Mira

Mira
Bab 90


__ADS_3

"Sayang, ayo kita istirahat!" ajak Lian, sembari menghapus air mata yang menetes di pipi istrinya.


"Aku masih ingin melihat foto ini," ucap Mira.


"Tapi, aku tidak mau melihat kamu sedih begini," kata Lian.


Mira terdiam terus memandang foto itu, ingin rasanya dia kembali ke masa kecilnya. Bahagia yang pernah dia rasakan dulu kini tidak akan pernah dia rasakan lagi.


Dia berharap kelak anaknya besok tidak bernasib seperti dirinya, saat belum siap untuk kehilangan dia sudah merasakan.


Mira kemudian menyusul Lian ke kamarnya untuk beristirahat, dia juga tidak mau larut dalam kesedihan yang akhirnya membuat suaminya khawatir.


***


Aldo saat ini masih sibuk merawat Sandra yang masih sakit, keadaan Sandra belum juga membaik.


"Sandra, sekarang kamu istirahat dulu. Aku akan menemanimu di sini," ucap Aldo.


"Lebih baik kamu pulang saja, Do. Aku tidak mau istrimu khawatir dan menyalahkan aku nanti," kata Sandra, menolak saat akan di temani Aldo.


"Yang menjaga kamu siapa? kalau aku pulang," ucap Aldo, dia merasa tidak tega meninggalkan Sandra sendiri.


"Aku sudah mendingan dan ada perawat juga yang menemani aku," kata Sandra.


Aldo tetap bersikukuh untuk menemani Sandra, dia sangat begitu perhatian dengan Sandra. Setelah Sandra tertidur dirinya dia merebahkan tubuhnya di sofa karena kelelahan.


Keesokan harinya Aldo di bangunkan oleh Sandra, takutnya telat pergi ke kantor.


"Aldo, aku baru bangun. Maaf telat membangunkan mu," ucap Sandra.


"Tidak papa Sandra, sekarang kamu sarapan dulu," kata Aldo.


"Lebih baik kamu pulang, Do. Aku bisa sarapan sendiri," ucap Sandra.


Karena Sandra menolak kemudian Aldo pulang ke rumah dengan penampilan acak-acakan khas bagun tidur.


Saat memasuki rumah terlihat Lisa sedang memasak di dapur, dia sekarang sudah terbiasa dan tidak mau ambil pusing sikap Aldo.


"Baru pulang kamu?" tanya Lisa.


"Lisa, maaf tadi malam aku tidak sempat kasih kabar," ucap Aldo.


"Bukannya sudah kebiasaan kamu, Do," kata Lisa.


Aldo tidak menjawab ucapan Lisa, dia justru masuk ke dalam kamar untuk tidur.


"Oke, kalau itu mau kamu Aldo. Aku akan tetap bertahan dengan sikap kamu, yang penting jatah belanja aku lancar," ucap Lisa dalam hati.


Setelah selesai menyiapkan makanan di meja, Lisa mengajak Aldo untuk sarapan. Lisa memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Aldo.


"Aldo, ayo kita sarapan dulu!" ajak Lisa, sambil menggoyangkan badan Aldo.

__ADS_1


"Bentar, aku masih ngantuk," ucap Aldo.


"Aku sarapan dulu kalau gitu, soalnya aku hari ini ada janji dengan teman," kata Lisa.


"Kamu mau pergi?" tanya Aldo.


"Kalau kamu mengizinkan, boleh tidak?" tanya Lisa.


"Pergilah! tapi jangan pulang malam, aku tidak suka," ucap Aldo.


"Bahkan kamu sendiri pulang pagi," kata Lisa, lalu hendak keluar dari dalam kamar Aldo tetapi tangan Aldo begitu cepat menarik Lisa hingga jatuh ke tempat tidur.


"Aldo lepas!" teriak Lisa.


"Kamu istri aku, jangan membantah!" bentak Aldo.


"Tapi, lepaskan aku dulu!" teriak Lisa, posisi Lisa saat ini berada di bawah tubuh Aldo yang kekar sehingga sulit untuk melepaskan diri.


Karena Lisa berteriak Aldo membungkam mulut Lisa dengan bibirnya, membuat Lisa tidak berteriak lagi. Setelah Lisa diam Aldo melepaskan Lisa.


"Maaf," ucap Aldo.


"Lain kali jangan di ulangi," kata Lisa


Dalam hati Lisa sangat bahagia karena Aldo sudah mulai menyentuhnya, walaupun belum seutuhnya.


