
"Mir." Bayu mengibas-ngibaskan tanganya ke arah wajah Mira.
Masalahnya Mira bengong dan tidak merespon ucapan Bayu.
"Mir, kok malah diem?"
“Eh, apa?” Mira tersentak kaget ketika dia melamun.
“Kok malah bengong sih?”
“Hehe, enggak kok.” Mira hanya tersenyum tipis.
“Nebeng ama gue yok, kita berangkat bareng.”
“Benaran nih?”
“Iya, buruan naik?”
Dengan senang hati Mira naik ke atas motor Bayu.
Lumayan irit ongkos, dari pada dia pakai uangnya buat naik gojek.
Mending buat makan siang nanti.
🌺🌺🌺
“Makasih ya udah kasih tebengan.”
“Sama-sama, besok-besok bareng gue aja ya ke kampusnya.”
"Wow, serius lo."
"Serius gue, masa boong."
"Hoho, canda. Yeilah."
“Iya, ya udah gue duluan ya. Mau ke toilet dulu nih.” lanjut Mira.
🌺🌺🌺
“Mira?”
“Kenapa Yu?” jawab Mira singkat.
Mira masih sibuk dengan tugas kuliahnya.
Harusnya tugas Mira cepet selesai, berhubung laptopnya dipinjem sama Ayu.
Terpaksa deh dia kerjaiin pakai manual.
“Ini.”
Mata Mira melirik ke arah Ayu yang menyodorkan laptop miliknya.
Mata Mira melotot saat melihat kondisi laptopnya yang sudah setengah hancur.
“Yu, itu laptop gue kenapa?”
“Tadi gue lagi jalan mau ke kantin, niatnya mau kerjaiin tugas ke kantin. Gue enggak liat kalau lantai kantin lagi dipel. Pas gue jalan gue kepeleset, terus leptop lu lepas dari tangan gue. Alhasil laptop lu kebanting dan pecah deh.”
“Astagfirullah! Kok bisa sih Yu. Itu laptop gue Yu.”
“Namanya juga enggak sengaja! Kan gampang tinggak dibenarin.”
“Matamu! Enak lo ya ngomong tinggal dibenarin. Uang dari mana gue harus benarin laptop.”
“Pakai uang lu lah, masa uang gue.”
“Lu yang salah kenapa harus ganti pakai uang gue hah.” Emosi Mira sudah sampai ubun-ubun.
Menghadapi sikap Ayu yang seperti ini sudah tidak bisa lagi ditolenransi.
“Ya, tapikan ini laptop lu. Bukan laptop gue!”
“Kurang ajar lu ye, gue enggak mau tahu. Pokonya lu harus ganti laptop gue.”
“Lah kok gitu.”
“Iyalah, orang elu yang salah! Gila lo!”
“Kok lu jadi ngatain gue gila?”
“Emang lu Gila! Anak sama Ibu sama aja, dua-duanya Gila!”
“Brengsek lu Mir, kurang ajar lu ngatain Ibu gue gila.”
Ayu yang tidak terima dengan perkataan Mira langsung menjambak rambut Mira.
Mira yang tidak terima langsung menjambak balik rambut Ayu.
__ADS_1
Dan terjadilah pertengkaran hebat.
Semua anak kampus yang menyaksikan itu segera melerai perkelahian antara Mira dan juga Ayu.
"Awas lo ya, gue adui ke Mamah. Gara-gara lo muka gue jadi rusak!"
"Aduin aja, lu pikir gue takut ama emak lo!"
Ayu yang sudah kesal dengan Mira segera pergi dan pulang ke rumah.
Karena hari sudah sore semua mahasiawa pun pulang ke rumah masing-masing.
Mira meratapi nasib laptopnya yang sudah setangah hancur oleh Ayu.
Bukanya bertanggung jawab, Ayu malah lepas tangan.
Duit dari mana Mira untuk memperbaiki laptopnya yang rusak.
Laptop ini dibelikan oleh ayahnya, begitu juga dengan Ayu yang juga dibelikan
Mira merawat laptop ini dengan baik, dan tak pernah rusak.
Beda dengan Ayu yang tak pandai merawat laptop miliknya.
Hingga Ayu sering sekali meminjam miliknya.
Dan sekarang laptopnya sudah rusak.
Sekarang gimana nasib Mira, apalagi di dalam laptop ini ada skripsi miliknya.
“Lah, laptopnya lu kenapa Mir?” tanya Bayu tiba-tiba muncul.
Mira hanya menoleh sekilas dan langsung mengusap air matanya yang masih basah di pipinya.
“Rusak!”
“Kenapa? Kok bisa hancur gitu?”
“Gara-gara Ayu, dia bilang kepelesat. Terus laptop gue kebanting, jadi hancur gini.”
“Hoh.”
“Bay, kira-kira harga benerin laptop ini berapa ya?”
“Coba lihat.” Bayu meraih laptop milik Mira.
