
Halo πMira kembali menyapaπ₯°π₯°
Happy Reading πππ
Pagi hari yang cerah di sebuah kota ada seseorang gadis yang masih tertidur pulas, cahaya matahari yang masuk dari celah jendela pun membangunkannya.
"Mira!" teriak Lian sambil mengetuk pintu kamar Mira.
Bukan menjawab atau membuka pintu tapi, Mira membenarkan selimut yang membalut tubuhnya.
Lian pergi ke gudang rumah dan mencari kunci cadangan kamar Mira, setelah menemukan dia membuka kamar itu dengan kunci yang dia bawa, lalu masuk ke dalam kamar Mira. Melihat Mira yang belum bangun Lian menggelengkan kepalanya.
"Anak gadis sudah siang belum bangun juga! biasanya Mira rajin, kenapa sekarang jadi pemalas?" batin Lian.
Lian menarik selimut yang di pakai Mira, sontak Mira terbangun dan menjerit.
"Lian!" teriak Mira.
"Kebiasaan kamu teriak-teriak!" ucap Lian sembari membuang selimut Mira ke lantai.
"Mau apa kamu,Lian?" Mira kaget dengan ulah Lian dia menutup dadanya dengan ke dua tangan.
Lian tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Mira, lalu berpamitan berangkat kerja pada Mira. Mira beranjak dari tempat tidur lalu berlari mengejar Lian yang sudah berada di lantai bawah.
"Lian, kamu gak sarapan dulu?" tanya Mira.
"Sudah terlambat, gak enak di tungguin klien!" ucap Lian berlalu pergi meninggalkan rumah.
Mira hanya bisa menatap kepergian Lian, dia merasa bersalah tidak membuatkan sarapan pagi buat Lian.Setelah mandi Mira mencari bahan masakan di dalam kulkas, tapi hanya menemukan telur. Dia ingin memasak untuk makan siang Lian dan mengantarkannya ke kantor Lian. Mira akhirnya mencari sayuran di pasar setelah itu memasak, Mira memang jago memasak sejak kecil.
"Akhirnya selesai juga, semoga Lian suka," ucapnya dalam hati.
Mira memasukan makanan itu ke dalam tempat makan yang sudah di siapkan, lalu berangkat ke kantor Lian.
"Permisi mbak, bisa bertemu dengan Lian?" tanya Mira pada resepsionis di kantor Lian.
"Pak Lian, sedang meeting mbak!" jawab resepsionis yang bernama Via.
"Masih lama gak ya mbak?" tanya Mira lagi sambil melihat sekeliling tempat itu.
"Di tunggu sebentar ya mbak!" ucap Via.
Lian tak sengaja lewat dan melihat Mira, lalu menyuruh asistennya untuk mengantar Mira ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Kelihatanya wanita tadi orang spesial bos ya, Vi?" tanya Siska teman Via.
"Bisa jadi, langsung di suruh masuk tuh!" jawab Via.
"Kalian kerja apa ghibah!" bentak Reza sekertaris Lian.
Via dan Siska pun diam lalu melanjutkan pekerjaannya tanpa melihat Reza yang membentaknya.
Ruang Kerja Lian.
"Ada apa kamu kesini?" tanya Lian ketus.
"Nih, makan siang buat kamu!" ucap Mira sembari menyerahkan tempat makanan kepada Lian.
"Beli di mana, Mir?" tanya Lian lagi.
"Lian, aku capek-capek masak kamu tanya beli di mana dasar!" ucap Mira mengerucutkan bibirnya.
Lian membawa makanan tadi lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Duduk, Mir!" suruh Lian.
"Lian, aku minta maaf ya, tadi pagi gak buatin sarapan buat kamu?" ucap Mira
"Lian!" teriak Mira.
Lian membungkam mulut Mira dengan telapak tangan, Mira memberontak lalu di lepaskan oleh Lian. Mira menyuruh Lian untuk makan, sedangkan dirinya menyandarkan tubuhnya di sofa itu.
