Mira

Mira
Bab 35 Butuh Waktu


__ADS_3

Lisa saat ini berada di kantor Aldo, dia menanyakan keberadaan Aldo pada Lina. Tetapi Aldo belum sampai di kantor, karena ada meeting di luar.


"Lina, apa suami saya ada di dalam?" tanya Lisa, dengan gugup.


"Pak Aldo baru meeting di luar! silahkan di tunggu, bu!" ucap Lina, lalu membuka pintu ruangan Aldo untuk Lisa.


Seperti biasa Lisa duduk di dalam ruangan Aldo, dia nampak kesal karena Aldo tak kunjung datang.


****


Saat Aldo tadi kembali ke kantor dia di hubungi rekan kerjanya, kalau akan di adakan meeting di perusahaan milik rekan kerjanya itu. Aldo segera menuju ke kantor yang di gunakan meeting saat ini.


Selesai meeting Aldo dan rekan kerjanya makan siang diluar, itu yang membuat Aldo lama tak kembali ke kantor.


Dua jam kemudian Aldo baru sampai di kantornya, Lina memberitahukan kalau ada Lisa sedang menunggu di dalam ruangannya. Aldo segera masuk ke ruang kerjanya dan benar Lisa tertidur di sofa.


Karena mendengar suara pintu di buka Lisa terbangun dari tidurnya.


"Maaf, aku ketiduran Do!" ucap Lisa, sambil merapikan rambutnya.


"Kamu sudah lama di sini?" tanya Aldo, duduk di sebelah Lisa.


"Sejak Mira pulang tadi, aku langsung ke sini," ucap Lisa, dia menundukkan kepalanya.


"Kamu kenapa?" Aldo merasa ada yang beda dengan Lisa.


"Aku minta maaf soal yang tadi, aku sudah salah paham dengan kamu dan Mira... ucap Lisa lirih.


"Lain kali kalau ada orang kasih penjelasan di dengarkan, jangan langsung nuduh!" kata Aldo, dalam hatinya dia belum sepenuhnya bisa melupakan Mira.


"Iya, aku tau! maafkan aku, Do!" ucap Lisa, sambil memegang tangan Aldo.


"Lisa, aku butuh waktu untuk melupakan Mira, aku akan berusaha tetapi aku tidak janji bisa atau tidak! karena hati orang tidak ada yang tau!" ucap Aldo, seketika mematahkan harapan Lisa untuk mempertahankan hubungannya dengan Aldo.


Lisa menangis, hatinya sangat terluka mendengar ucapan Aldo, harusnya dari awal dia sadar kalau tidak semudah itu memisahkan cinta orang yang saling menyayangi.


Aldo menghapus air mata yang mengalir di pipi Lisa, dan memeluknya.


"Maafkan aku juga Lisa, kalau kamu tidak memaksa nenek untuk menjodohkan kita semua tidak akan seperti ini, aku tidak akan menyakitimu," ucap Aldo, sambil membelai rambut Lisa.


Lisa melepaskan pelukan Aldo dan menghapus air matanya lalu dia pamit untuk pulang. Aldo akan mengantarkan Lisa pulang, tetapi Lisa menolak.


****

__ADS_1


"Mira, kamu sendiri?" tanya Susi, yang baru saja memajang bunga.


"Iya, tadi aku dari tempat Lisa mengantarkan undangan," ucap Mira.


"Ketemu Lisa tidak?" tanya Susi, penasaran.


Mira menceritakan semua yang di alami tadi, dia juga bilang kalau bertemu dengan Aldo.


"Aku yakin kalau Aldo belum bisa melupakanmu, Mira!" ucap Susi, menebak-nebak.


"Buat ku ini juga berat Susi... ucap Mira tidak meneruskan perkataannya.


"Mira, kamu harus berusaha lupain Aldo, demi Lian yang sudah banyak berkorban buat keluarga kamu!" ucap Susi, memberi nasehat pada Mira.


"Pasti itu!" jawab Mira, sambil tersenyum.


Tiba-tiba Lisa datang lagi ke toko bunga Mira, dengan keadaan mata yang sembab karena habis menangis.


"Lisa!" kaget Mira.


"Mira... langsung memeluk Mira, dia kembali menangis.


"Lisa, kamu kenapa? Aldo mau kan maafin kamu?" tanya Mira, melepaskan pelukan Lisa.