"Ayo kalau mau sarapan!" ucap Aldo.


"Lisa, kamu mau pergi ke mana?" tanya Aldo.


"Mungkin ke cafe, bertemu dengan teman," jawab Lisa.


"Aku antar," ucap Aldo.


"Apa kamu tidak ke kantor hari ini?" tanya Lisa.


"Tidak, aku capek," jawab Aldo.


Lisa kemudian menyuruh Aldo untuk beristirahat di rumah saja, karena dia mau Aldo ikut dengannya. Kebetulan Aldo teringat dengan Sandra yang berada di rumah sakit lalu dia menuruti permintaan Lisa.


Cafe.


Lisa sedang menunggu temannya datang di sebuah cafe, Hani nama teman Lisa yang akan bertemu dengannya.


"Lisa, aku terlambat," ucap Hani yang baru saja datang.


"Kemana saja kamu? lama sekali aku nungguin," kata Lisa.


"Jalannya macet mobilku tidak bisa gerak," jawab Hani.


"Hani, bagaimana pernikahan kamu dengan suami mu?" tanya Lisa.

__ADS_1


"Sukses dong, walaupun awalnya dia tidak suka sama aku," kata Hani. Kamu sendiri?" Lanjutnya.


"Suamiku belum mau menyentuhku padahal kita nikah sudah hampir enam bulan," ucap Lisa.


"Aku ada ide," kata Hani.


"Ide apa?" tanya Lisa penasaran.


Hani kemudian menjelaskan pada Lisa bagaimana cara membuat Aldo agar tertarik dengan Lisa.


Ide Hani kali ini akan dilakukan oleh Lisa, menurut Lisa juga akan berhasil membuat Aldo menyentuhnya.


Lisa kemudian mengajak Hani untuk berbelanja kebutuhan untuk melakukan ide buruknya itu.


Aldo siang ini menemani Sandra lagi, Sandra mengusir Aldo karena dia tidak mau nantinya di anggap perusak rumah tangga Aldo. Sandra saat ini sudah mulai sadar kalau selama ini dirinya sudah salah, dia akan bertaubat tidak akan menggangu Aldo. Setelah sembuh dan proyek selesai dia berencana akan kembali ke negara suaminya.


"Aldo, bagaimana proyek kita?" tanya Sandra.


"Tinggal sedikit lagi jadi," jawab Aldo.


"Kalau bisa kamu percepatan, aku akan segera kembali ke tempat suamiku," ucap Sandra.


Berat bagi Aldo mendengar ucapan Sandra saat ini, dia merasa menyesal sempat menghindari Sandra. Aldo kemudian berencana membuat proyek itu lambat, tetapi sulit dia lakukan karena Lian pasti tidak akan tinggal diam.


"Baik, kalau itu mau kamu," ucap Aldo.


Aldo kemudian pamit untuk pulang, dengan hati yang sedikit kecewa dengan Sandra. Sampai di rumah dia tidak mendapati Lisa berada di rumah, membuatnya marah. Kemudian dia menghubungi Lisa melalui telepon genggamnya.


Lisa yang saat ini berada di mall dengan Hani sedang asyik memilih baju, tiba-tiba Aldo menghubunginya.


"Hani, ayo kita pulang saja!" ajak Lisa.


"Kenapa buru-buru? aku baru dapat berapa ini," ucap Hani.


"Suamiku sudah menyuruhku pulang," kata Lisa.


Hani kemudian menyuruh Lisa untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan dia masih berada di mall meneruskan belanjanya.


"Ada apa, Do?" tanya Lisa, setelah sampai di rumah.


"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Aldo.


"Baru juga satu jam, kamu bilang lama," jawab Lisa.


"Dari belanja lagi kamu?" tanya Aldo, melihat barang yang di bawa Lisa.


"Tidak, temanku yang membelikan untukku," bohong Lisa, karena Lisa tidak ingin mengetahui apa isi belanjaannya dia segera membawa ke dalam kamarnya.


"Dasar perempuan kalau doyan belanja, masih saja bohong," gerutu Aldo.


Aldo kemudian juga masuk ke dalam kamarnya sendiri, dia merasa capek dan kecewa dengan Sandra.

__ADS_1


Mau Aldo apa sih? di dekati malah menjauh, sekarang giliran Sandra mau menjauh malah kecewa.


__ADS_2