Mira

Mira
Bab 22 Bertemu Lagi


__ADS_3

Risa tidak pernah punya niat buruk terhadap Lian, dia menyukai Lian. Hanya saja dia sering mencari perhatian Lian, karena Lian marah dan tidak mau mengajarinya Risa pamit pulang.


Mira masih berada di ruang keluarga rumah itu, dia masih memikirkan Ayahnya, dia takut terjadi sesuatu dengan Ayahnya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Lisa pagi ini berencana pergi ke pantai bersama Aldo untuk meresmikan proyek mereka, tetapi Aldo belum bisa karena masih ada keperluan dengan mamahnya.


Lisa nampak kecewa dengan Aldo, sudah menunda-nunda peresmian resort itu. Setiap di ajak Aldo pasti punya keperluan lain yang tidak bisa dia tinggalkan.


"Aldo, kenapa kamu selalu sibuk?" Lisa mendatangi Aldo untuk meminta penjelasan.


"Maaf, Lisa tapi Mamah mengajakku untuk keluar kota hari ini!" jelas Aldo sambil memainkan ponselnya.


"Kalau selalu mundur proyek kita selanjutnya bagaimana?" tanya Lisa lagi.


"Lisa, kamu kan bisa sendiri mengurus peresmian itu, lagian aku juga ada orang kantor yang mewakili kan?" tanya Aldo.


"Tidak bisa begitu, namanya kerja sama ya harus kita berdua!" Lisa merasa kesal dengan Aldo.


"Persiapkan semua!" ucap Aldo berlalu meninggalkan Lisa yang masih mematung di hadapannya.


Aldo akhirnya membatalkan acara dengan keluarganya hanya demi menuruti keinginan Lisa.


Clara tampak kesal dengan keputusan anaknya, acara yang sudah dia rencanakan dari jauh hari di batalkan begitu saja.


Lisa dan Aldo sekarang sedang melakukan perjalanan menuju resort yang mereka bangun. Mereka juga akan menginap di daerah pantai karena tidak mungkin acaranya sehari selesai. Setelah sampai di tempat itu mereka memesan keperluan selama di pantai.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Lian mengajak Mira untuk menghadiri acara peresmian resort milik Aldo dan Lisa, sebelumnya Lian tidak mengetahui kalau acara itu milik mereka.


Mira sangat senang mendengar kalau akan di ajak ke pantai, Lian juga memberikan sebuah gaun kepada Mira yang senada dengan pakaian yang akan dia gunakan nanti.


''Lian, ini mau ke pesta bukan liburan kalau pakai gaun begini!" Mira protes dengan Lian.


"Sudahlah Mir, kamu coba dulu!" menunggu Mira mencoba gaun yang dia belikan.


Mira keluar dari kamarnya dan memutar- mutar tubuhnya dengan menggunakan gaun itu.


''Bagaimana bagus kan?" tanya Mira.


Lian melihat Mira tanpa berkedip, dalam hatinya berkata, "Mira, kamu cantik sekali!"


''Lian!" suara Mira membuyarkan lamunan Lian.


"Iya... bagus, kan aku yang memilih!" ucap Lian lirih.

__ADS_1


"Bukan begitu Lian, tapi cantik gak?" Mira mecebikan bibirnya.


"Cantik, gaunnya! kalau sudah siap kita segera berangkat!" ucap Lian sambil berlalu pergi untuk siap-siap.


Mereka berdua sudah siap untuk berangkat, mereka berangkat dengan naik mobil, padahal Lian sebenarnya lebih suka naik motor, kalau Mira tidak dia ajak pasti sudah berangkat dengan motor kesayangannya.


Di tengah perjalanan mereka terjebak kemacetan yang sangat parah, sudah biasa jalan menuju ke pantai itu selalu di waktu sore hari, karena pantai yang mereka tuju sangat indah.


"Lian, ini kan jalan menuju rumah Susi!" ucap Mira sambil memperhatikan jalan yang mereka lalui.


"Kamu pernah ke rumah Susi?" tanya Lian tanpa menoleh ke arah Mira.


"Pernah sekali!" jawab Mira singkat.


Lian hanya diam mendengar jawaban Mira, ada rasa khawatir dalam benaknya, bagaimana kalau Mira tau acara yang dia hadiri adalah acara Aldo dan Lisa.


