Mira

Mira
Bab 13 Kantor Aldo


__ADS_3

"Mira, dimana kamu?" Ane berteriak mencari Mira, tentu saja hal ini membuat pengunjung toko memperhatikannya.


"Mira sedang keluar Nyonya! apa ada yang bisa di bantu?" tanya salah satu teman Mira.


"Jangan sembunyikan wanita itu, dia sudah menghancurkan mimpi anak saya!" Ane kemudian mondar-mandir sambil menelpon seseorang.


"Tante, ada apa datang kesini mencari Mira?" tanya Susi.


"Teman kamu itu sudah membuat Aldo membatalkan semua kerjasamanya dengan Lisa!" jawab Ane.


"Bisa jadi Aldo juga muak tante!" ejek Susi.


"Ngomong apa kamu? dasar tak tau diri!" kata Ane.


"Silahkan tante pergi! atau saya panggilkan satpam buat menyeret tante keluar!" tegas Susi.


"Saya bisa pergi sendiri!" marah Ane, dia pun pergi meninggalkan toko itu tapi, tidak cukup disini dia masih mencari Mira.


Mira saat ini sudah berada di perusahaan Z bersama bosnya.


"Mira, bagaimana kalau kita tunggu dulu?" tanya bos


"Iya Bu, mungkin sedang sibuk pemilik perusahaan ini, jawab Mira.


"Maaf Bu! atasan kita tidak bisa hadir karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan!" kata seorang pegawai di perusahaan itu.


"Terus bagaimana kita mbak?" tanya bos Mira.


"Anaknya yang akan datang Bu, sudah dalam perjalanan ke sini!" jawab karyawan itu.


Sepuluh menit kemudian anak dari pemilik perusahaan itu datang.


"Lian!" kaget Mira.


"Mira, kamu ngapain disini?" tanya Lian.


"Harusnya aku yang bertanya Lian!" jawab Mira kesal.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya bos Mira.


"Iya Bu, kita sudah kenal sejak lama!" jawab Lian asal.


"Mir, kamu tunjukkan perhiasan yang kita bawa!" suruh bos Mira.


"Lian, silahkan kamu pilih ini limited edition semua!" kata Mira.


"Menurut kamu bagus yang mana Mir?" tanya Lian.


"Kalau aku yang ini karena sudah satu set, harga juga sudah sesuai!" jelas Mira.


"Ya udah itu aja! bungkus dan rapikan kembali!" suruh Lian.


"Beneran yang ini? kamu gak tanya Ayah kamu dulu Lian?" tanya Mira.


"Pasti dia suka!" jawab Lian singkat.


"Kalau begitu kita permisi dulu Lian, kalau ada apa-apa bisa hubungi Mira!" kata bos Mira.


Mira menyerahkan perhiasan itu pada Lian dan kembali ke tempat kerjanya.


Lian juga segera pulang untuk menemui Ayahnya.

__ADS_1


"Mira, tadi mamahnya Lisa datang ke sini nyariin kamu!" kata Susi.


"Katanya kenapa Sus?" tanya Mira.


"Dia bilang kalau gara-gara kamu, Aldo membatalkan kerjasamanya dengan Lisa!" jawab Susi.


"Aldo tidak bicara apa-apa Sus, bahkan dia tidak pernah cerita soal kerjasamanya!" Mira tampak kebingungan.


"Lebih baik kamu bicara sama Aldo!" saran Susi.


"Aku pergi dulu Sus!" pamit Mira.


Mira pergi ke kantor Aldo saat ini, dia bingung dengan apa yang telah terjadi.


"Mbak, Aldo nya ada?" tanya Mira pada resepsionis kantor Aldo.


"Ada mbak! sudah ada janji?" tanya resepsionis itu.


"Belum mbak! tolong bilang Mira ingin bertemu!" jawab Mira.


Resepsionis itu segera menghubungi sekertaris Aldo, sementara Mira di suruh menunggu di ruang tunggu kantor itu.


"Pak, ada yang mau bertemu Bapak?" kata Lina.


"Siapa Lin?" Aldo balik tanya sembari melihat berkas yang menumpuk di mejanya.


"Namanya Mira Pak!" kata Lina lagi.


"Tolong kamu jemput dan bawa kesini ya Lin!" perintah Aldo.


"Baik Pak!" Lina segera menemui Mira.


"Mbak Mira ya?" tanya Lina.


"Mari saya antar ke ruangan Pak Aldo!" ucap Lina.


Lina mengantarkan Mira ke ruangan Aldo, lalu dia pamit kembali ke meja kerjanya.


