
Tapi langsung ditahan oleh Rena.
“Mas mau ke mana?”
“Mau lihat Mira.”
“Ih, kan udah dibilangin. Mira lagi tidur.”
“Mira ada di sini Yah.” tiba-tiba saja Mira muncul.
“Loh, katanya kamu lagi tidur.”
Rena yang melihat Mira berdiri dihadapan suaminya.
Langsung melotot ke arah Mira dan menyuruhnya masuk ke dalam.
Tapi Mira tidak peduli, dia langsung memeluk ayahnya.
Dan menangis terisak-isak.
“Mira sayang, kamu kenapa nagis?”
Mira tidak menjawab pertanyaan ayahnya dia terus saja menangis didada ayahnya.
“Iya nih, Mira kamu kenapa Nak? Enggak biasanya kamu kaya gini?” ucap Rena menghampiri dan mengusap-usap punggung Mira.
Tapi langsung ditepis oleh Mira.
Membuat Rena meradang.
"Anak sialan, berani-raninya dia tepis tangan aku. Mentang-mentang ada Ayahnya." batin Rena meradang.
Tapi karena ada suaminya dia bersikap sabar.
“Mira, kamu kenapa Nak. Kenapa kamu kaya gitu sama Ibu kamu.”
“Dia bukan Ibu aku. Dia jahat Yah.”
“Maksud kamu apa?”
Rena yang melihat sikap Mira seketika pucat pasi.
Rena takut jika Mira akan mengadu pada suaminya.
Rena harus melakukan sesuatu agar Mira tidak cerita padanya.
“Mira sayang, kita makan dulu yuk.” Ujar Rena membujuk.
Lagi-lagi Mira tidak merespons. Membuat kevin merasa heran dengan sikap anaknya.
“Mba Mira, kita makan dulu yuk. Ibu udah siapin makan loh buat mbak Mira.” Ujar Ayu tiba-tiba bersikap ramah pada Mira.
Mira langsung menatap sinis ke arah Ayu. Membuat Ayu kaget dengan tatapan Mira.
Ada rasa kesal menjalar ke tubuh Ayu.
Namun Rena memberi kode untuk tetap tenang.
Dan jangan terpancing emosi.
“Mira, yuk kita makan dulu. Ayah baru aja pulang, Ayah laper nih.”
Mira melepaskan pelukannya, Mira terus saja menempel pada ayahnya.
Mira juga juga sudah punya rencana, jika ayahnya pergi ke luar kota.
Maka Mira akan ikut dengan ayahnya, Mira tidak mau lagi tinggal dengan Ayu dan ibu tirinya.
Sebentar lagi Mira juga akan lulus.
“Mas mau tambah lagi ayam gorengya?” tawar Rena.
“Ini aja dulu.” Jawab Kevin.
Kevin menoleh ke arah Mira yang dari tadi hanya diam saja.
“Mir, kamu kenapa? Dari tadi diem aja? Kamu sakit?”
__ADS_1
Mira menggelengkan kepalanya.
“Dari tadi Ayah perhatiin kamu Cuma diem aja. Dan satu lagi motor kamu ke mana? Dari tadi Ayah enggak liat ada motor kamu.”
Mendengar perkataan Kevin, Rena langsung tersedak makanan.
"Uhuk..uhuk..!"
“Kamu kenapa Mah?” tanya Kevin melihat istrinya tersedak.
“Enggak apa-apa kok Mas.” Wajah Rena terlihat sangat ketakutan.
Rena benar-benar takut jika Mira akan bercerita jika motornya sudah dijual.
Dan uang hasil jual motor Mira sudah dibelikan motor baru untuk Ayu.
Dan sisanya dia belikan untuk perhiasaan.
“Hoh.”
“Yah?"
“Kenapa Mir?”
“Aku boleh minta uang?”
“Uang? Buat apa?”
“Buat benerin laptop aku, laptop aku rusak.”
“Rusak kenapa?”
Mira segera melirik Ayu, yang masih sibuk dengan makananya.
Sudah saatnya Mira melapor pada ayahnya.
“Dirusak sama Ayu.”
Mendengar namanya disebut, Ayu langsung kaget.
Begitu juga dengan ibunya.
Berusaha bersikap tenang, walaupun dalam hatinya sudah gondok ingin menghajar Mira.
“Tadi pagi laptop aku dipinjem sama Ayu, udah aku kasih laptop aku. Itu juga pinjem maksa! Malah dirusak sama Ayu. Ditambah lagi aku yang harus benerin laptop aku sendiri. Padahal dia yang sudah bikin rusak laptop aku.” Ujar Mira terus terang membuat Ayu dan ibunya tegang.
Apalagi tadi pagi Rena merampas paksa laptop milik Mira untuk diberikan pada anaknya.
"Nih anak mulutnya minta disumpel kali ya sama sendal!" gerutu Rena.
Tanganya sudah mengepal kuat-kuat, rasa ingin menghajar Mira semakin besar dan meledak-ledak.
“Mbak, akukan tadi enggak sengaja. Lagian aku juga mau ganti kok laptop yang tadi kebanting sama aku.”
“Elu enggak bilang gitu sama gue, lu sendiri yang bilang kalau gue harus benerin laptop pakai uang gue sendiri!”