Harapan Lian hanya ingin Mira segera melupakan Aldo, dia tidak suka melihat Mira berlarut-larut dalam kesedihan.


Akhirnya mereka sampai juga di sebuah hotel, Lian memesan dua kamar untuk Mira dan dirinya, tetapi di hotel itu hanya tersisa satu kamar, terpaksa mereka ambil.


"Lian, kenapa kita satu kamar?" tanya Mira sembari masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh petugas hotel.


"Terpaksa Mir, kamarnya penuh semua, ucap Lian dengan santainya.


"Aku tadi bisa menginap di rumah Susi, kalau memang penuh, kamu antar aku ke sana ya?" rengek Mira seperti anak kecil.


Mira membuka jendela yang ada di dalam kamar itu, betapa terkejutnya pemandangan laut lepas yang begitu indah dapat dia nikmati.


"Lian, kita menginap tiga hari ya di sini!" ajak Mira.


"Kamu gak tau aku harus kerja Mir, kalau kita nanti sudah menikah boleh kita bulan madu di sini!" ucap Lian asal.


"Lian, kita saudara!" Mira mendekati Lian dan mengambil sebuah bantal untuk memukul Lian.


"Ampun .....Mir! iya nanti aku lamar kamu kalau ayah sudah pulang!" ucap Lian asal.


Mira akan memukul Lian lagi tapi tangannya di tahan oleh Lian, mereka pun beradu pandang.


Suara pintu di ketuk membuyarkan pandangan mereka, Lian beranjak dari duduknya dan membuka pintu, ternyata yang datang seorang pelayan, karena makanan yang Lian pesan sudah datang mereka berdua makan dengan lahapnya tanpa ada yang mengeluarkan suara.


Malam hari pun tiba, mereka bersiap-siap untuk datang ke acara tersebut, dengan anggunnya Mira berjalan menjadi perhatian para tamu undangan yang datang. Apalagi Mira datang dengan Lian yang merupakan anak seorang pengusaha terkenal, tetapi Mira tidak paham dengan itu.


"Lian, kenapa mereka melihat ku seperti itu?" bisik Mira.


"Ayo kita ucapkan selamat kepada yang punya acara!" ajak Lian sambil menggandeng tangan Mira.


Aldo dan Lisa tercengang melihat kedatangan Mira yang di gandeng Lian.

__ADS_1


Lian dan Mira mendekat ke arah Aldo dan Lisa yang sedang mematung melihat kedatangannya.


"Selamat ya atas keberhasilan kalian!" ucap Mira sambil menjabat tangan Aldo dan Lisa, begitu juga dengan Lian.


"Terimakasih atas kedatangannya!" ucap Aldo pada Lian.


Lian hanya tersenyum, apalagi melihat Mira yang nampak tidak kaget sama sekali saat bertemu dengan Aldo.


"Mira, kenapa kamu bisa di sini?" tanya Lisa yang langsung berdiri di samping Mira.


"Aku yang mengajaknya!" sinis Lian.


"Mira, aku boleh bicara sebentar?" tanya Aldo.


"Maaf, kalau mau bicara disini saja, biar calon suami saya juga mendengar, ucap Mira tangannya sambil menggandeng mesra tangan Lian.


Aldo dan Lisa terdiam dan saling memandang mendengar ucapan Mira.


"Kalian jangan kaget, sebentar lagi kita akan meresmikan hubungan kita!" ucap Mira lagi.


"Iya kan, sayang?" tanya Mira pada Lian.


"Pasti itu sayang!" jawab Lian sambil tersenyum ke arah Mira.


Aldo lalu berpamitan untuk menyambut tamu yang lain, dengan wajah kesal yang tampak memerah karena amarah yang dia tahan.


Dia masih belum percaya dengan ucapan Mira tadi, Aldo belum benar-benar bisa melupakan Mira.


Mira kira-kira sudah bisa move on belum ya ini πŸ˜„πŸ˜„


Lian menang banyak ya hehe....


Simak terus ya kelanjutannya πŸ₯°πŸ₯°


Terimakasih sudah membaca dan mendukung karya saya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa


Like


Komen


Rate


Gift/Vote


Terimakasih lagi😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2