"Sayang, ada apa?" tanya Aldo.


"Do,kenapa kamu batalkan kerjasama dengan Lisa?" Mira balik tanya ke Aldo.


"Dari mana kamu tau? baru juga tadi pagi aku membatalkannya!" jelas Aldo.


"Tadi tante Ane datang ke tempat kerja ku do,dia nyari aku!" ucap Mira.


"Masalah ini kan gak ada hubungannya dengan kamu Mir, kenapa nyari kamu?" tanya Aldo lagi.


"Tolong jangan di hentikan Do, kerjasama kamu sama Lisa, aku mohon!" ucap Mira sambil memegang tangan Aldo.


"Apa alasannya?" Aldo bertanya pada Mira.


"Demi kebahagiaan Lisa, dia sakit kalau mendengar berita buruk!" jelas Mira.


"Mira, dari kemarin dia juga sudah sakit kan? aku gak bisa Mir!" tolak Aldo.


"Aldo, setelah Lisa sembuh kamu boleh membatalkannya!" jelas Mira.


Aldo memikirkan kembali permintaan Mira, ada benarnya juga karena kalau tidak Mira bisa di teror terus oleh keluarga Lisa.


"Oke! aku lakukan semuanya demi kamu, ayo kita ke rumah sakit menemui Lisa!" ajak Aldo.

__ADS_1


☘️☘️☘️


"Ayah, ini perhiasan yang di pilih Mira!" kata Lian.


"Seperti Ibunya!" ucap Ayah Lian sambil meneteskan air mata.


"Lebih baik Ayah segera temui Mira sebelum semuanya terlambat!" ucap Lian.


"Iya, Nak! tolong bawa ayah menemuinya!" kata Ayahnya.


"Ayah yakin?" tanya Lian.


"Apa Mira mau memaafkan Ayah?" masih ragu.


Lian berpamitan pada Ayahnya untuk menemui Mira, dia tidak mau Ayahnya tambah sedih, karena ayahnya yang dia punya saat ini.


☘️☘️☘️


Saat ini Mira dan Aldo sedang berada di rumah sakit, di sana ada Ane dan suaminya.


"Tante!" sapa Mira pada Ane.


"Akhirnya kamu datang juga Mir!" ucap Ane.


"Bagaimana keadaan Lisa tante?" tanya Mira


"Lisa sudah sadar Mir!" jawab Ane. Karena ada Aldo di situ Ane tidak berani berkata kasar pada Mira.


"Tante boleh kita melihat Lisa?" tanya Aldo.


"Silahkan kalian masuk!" jawab Ane pelan.


"Terimakasih tante!" ucap Mira. Aldo dan Mira memasuki ruangan di mana Lisa di rawat, Lisa terlihat sedang duduk di ranjang pasien.


"Lisa, bagaimana keadaanmu?" tanya Mira sambil memeluk tubuh Lisa yang masih lemas.


"Aku sudah sehat kok Mir!" jawab Lisa, dia tersenyum ke arah Mira dan melirik Aldo.


"Lisa, kamu baik-baik saja kan?" tanya Aldo.


"Aku baik Do! aku juga sudah mendengar soal pembatalan kerjasama kita!" dengan terpaksa Lisa bilang begitu.


"Jangan di bahas dulu Lis, saya dan Mira datang kesini mau jenguk kamu bukan bahas soal kerjaan!" terang Aldo.


"Terimakasih kalian sudah mau datang kesini!" ucap Lisa.


"Lisa, kamu sudah makan?" tanya Mira.


"Sudah Mir, aku ingin makan apel itu Mir!" kata Lisa sembari menunjuk buah apel.


Mira pun mengambil dan mengelupaskan buah apel itu lalu di berikan pada Lisa, potongan buah apel tadi.


"Mira, aku jadi teringat saat aku sakit dulu, kamu selalu ada di sampingku dan mengelupaskan buah buat aku Mir, tapi mamah ngusir kamu!" kata Lisa mata Lisa berkaca-kaca mengingat kenangannya dengan Mira.


"Sudah Lis, tante Ane gak nyakitin aku kok!" bohong Mira.


"Terimakasih ya Mir, kamu adalah sahabat terbaik aku!" ucap Lisa sambil memeluk Mira.


Aldo hanya diam saja melihat kedua sahabat yang sedang bertemu, begini Mira dan Lisa jika tidak ada tante Ane.


Tunggu kelanjutannya 🥰🥰🥰

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca🙏💕💕


Mohon dukungannya 🙏🙏


__ADS_2