Mira

Mira
Bab 48


__ADS_3

Happy Reading 🤗🤗


Keesokan harinya Aldo tidak mendapati Lisa di kamarnya, ternyata dia tertidur di ruang tamu dengan kondisi rambut acak-acakan, dia tidak membangunkan Lisa karena malas pagi-pagi harus ribut.


Aldo langsung pergi ke kantor, pekerjaan Aldo memang selalu banyak.


"Pak, ini jadwal meeting hari ini," ucap Lina, menyerahkan jadwal Aldo.


"Untuk jadwal jam satu bisa di undur tiga puluh menit tidak, Lina?" tanya Aldo.


"Tidak bisa, pak, karena yang ingin bertemu bapak akan ke luar negeri," jelas Lina.


"Oke, tolong kalau Lisa datang suruh saja pergi!" ucap Aldo.


"Baik, pak," Lina lalu kembali ke meja kerjanya.


Jadwal hari ini sangat padat buat Aldo, belum lagi memikirkan istrinya yang banyak ulah membuatnya pusing.


**


Lisa terbangun dari tidurnya, dia masuk ke dalam kamar Aldo tetapi tidak menemukan Aldo. Mencoba menghubungi Aldo lewat telepon genggamnya tidak juga tersambung. Lalu dia membersihkan tubuhnya setelah selesai dia akan pergi ke kantor Aldo.


Di kantor Aldo Lisa langsung masuk ke ruangan Aldo, tetapi saat akan membuka pintu Lina mencegahnya.


"Bu Lisa, maaf tidak boleh masuk tanpa izin pak Aldo," kata Lina.


"Lina, saya istri Aldo!" bentak Lisa.


"Tapi, pak Aldo tadi sudah berpesan, bu! tolong jangan masuk!" ucap Lina.


"Ribet banget Aldo," gerutu Lisa, lalu duduk di depan meja kerja Lina.


"Ibu Lisa, ada perlu apa?" tanya Lina, sambil menyiapkan kertas untuk menulis keperluan Lisa.


"Bilang sama Aldo, suruh transfer uang sekarang juga ke rekening ku!" kata Lisa.


"Baik bu, nanti saya sampaikan, sekarang ibu boleh keluar dari kantor ini!" ucap Lina.


"Kurang ajar, kamu! berani usir saya!" bentak Lisa.


"Maaf bu, ini sudah prosedur!" jawab Lina.


Lisa keluar dari kantor Aldo sambil menggerutu di jalan, dia akan pergi ke rumah nenek untuk mengadukan Aldo.


**


Setelah Lisa pergi Lina masuk ke dalam ruangan Aldo, dia memberikan pesan yang dia tulis pada Aldo.


"Pak, ini ada pesan dari ibu Lisa," ucap Lina, sambil menyerahkan kertas yang dia tulis.


"Apa Lisa sudah pergi?" tanya Aldo, melihat dan membaca kertas itu.


"Sudah, pak," jawab Lina singkat.

__ADS_1


"Apa-apaan Lisa, minta uang lagi," ucap Aldo.


"Katanya tadi bilang sekarang, lebih baik bapak hubungi bu Lisa," ucap Lina.


"Biarkan saja, ayo kita ke ruang meeting!" ajak Aldo.


Aldo dan Lina pergi ke ruang meeting, ternyata sudah ada yang menunggu mereka.


**


Lisa langsung masuk begitu saja di rumah nenek Aldo, dia menemui nenek tetapi ada Clara. Mertua dan neneknya sedang makan siang di ruang makan.


"Lisa, kamu datang! ayo sini ikut kita makan!" ajak nenek.


"Iya, nek, kebetulan Lisa juga belum makan," ucap Lisa, duduk di kursi sebelah nenek, hanya melirik ke arah mertuanya tanpa menyapa.


"Kamu mau pakai lauk apa?" tanya nenek.


"Lisa ambil sendiri aja, nek," kata Lisa, mengambil sayur sup dan daging ayam.


"Nanti nambah lagi, ya? nenek ke kamar dulu!" pamit nenek.


"Enak ya? datang-datang makan!" ucap Clara, setelah maminya pergi.


"Mah, Lisa lagi tidak mau ribut," ucap Lisa, sambil tersenyum palsu.


"Gak usah alasan, kamu! kesini juga pasti ada maunya!" kata Clara, melanjutkan makan siangnya.


"Mamah, kenapa tidak pernah baik sama Lisa?" tanya Lisa.


Lisa melanjutkan makannya sendiri, setelah selesai dia memanggil asisten rumah tangga neneknya untuk membereskan meja makan. Seandainya Mira yang menjadi menantu keluarga itu, pasti Mira membereskan sendiri hehehe....


