Mira

Mira
Bab 93


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Aldo sama sekali tidak mencari Lisa atau menelponnya untuk pulang, dia justru sibuk mengurus Sandra yang masih di rawat.


"Aldo, beberapa hari ini aku lihat kamu murung. Ada apa?" tanya Sandra.


"Ada sedikit masalah, aku baik-baik aja," jawabnya.


"Lebih baik kamu pulang, do! istri kamu lebih membutuhkan kamu," usir Sandra dengan halus.


"Kalau aku pulang, siapa yang akan merawat kamu?" tanya Aldo.


Sandra memberitahu Aldo kalau dia tidak butuh teman, Sandra saat ini ingin sendiri walaupun berada di rumah sakit.


Aldo kemudian pergi ke tempat Neneknya, dia melihat Lisa yang baru saja pulang dari belanja. Selama di rumah nenek Lisa ternyata memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, karena Clara juga tidak berada di sini. Tetapi dia sudah menyuruh orang untuk mengawasi Lisa.


"Lisa, Nenek sudah capek. Besok belanja sendiri ya, kamu," ucap Nenek.


"Kalau Lisa berangkat sendiri nanti Aldo marah, Nek," kata Lisa.


"Bagus, ya! jadi selama disini kamu habisin uang Nenek," ucap Aldo sewot.


"Aldo!" kaget Lisa.


"Iya, kenapa?" tanya Aldo. Ayo kita pulang!" Lanjutnya.


"Do, duduk dulu! jangan marah sama istri kamu dong," kata Nenek.


Aldo tidak menghiraukan ucapan Neneknya, dia menyuruh Lisa untuk berkemas-kemas. Aldo tak menyangka kalau Lisa masih suka belanja.


"Aldo, untuk apa kamu mengajak aku pulang?" tanya Lisa.


"Kamu istri aku, harusnya kalau ada masalah diselesaikan bukan malah pergi begitu saja," ucap Aldo.


"Istri kamu bilang! kamu saja tidak kasih nafkah," kata Lisa.


Mereka berdua berdebat dan sama sekali tidak ada yang mau mengalah.


"Ok, mungkin cerai adalah jalan terbaik buat kita. Sekarang kamu pulang ke rumah mamah mu!" usir Aldo.


Lisa bengong mendengar ucapan Aldo, ternyata Aldo tega juga mengucapkan kata cerai.


"Tidak! aku mau kita tetap sama-sama," kata Lisa.


Lisa sangat khawatir kalau Aldo jadi menceraikan dia, Lisa takut hidupnya susah. Dia tidak mau hidup miskin karena papahnya sekarang sudah tidak memanjakannya lagi.


Lisa akhirnya menuruti apa kemauan Aldo, dia memasukkan baju-bajunya ke dalam koper dan ikut pulang dengan Aldo.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Lian saat ini sedang pergi bersama Tio karena ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan, Susi menemani Mira di rumahnya.


"Susi, kali ini Lian pasti tidak akan mengizinkan aku ke cafe lagi," ucap Mira.


"Jangan mikirin cafe dulu, kesehatan kamu lebih penting," ucap Susi.


"Justru yang aku sesalkan adalah kehilangan, kenapa aku selalu kehilangan sesuatu yang aku sayangi... "ucap Mira lirih.


"Mira, kenapa kamu bicara seperti itu? kamu harus tabah menghadapi semuanya," ucap Susi.


Mira kembali menangis, dia masih menyesali semuanya. Bahkan dia tidak tau kapan bisa hamil lagi.


Tok... tok... tok...


Suara ketukan pintu membuatnya harus menghapus air matanya, Susi lalu beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu.


"Tante!" kaget Susi melihat kedatangan mamah Aldo.


"Mira ada tidak?" tanya Clara dengan tersenyum.


"Ada di dalam tante, ayo aku antar ke kamar Mira!" ajak Susi. Clara lalu mengikuti Susi menuju ke kamar Mira, dia begitu kaget melihat Mira yang tampak pucat seperti orang yang sakit.


"Mira, apa yang terjadi dengan kamu?" tanya Clara. Kenapa pucat sekali? kamu sudah makan belum? Lanjutnya.


"Kenapa bisa terjadi?" tanya Clara.


Susi menceritakan semua pada Clara, apa yang di alami oleh Mira. Clara sangat marah saat mendengar apa yang diucapkan oleh Susi.