“Hmm, gue enggak bisa memperkirakan berapa harganya. Paling mahal 900rb lah.”
“Mahal banget!”
“Ya syukur-syukur LCDnya enggak kena. Apalagi ini enggak bisa nyala.”
Mira tertunduk lesu, sedangkan Mira tidak punya uang sebanyak itu.
Kalau minta ke ayahnya enggak mungkin, apalagi gajian ayah sudah diserahkan oleh ke ibu tirinya.
Minta ke ibu tirinya sangat mustahil.
“Pulang yuk. Gue anter pulang ke rumah.”
Mira dan Bayu pulang bersama.
Setengah jam kemudian Mira sampai di depan rumah.
"Makasih Bay, udah anter gue."
“Sama-sama.”
Mira segera masuk ke dalam
“Mir, tunggu!”
“Kenapa lagi?”
“Laptop lu sini.”
“Buat apa?”
“Udah kasih ke gue aja laptopnya, nanti kalau udah selesai gue kasih ke elu.”
“Tapi ini rusak, lagian buat apa sih?”
“Kebanyakan tanya lu, nanti juga elu tahu.”
Karena Bayu terus saja memaksa, akhirnya Mira menyerahkan laptop rusak miliknya.
“Ya udah, gue balik dulu ya. Bye.”
Bayu berlalu pergi, Mira hanya tersenyum melihat kepergian Bayu.
__ADS_1
Bayu teman satu kampus Mira, beda jurusan.
Bayu sering sekali membantu Mira jika dia dalam kesulitan.
Mira cukup senang dengan Bayu, apalagi Bayu anaknya baik.
“Mira, apa-apaan kamu!” ucap Rena tiba-tiba marah besar ketika Mira baru masuk ke rumah.
“Kurang ajar kamu ya! Sudah berani bikin muka anak saya lecet!"
“Luka gimana maksudnya?”
“Jangan pura-pura bego kamu!” Rena mentoyor kepala Mira dengan kasar.
Mira tidak paham maksud dari perkataan ibu tirinya ini.
“Gara-gara kamu. Wajah anak saya jadi luka kena cakar kuku kamu!”
“Hah, maksud Ibu apa sih?”
“Tadi Ayu sudah cerita sama saya, kamu langsung cakar muka Ayu. Padahal Ayu sudah minta maaf baik-baik dan mau ganti rugi laptop kamu yang rusak!”
“Bu, denger ya. Aku emang sempet berantem sama Ayu, tapi aku enggak sampai cakar mukanya. Justru dia yang cakar lengan aku."
“Jangan bohong kamu, pinter banget kamu memutar balikan fakta.”
“Aku berani sumpah Bu, dan masalah ganti rugi. Ayu enggak mau ganti rugi, dia bilang aku yang harus benerin laptop rusak pakai uang aku sendiri. Dia enggak mau ganti.”
“Pintar sekali kamu membela diri, gara-gara kamu. Muka anak saya jadi rusak.”
Dari dalam kamar Ayu keluar dengan wajah memelas, terlihat wajah Ayu penuh dengan cakaran.
Mira begitu terkejut ketika melihat wajah Ayu, Mira ingat sekali dia tidak pernah mencakar muka Ayu.
Kalau pun Mira mencakar muka Ayu, tapi lukanya tidak separah itu.
Mira hanya menjambak rambut Ayu, justru Miralah yang terkena cakaran dari Ayu.
Membuat lengan Mira terasa perih.
“Lihat muka anak saya, ini buktinya!” Rena manarik tubuh Mira.
Rena terus aja memukul lengan Mira hingga ia merasa sakit.
Percuma saja Mira membela diri.
Mira sudah tidak tahan dengan perlakuan ibu tirinya terhadap dirinya.
“Assalammualaikum.”
“Hah.”
Seketika keadaan hening, saat mendengar ada orang mengucapkan salam.
“Assalammulaikum?”
“Bu, itu kaya suara Ayah deh.” Ucap Ayu.
“Masa sih?”
Buru-buru Rena menuju pintu, dan melihat siapa yang datang.
Saat membuka pintu, Rena begitu terkejut.
Ternyata suaminy sudah pulang.
“Heh, Mas udah pulang?”
“Iya nih, tugas Mas udah selesai.”
“Ayo masuk dulu Mas, pasti cape banget deh habis dari luar kota.”
Rena dan suaminya masuk ke dalam.
“Ayah.”ucap Ayu menghampiri ayah tirinya dan memeluknya dengan erat.
“Ayu kangen banget sama Ayah, Ayah pulangnya lama banget sih?”
“Maaf ya. Soalnya tugas Ayah banyak banget. Hoh iya di mana Mira?"
“Mira?”
“Iya, di mana dia.”
“Itu Yah, Mira lagi tidur di kamar.” ujar Ayu bohong.
“Tidur, padahal masih belum terlalu malam loh.”
Ayah Mira yang bernama kevin langsung berjalan ke dalam.
__ADS_1