Nenek melihat televisi di ruang tengah, Clara dan Lisa menyusul nenek.


"Nek, Aldo belum transfer uang ke rekening Lisa, boleh Lisa minta ke nenek?" kata Lisa, membuat Clara geram.


"Lisa, keuangan nenek ada di Aldo sekarang, kalau nenek butuh uang harus telepon Aldo dulu," jelas nenek.


"Tolong Lisa, nek, uang belanja Lisa habis," ucap Lisa, merayu nenek.


"Clara, kamu kasih uang dulu menantu kamu ini!" suruh nenek.


"Tidak mam! biarkan minta ke suaminya!" ketus Clara.


"Aldo memalukan saja! uang belanja istri sampai habis!" gerutu nenek, mengambil telepon genggam lalu menghubungi Aldo.


Clara tersenyum ke arah Lisa, dia merasa menang kali ini. Waktu Aldo datang kemari dia meminta semua kartu ATM milik neneknya. Nenek memberikan semua karena kalau tidak Aldo akan menceraikan Lisa.


Aldo tidak bisa di hubungi karena dia sengaja mematikan telepon genggamnya. Nenek lalu menghubungi Lina dan meminta Lina menyampaikan pada Aldo.


"Kenapa Aldo sulit sekali di hubungi?" gerutu nenek.


"Aldo sibuk, mam! hari ini ada tamu penting dia!" ucap Clara, dia tau jadwal Aldo hari ini lewat orang kepercayaannya di kantor Aldo.

__ADS_1


"Clara, lebih baik kamu yang kasih uang ke Lisa!" ucap Nenek


"Kemarin mobil, sekarang uang, besok apa lagi?" kata Clara.


"Mah, Lisa tidak minta mobil, tetapi nenek sendiri yang membelikan," jelas Lisa.


"Iya, Clara, kamu jangan nuduh saja," bela nenek.


Begini keluarga Aldo kalau sedang berkumpul, selalu ribut dan jarang akur. Beberapa menit kemudian Aldo menelpon nenek, dia memberitahu kalau tidak akan memberikan uang buat Lisa.


Lisa yang mendengar ucapan Aldo lalu berpamitan untuk pulang, karena merasa malu dengan mertuanya.


Clara sangat senang dengan ketegasan Aldo, memberi pelajaran buat istrinya yang tidak pernah merubah sifat matre nya.


***


Sandra! masih ingat kan dengan nama itu? dia tiba-tiba datang ke kantor Aldo lagi.


"Pak, tamunya sudah menunggu di luar, tetapi dia mau berbicara di ruangan bapak," ucap Lina.


"Suruh masuk, Lina!" kata Aldo, Lina bergegas memanggil Sandra untuk masuk ke ruangan Aldo.


"Hai! Do!" sapa Sandra.


"Ada apa Sandra? kamu sampai membuat jadwal mau ketemu?" tanya Aldo.


"Biar kita lebih lama mengobrol," ucap Sandra, tersenyum ke arah Aldo.


"Tolong bicarakan hal yang penting saja, jangan bawa masalah pribadi," ucap Aldo.


"Aku datang jauh-jauh kesini ingin mengajak kamu kerjasama, bagaimana kamu mau tidak?" tanya Sandra.


"Kerjasama apa? jangan membuang waktuku," kata Aldo.


"Suamiku punya lahan di daerah pinggir kota, aku ingin membangun sebuah mall yang megah," kata Sandra.


"Kamu sudah menikah?" tanya Aldo.


"Sudah, aku istri simpanan seorang konglomerat di kota x," jelas Sandra.


"Kamu tidak pernah berubah," kata Aldo.


Sandra tertawa mendengar ucapan Aldo, lalu dia menjelaskan apa mau dia pada Aldo. Sandra sekarang menjadi orang kaya dia mempunyai banyak mall megah di beberapa kota, Aldo juga tidak pernah menyangka dengan kesuksesan seorang Sandra.


"Aku menyukai desain kamu, tolong berkerja yang sportif, jangan bawa-bawa masalah pribadi," kata Sandra.


"Sandra, aku berasa mimpi," kata Aldo.


"Sudah jangan meledek," ucap Sandra, berdiri dari duduknya lalu mendekati Aldo, dan mencium bibir Aldo.


Aldo membalas ciuman Sandra, ketukan pintu dari luar membuat Aldo dan Sandra melepas tautan bibir mereka.


Ada apa dengan Aldo ? Kenapa mau dengan Sandra?

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2