


"Lian! aku jadi basah kan!" ucap Mira sambil menatap kesal Lian.


"Aku juga basah!" ucap Lian ketus.


Mira berlalu pergi meninggalkan Lian untuk mengganti bajunya yang basah, begitu juga dengan Lian. Setelah selesai mengganti baju mereka duduk di ruang keluarga.


"Mira, aku minta maaf ya, tadi gak sengaja!" ucap Lian.


"Iya, jangan di ulangi lagi, aku gak bisa renang Lian!" ucap Mira sambil mengerucutkan bibirnya.


" Mira, kamu cantik sekali, pasti orang yang mendapatkan kamu sangat beruntung," batin Lian. Sambil menatap Mira.


''Lian..... !" Mira berteriak mengagetkan lamunan Lian.

__ADS_1


"A... apa!" Lian gugup tangannya sambil menggaruk kepada yang tidak gatal.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Mira melotot ke arah Lian.


"Kamu cantik, Mir!" ucap Lian sambil tersenyum ke arah Mira.


"Emang dari kecil aku udah cantik!" ucap Mira sembari melirik Lian.


"Aku suka sama kamu, Mira!" kata Lian tanpa rasa malu.


"Lian, aku belum bisa lupain Aldo, maaf!" ucap Mira lirih.


"Hahaha....... serius amat, Mir!" ucap Lian padahal dalam hatinya berkata, "Mira, aku sayang sama kamu, sejak pertama kali kita bertemu dan belum saling mengenal! "


Mira berlari menuju kamarnya karena dia malu, sudah menganggap ucapan Lian serius. Entah mengapa dia belum bisa melupakan Aldo. Hati tidak akan pernah bisa berbohong walaupun mulut berkata tidak. Apalagi cinta pertama pasti sulit untuk melupakan, butuh perjuangan. Kadang mengingat masih terasa sakitnya padahal sudah lama, apalagi yang belum lama.


Lian juga masuk ke dalam kamar, tangannya mengacak-acak rambutnya. Dia merasa bodoh dengan ucapannya tadi dengan Mira.


🥀🥀🥀


Di kota lain Ayah Mira sedang mengurus bisnisnya sekalian untuk berobat, selama ini ayah Mira sakit tetapi dia merahasiakan dari anak-anaknya. Tak ingin membuat Mira bersedih begitu juga dengan Lian, yang masih terpukul kehilangan ke dua orang tuanya.Hari ini ayah Mira menyuruh orang untuk membuatkan toko bunga buat Mira dan membagi seluruh hartanya.


Dia merasa hidupnya sudah tidak akan lama lagi, sebagai orang tua Ayah Mira merasa gagal karena belum bisa membahagiakan anaknya.


Setelah cek up ke dokter, Ayah Mira mengunjungi makam istrinya lalu pulang ke rumah, untuk melihat suasana rumah yang dulu di tempati keluarga kecil itu.


Pada saat masih muda Mamah Lisa pernah suka dengan Ayah Mira, tetapi Ayah Mira lebih suka dengan kesederhanaan ibunya Mira. Ibu Mira tidak tahu kalau sahabatnya menyukai kekasihnya, dulu mamah Lisa tidak pernah jahat. Tetapi sifat jahatnya muncul saat mereka sudah menikah, Mamah Lisa sendiri menikah dengan Ayah Lisa, yang berasal dari keluarga kecukupan tetapi dalam rumah tangganya hanya ada keributan.


Ayah Mira merenung di dalam rumah itu, dia teringat masa-masa dulu bersama keluarga tercinta.


Tetapi saat ini melihat Mira bisa hidup bahagia adalah cita-citanya. Dia pergi sengaja ingin mendekatkan Mira dengan Lian, walaupun tujuan itu belum tentu tercapai.


Ayah Mira juga tahu hubungan Aldo dengan Mira, dia juga tidak ingin memaksakan keinginannya itu.


🥀🥀🥀


Lian saat ini menelpon Ayahnya menanyakan keadaannya dan kapan pulang. Mira merebut telepon genggam Lian, dia ingin berbicara dengan Ayahnya. Karena sudah tiga hari mereka hanya berdua di rumah, Mira sebenarnya tidak enak.


Ayah Mira memberitahukan kalau pulangnya masih lama, Mira begitu sedih mendengar kabar itu.


"Lian, ayo kita susul Ayah!" ajak Mira tak berasa air mata mengalir di ke dua pipinya.


"Kerjaan aku gimana? ini tidak bisa di tinggal Mira!" ucap Lian dengan wajah cemasnya.


"Aku khawatir sama Ayah!" ucap Mira lagi.


"Mir, kelihatannya Ayah memang sengaja meninggalkan kita!" ucap Lian pelan.

__ADS_1


"Kenapa kamu berpikir seperti itu, Lian?" tanya Mira sorot matanya menatap tajam Lian.


"Mbk Nani di pulangkan sama Ayah!" jawab Lian membalas tatapan Mira.


"Mungkin Ayah tidak punya uang untuk membayar!" bela Mira.


"Tidak mungkin Mira! aku yang pegang keuangan keluarga ini sejak...... Ucapan Lian terpotong saat mendengar ada orang mengetuk pintu.


Mira menghapus air matanya lalu berlari menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.Ternyata yang datang Risa teman Lian, Mira sudah sangat senang dia mengira Ayahnya yang akan datang.


Risa datang membawa tumpukan berkas dari kantor, ada yang tidak dia mengerti.


Mira mempersilahkan Risa masuk dan duduk di ruang tamu, sementara dia memanggil Lian.


"Lian, ada Risa di depan!" ucap Mira sambil duduk di ruang keluarga.


"Ayo kita ke depan!" ajak Lian.


Mira tidak menjawab pertanyaan Lian, dia hanya diam seperti ada sesuatu yang sedang dia pikirkan.


Lian pun menemui Risa.


"Ada apa Risa?" tanya Lian


"Aku tidak tau ini mengerjakan gimana Lian!" ucap Risa sambil memperlihatkan kertas yang dia bawa.


"Seperti ini kamu tanya sama aku?" tanya Lian lagi.


"Salah ya aku tanya sama kamu?" tanya Risa.


"Kerjaan seperti ini orang kantor tau semua, kenapa mesti di bawa kemari!" Ucap Lian kesal.


Sebenarnya Risa hanya mencari perhatian Lian, karena sejak dulu dia memendam perasaan pada Lian.


Tunggu ya kelanjutannya 💕💕💕


Jangan Lupa


Like


Rate


Favorit


Gift/Vote


Komen

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungan 🙏💕💕🥰🥰


__ADS_2