"Mir, masakan kamu enak!" puji Lian sambil melirik ke arah Mira yang ternyata sudah tertidur. Lian segera memberesi bekas makanan tadi dan kembali ke meja kerjanya. Fokus Lian bukan ke tumpukan berkas yang ada di meja tapi Mira, dia melihat Mira sambil tersenyum.
π₯π₯π₯
Susi sore ini pergi ke taman bunga, dia ingin meminta bunga anggrek yang di taman itu. Tetapi sang pemilik bunga tidak datang untuk menyirami bunganya. Susi kecewa karena tidak bisa mendapatkan bunga anggrek yang ada di taman. Bunga itu akan di hadiahkan untuk Mira, Susi teringat ucapan Mira yang ingin meminta bunga itu. Susi memutuskan untuk pulang ke rumahnya tetapi, di tengah perjalanan Susi melihat Mira dan Lian.
Lalu Susi menghampiri mereka, Susi langsung memeluk tubuh Mira, Mira juga membalas pelukan Susi. Mira mengajak Susi untuk tidur di rumah Lian saat ini, Lian pun mengizinkan permintaan Mira.
"Susi, maafkan aku ya?" ucap Mira sembari duduk di kursi ruang tamu.
"Kamu bikin khawatir aja, Mir!" kata Susi.
"Aku tidak tau harus bagaimana saat itu, Sus!" ucap Mira.
"Begitu saja menghilang!" sahut Lian.
__ADS_1
"Lian, kamu belum pernah merasakan sakit hati, jadi asal ngomong!" ucap Susi.
"Mana ada yang mau sama Lian, Sus!" ucap Mira sambil menatap wajah Lian yang kelihatan kesal.
"Kalau ada yang mau sama aku, kamu nyesel, Mir!" ucapnya berlalu pergi meninggalkan Mira dan Susi.
"Jangan ngambek!" teriak Mira. Susi dan Mira tertawa melihat Lian yang meninggalkan mereka.
"Mira, kenapa kamu bisa di rumah Lian?" tanya Susi.
"Ayahku adalah Ayah angkat Lian, jadi sekarang kita bersaudara!" ucap Mira.
Mira menjelaskan awal mula bertemu dengan Ayahnya dan bagaimana dia bisa tinggal di rumah ini. Susi senang mendengar kalau sekarang Mira sudah tidak hidup sendiri lagi.
Hidup Mira memang penuh dengan cobaan, berkat kesabaran dan selalu kuat menjalani berbagai rintangan akhirnya dia bahagia bisa merasakan berkumpul dengan keluarga. Tapi ini semua belum apa-apa perjalanan hidup Mira masih panjang.
π₯π₯π₯
Aldo terdiam duduk di dalam kamarnya, menatap keadaan luar rumah dari dalam jendela. Dia masih memikirkan Mira, yang beberapa hari ini membuatnya sedih.Lisa yang menghubungi pun di acuhkan, cinta yang selama ini dia jaga sudah berakhir.
Entah apa yang sedang dia rasa, begitu berat melupakan sosok Mira yang selalu tersenyum saat menatapnya.
Tatapan indah itu hilang, hanya tinggal kenangan yang tersisa. Andaikan waktu bisa terulang mungkin dia tidak akan melakukan kesalahan. Antara cinta dan pekerjaan yang dia korbankan adalah cinta yang tulus. Penyesalan yang dia rasa juga tidak akan merubah semua, bisa kembali lagi.
Hari ini Aldo sudah kembali berkerja, dia yang tadinya ramah, sekarang jadi sosok pendiam.
Biasanya saat tiba di kantor dia selalu tersenyum, kepada seluruh karyawan yang menyapanya. Tapi tidak untuk hari ini dia hanya diam, seperti orang kehilangan semangat hidup. Dia juga menjadi pusat perhatian para karyawannya karena hanya diam, tidak ada satu pun yang berani membuat kesalahan kalau Aldo sudah diam.
Suasana di kantor menjadi tegang, tanpa candaan para karyawan. Aldo merupakan bos yang di kenal ramah dan baik, tapi sekali sudah marah jangan di tanya.
Mohon di tunggu ya kelanjutannya π₯°π₯°π₯°
Jangan lupa
Like
Rate
Favorit
Komen
Terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungan πππ
__ADS_1