Mira

Mira
Bab 128 Raka & Alya


__ADS_3

Lisa sangat menyesal telah menikah dengan laki-laki yang tidak bertanggungjawab, padahal yang menjodohkan adalah Mamahnya sendiri.


"Mah, jangan menyalahkan Dania terus! ini semua salah Mamah juga!" bentak Lisa.


"Kita dulu hidup enak, gara-gara untuk membiayai anak haram itu sekarang kita hidup miskin!" teriak Ane lagi.


Air mata Dania tak berhenti menetes, dia menyesal telah dilahirkan dan membuat beban untuk orang tuanya.


"Sudah tidak usah menangis!" bentak Lisa.


"Mah, apa salah Dania... "ucapnya lirih.


Lisa mengajak Dania untuk mencari Fandy ayahnya, dan akan memberikan Dania pada Ayahnya.


"Bersiap-siaplah kita pergi ke kota sekarang!" ajak Lisa pada Dania.


Penampilan Lisa saat ini berubah drastis, dulu yang selalu modis dengan barang mewahnya sekarang hanya berpenampilan biasa.


Di sebuah perusahaan besar dia mencari Ayah dari anaknya itu, memang benar Lisa bertemu dengan Fandy.


Lisa ingin meminta pertanggung jawaban dari Fandy, beruntung Fandy mau menerima Dania yang memang sangat mirip dengannya.


"Lisa! siapa gadis itu?" tanya Fandy.


"Dia anak kamu, aku datang kesini ingin meminta tanggung jawab kamu," ucap Lisa.

__ADS_1


"Maafkan Papah, Nak! kalau tidak karena Nenek kamu, pasti kita sekarang bisa hidup bersama," ucap Fandy, memeluk anak semata wayangnya itu.


"Pa, semua menyalahkan aku," ucap Dania, membalas pelukan Papahnya.


"Kalau begitu aku pamit! jaga baik-baik Dania," kata Lisa, berlalu begitu saja dari kantor Fandy.


Fandy kemudian menyuruh asistennya untuk membelikan rumah baru untuk Dania, karena tidak mungkin dia membawanya pulang ke rumah. Istri mudanya tidak mungkin bisa menerima Dania.


Sampai di rumah Lisa bertengkar lagi dengan Mamahnya, mereka bertengkar masalah Dania.


"Mana anak haram itu?" tanya Ane.


"Aku berikan ke Fandy, biar dia yang membiayai sekolahnya," ucap Lisa.


"Semua belum saatnya, Mah," kata Lisa.


"Kenapa juga kamu kembali ke sini? cari pekerjaan dong!" teriak Ane.


Perdebatan antara Anak dan Ibu itu tidak ada habisnya, saling menyalahkan begitu kiranya setiap hari.


Hari ini Fandy mendaftarkan Dania ke sekolah, yang tak lain sekolahan yang sama dengan Raka dan Alya.


"Dania, rumah kamu dimana?" tanya Alya.


Dania bercerita tentang kehidupannya pada Alya, membuat Alya merasa kasihan dengan Dania.

__ADS_1


"Alya," panggil Raka, saat melihat Alya dan Dania di kantin sekolah.


"Ada apa, Raka?" tanya Alya, kemudian menuju ke arah Raka.


"Siapa orang yang sama kamu? jangan mudah percaya sama orang," ucap Raka.


"Dia anak baru, namanya Dania," jawab Alya.


"Ingat jangan dekat-dekat! kamu baru kenal juga," omel Raka.


"Iya, dasar galak!" kata Alya, lalu kembali duduk dengan Dania.


Raka masih mengawasi Alya, dia khawatir kalau terjadi apa-apa dengan Alya.


"Raka belum pergi juga," ucap Alya, melihat ke arah Raka.


"Dia siapa, Al? dari tadi memperhatikan kamu terus," ucap Dania.


"Itu Raka, pacarnya Alya," sahut Melisa.


"Bukan! ngawur kamu, Melisa," ucap Alya, mengerucutkan bibirnya.


Dania masih malu karena dia anak baru dan belum banyak yang dia kenal.


Jam istirahat mereka sudah habis, lalu kembali ke kelas masing-masing. Raka juga baru pergi dari kantin dia melewati kelas Alya lebih dulu, untuk memastikan apakah Alya sudah masuk kelas atau belum. Karena Mira akan sedih jika terjadi apa-apa dengan Alya.

__ADS_1


__ADS_2