Lisa mengangguk, Mira senang Aldo mau memaafkan Lisa.


"Tapi! Aldo bilang dia butuh waktu Mira buat melupakan kamu!" ucap Lisa, melihat ke arah Mira.


"Kamu harus sabar Lisa, kalau benar-benar ingin bertahan dengan Aldo, karena aku juga tidak bisa berbuat apa-apa!" ucap Mira, selama ini Mira juga sudah menghindari Aldo.


"Sampai kapan, Mira?" tanya Lisa, begini saja hati Lisa sudah sakit.


"Sampai Aldo benar-benar bisa mencintai kamu, aku yakin dia pasti bisa!" kata Mira, dia teringat kata Aldo dahulu pernah bilang kalau tidak akan pernah meninggalkan Mira.


"Aku tidak yakin! dia akan berubah!" ucap Lisa, hilang harapan cintanya akan terbalas.


"Lisa, kamu jangan menyerah gitu, semua butuh proses!" sahut Susi, dia tidak tega dengan Lisa.


"Apa ini karma, karena aku dulu telah meninggalkan Tio, orang yang sangat sayang sama aku... ucap Lisa lirih.


"Kamu ngomong apa, Lisa!" ucap Mira.


Susi menceritakan bagaimana keadaan rumah tangganya dengan Aldo, bagaimana sikap Aldo membuat Mira dan Susi perihatin dengan keadaan Lisa.

__ADS_1


Lisa yang dulu selalu bahagia sekarang harus menderita karena cinta nya yang tidak terbalaskan.


Dia merasa bersalah saat ini, karena sudah memisahkan Aldo dengan Mira.


Mira tidak pernah membenci atau menyalahkan Lisa, justru dia sekarang memiliki kebahagiaan yang sangat lengkap, lebih dari apa yang di lalui bersama Aldo.


"Mira, kalau aku tinggalkan Aldo, apa kamu masih mau balikan sama dia?" tanya Lisa.


"Tidak akan, Lisa! aku sudah punya Lian, aku sekarang sangat takut kalau kehilangan Lian!" jelas Mira.


Pertanyaan Lisa sungguh menyentuh hati Mira, dia bingung dengan apa yang di rasakan. Kemudian Lisa pamit pulang kepada Mira dan Susi.


####


Mira pagi ini berangkat ke toko lebih awal, dia berangkat sendiri karena Lian belum juga datang ke rumah. Bunga-bunga sudah tertata dengan rapi, Mira tinggal menunggu kedatangan Susi.


Susi akhirnya datang juga, dia menaruh tas nya di dalam lalu duduk bersama Mira.


"Mira, kenapa kamu beresin semua? terus aku ngapain ini?" tanya Susi, melihat sekeliling sudah bersih dan rapi.


"Nanti masih banyak, Susi! bunga kita hari ini datang!" ucap Mira, tersenyum ke arah Susi.


"Pantes saja kamu berangkat pagi!" kata Susi.


Lian datang membawa sarapan pagi untuk mereka, lalu mengajak Mira dan Susi untuk sarapan pagi bersama.


"Lian, kamu tidak ke kantor hari ini?" tanya Mira, di sela-sela makan mereka.


"Aku mau temani kamu di toko!" ucap Lian.


"Sudah ada aku, Lian!" sahut Susi.


"Mira, kamu kemarin bertemu Aldo?" tanya Lian, karena perasaannya tidak enak.


Mira menceritakan semua kejadian kemarin pada Lian, dia juga minta maaf karena sudah menolak untuk di antar. Dia juga menyesal karena tidak mengajak Lian, untuk datang ke tempat Lisa.


"Ya sudah, besok jangan di ulang lagi, Mira!" ucap Lian, lalu melanjutkan makanya.


"Mending kalau pergi minta di antar, Mira! dari pada bikin salah paham," ucap Susi.


"Harusnya kemarin aku ajak kamu, Susi!" sesal Mira.


Mira juga menyadari kalau dia juga salah, bagaimana pun juga bertemu dengan Aldo akan menimbulkan ke salah pahaman terutama buat Lisa. Untung saja Lian sangat percaya dan sayang pada Mira.

__ADS_1


Lanjut besok lagi ya 🤗🤗


Terimakasih atas dukungannya ❤


__ADS_2