“Mbak, jangan fitnah ya. Jelas-jelas aku bilang mau ganti, tapi kamunya sudah keburu marah duluan. Buktinya kamu bikin wajah aku luka.” Ayu terus membela dirinya.
“Apa yang dibilang sama Ayu itu bener loh Mir, tadi Ayu udah cerita sama Ibu kalau dia mau ganti laptop kamu, tapi kamunya keburu marah.”
“Jangan bohong kalian berdua! Emang benar aku marah sama Ayu. Dan menjambak rambut Ayu, itu karena Ayu yang mulai duluan. Makanya aku balas, tapi aku enggak pernah cakar muka dia sampai luka kaya gitu!”
“Heh, yang mulai duluan itu elu Mir! Elu ngatain gue sama Ibu gue Gila!”
Seketika Rena melihat Mira.
“Kamu ngatain Ibu gila Mir?”
Mira diam tidak menjawab, memang bener dia bilang ibu dan Ayu GILA.
Itu karena sikap meraka yang semena-mena terhadap dirinya.
‘Nah, dia diemkan. Emang bener aku dikatain gila sama Mira.”
“Mir, emang Ibu salah apa sama kamu? Kenapa Ibu dikatain gila sama kamu?” ucap Rena dengan nada dibuat sedih.
Aslinya mah, Rena udah gondok banget sama Mira.
__ADS_1
“Stop, stop! Ini kenapa jadi ribut begini sih? Sebenarnya apa yang sudah terjadi?”
Suasana hening seketika.
“Yah, selama ini Mira enggak pernah berbohong sama Ayah. Apa yang Mira katakan semuanya benar. Mira emang bener berantem sama Ayu, dan juga ngatain Ayu gila. Tapi Mira enggak pernah cakar muka dia, justru Ayu yang cakar lengan Mira sampai luka kaya gini.”
“Cakar? Kamu dicakar sama Ayu?”
“Iya, kalau enggak percaya ini buktinya.”
Mira menggulungkan lengan panjangnya dan menunjukan luka cakaran.
Ayah Mira begitu terkejut dengan luka Mira.
Lebih parah dari Ayu yang hanya beberapa cakaran saja.
“Mira lengan kamu.”
Rena dan Ayu semakin tersudutkan, Rena begitu takut jika Mira banyak bicara.
Selama ini Rena memang memperlakukan Mira tidak baik, Mira selalu saja diperlakukan buruk.
Dan dijadikan babu olehnya.
“Ayu!” Kevin melihat ke arah anak tirinya ini.
Menatapnya tajam membuat Ayu tertunduk menahan rasa takut.
Begitu juga dengan Rena, Rena takut anak kesayanganya akan dimarahi oleh suaminya.
"Ayu, angkat kepala kamu!" tegas Kevin.
“I—iya Yah.” Wajah Ayu terlihat sangat takut ketika ayah tirinya menatap dirinya.
“Tolong jujur pada Ayah, apa benar yang dibilang Mira.”
“Ayu bisa jelaskan, apa yang dibilang sama Mbak Mira—“
“Ayah tanya apa yang dikatakan Mira benar atau tidak?”
“Mas, udah dong jangan terlalu kasar sama Ayu. Lagian Mira juga salah kok, kenapa harus sampai berantem sama Ayu kaya gitu Cuma gara-gara laptop.”
“Saya bertanya sama Ayu, bukan sama kamu!” ucap Kevin dingin membuat Rena dia seribu bahasa.
Mulutnya tidak bisa lagi terucap.
Siap-siap saja anaknya habis dimarahi suaminya.
Ini semua salah Mira.
Ayu terlihat tertunduk. Ayu juga takut dengan ayah tirinya.
“Ayu, kalau kamu belum bisa jawab. Bararti yang dibilang Mira benar.”
Ayu tidak bisa lagi mengelak.
“Karena kamu sudah merusak laptop Mira, kamu yang harus ganti laptop Mira.”
“Tapi Yah, uang dari mana aku ganti laptop mbak Mira.”
“Ada Ibu kamu, setiap gajian ayah selalu kasih ke Ibu.”
“Mas, kamu ini mikir enggak sih. Uang yang kamu kasih aja udah habis buat kebutuhan sehari-hari. Belum lagi ongkos buat Mira anak kamu yang suka ngabisin duit.”
“Bohong itu!” sergah Mira.
“Ayah, apa yang dibilang Ibu itu enggak benar. Asal Ayah tahu ya. Selama ini Mira tidak pernah dikasih uang buat ongkos kuliah, sekalinya dikasih tidak lebih dari 50rb. Sedangkan Ayu selalu diberi ongkos besar.”
Kevin menatap tajam ke arah Rena.
“Mas, kamu jangan percaya sama Mira. Jangan mentang-mentang dia anak kamu, kamu bela terus.”
“Saya akan membela jika adanya kebenaran. Jika ada yang salah, maka saya akan menghukumnya dan saya tidak akan membeda-bedakan. Jika Mira salah maka saya hukum, begitu juga dengan dengan Ayu dan juga kamu.”
“Sekarang Ayah tanya, kamu dikasih ongkos berapa sama Ibu?” tanya Kevin pada Mira.
“Dibawah 50rb.”
__ADS_1
“Dan kamu Ayu, kamu dikasih uang buat ongkos kuliah berapa?”
Ayu menoleh ke arah ibunya, sedangkan Rena menggeleng dan memberi kode untuk tidak berkata jujur.