Mira sendiri hanya diam, dia masih sangat terpukul dengan kejadian kemarin.


"Mira, maafkan keluarga tante yang tidak tahu diri," ucap Clara, sambil memeluk Mira.


"Mira sudah memaafkan, tante. Semua juga salah Mira," kata Mira.


Clara tidak bisa menahan kemarahannya, dia segera pamit pulang. Saat berada di depan rumah Mira, dia melihat Aldo dan Lisa yang baru saja datang.


Clara langsung menemui Aldo dan menampar nya dengan keras, Aldo hanya diam dan menunduk memegang bekas tamparan mamahnya.


"Hentikan mah!" bentak Lisa.


"Diam! kamu tidak tau apa yang Aldo perbuatan sudah tidak bisa dimaafkan lagi," ucap Clara.


"Maksud mamah apa?" tanya Aldo.


"Kalau saja kamu tidak mendatangi Mira, dia tidak akan kehilangan calon bayinya," jelas Clara.

__ADS_1


"Mah, Aldo tidak menyakiti Mira. Kenapa bisa terjadi? bahkan saat Aldo pergi dia baik-baik saja," jelas Aldo.


"Nenek kamu yang sudah melakukannya, dia mendorong Mira sampai terjatuh," jelas Clara.


"Tapi, Aldo tidak bicara apa-apa pada Nenek," kata Aldo.


"Tanyakan pada perempuan itu," ucap Clara, menunjuk Lisa.


Aldo melotot ke arah Lisa, dia meminta Lisa untuk menjelaskan kenapa bilang kepada Neneknya. Lisa terdiam dia tidak berani berbicara apa-apa.


"Apa salah Mira, kenapa kamu selalu mengganggu dia? jawab!" bentak Clara pada Lisa.


"Mah, Lisa tidak tau kalau semua akan seperti ini," ucap Lisa.


"Nenek Aldo orang yang sangat keras kepala dan selalu menyalahkan orang lain, padahal kamu tau sendiri kalau cucunya yang salah," omel Clara.


Aldo sangat khawatir kalau sampai Lian tau semuanya pasti akan menghentikan kerja sama yang mereka jalani saat ini.


"Mira kenapa aku selalu membuat kamu dalam masalah dan menderita, maafkan aku," ucap Aldo dalam hati.


Clara saat ini masih memarahi Aldo dan Lisa, dia juga meminta keduanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tetapi Aldo tidak bisa berkata jujur dengan Lian dengan alasan pekerjaan.


Aldo merasa tidak akan mampu menyelesaikan proyek itu sendiri, sedangkan Lisa terlihat cuek dan tidak peduli dengan Mira.


"Lain kali kalau mau melakukan sesuatu pikirkan dulu, Do," ucap mamahnya.


"Aldo salah, mah. Maafkan Aldo," ucap Aldo.


"Itu semua akibat kamu selalu menuruti Nenek kamu, seandainya kamu tidak menikah dengan perempuan ini pasti semua tidak akan terjadi," kata Clara.


"Kenapa selalu Lisa yang mamah salahkan? Lisa juga tidak pernah menyuruh Nenek untuk ke rumah Mira," ucap Lisa dengan santai.


"Lisa!" bentak Aldo.


"Apa? kamu juga mau belain mamah kamu?" tanya Lisa.


"Harusnya kamu seperti Mira, tidak pernah menyalahkan orang atas apa pun yang menimpanya," ucap Clara.


"Mamah masih saja membandingkan Lisa dengan Mira, apa salah Lisa, mah?" tanya Lisa lagi.


"Mamah, Lisa, cukup! Aldo pusing dengar kalian berantem," ucap Aldo.


Clara meninggalkan rumah Aldo dengan rasa kecewa, dia bahkan ingin pergi ke rumah Nenek Aldo tetapi mengurungkan niatnya. Dia pasti tidak akan bisa menahan amarahnya kalau bertemu dengan Nenek Aldo.


Setelah mamahnya pergi Aldo masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, sedangkan Lisa mengintip keadaan rumah Mira dari dalam jendela.


"Harusnya kamu bahagia Mira atas kehamilan kamu, tetapi kamu sekarang harus kehilangan. Itu semua sangat adil, karena aku tidak sebahagia kamu," ucap Lisa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2