
“Tapi emang benerkan, setiap hari aku yang cuci piring. Dan setiap hari aku yang beres-beres rumah. Bahkan Ayu yang bilang sendiri kalau dia enggak pernah cuci piring, dan Ibu yang melarangnya.”
“Itu emang bener. Tapi bukan berarti kamu ngomong seenak jidat didepan Ayah kamu. Kamu sengaja ya biar kami berdua diusir dari rumah ini.”
“Emang sengaja kok.”
Rena semakin dibuat tercangang atas perkataan Mira.
Semenjak kedatangan ayah Mira ke sini, dia jadi semakin berani dengan dirinya.
“Awas kalau kamu macam-macam, Ibu enggak akan biarkan kamu hidup nyama di rumah ini. Kalau Ayah kamu sudah kembali ke luar kota, kamu bakalan saya usir dari rumah ini.”
Mendengar ucapan Ibu tirinya, Mira hanya tersenyum sinis.
Mira tidak takut dengan ancaman ibu tirinya ini.
Tanpa dia usir, Mira memang akan pergi dari rumah ini.
Rena yang sudah tidak mood melakukan pekerjaan rumah tangga.
Langsung pergi meninggalkan dapur, tanpa membereskan pekerjaannya.
🐬🐬🐬
“Ini motor siapa?” tanya kevin pada Ayu.
“Motor Ayu dong Yah.”
“Siapa yang beliin motor ini?”
“Mamah.”
“Terus motor Mira ke mana?”
“Dijual sama Mamah, terus uangnya dibeliin motor baru buat aku.”
“Maksud kamu, motor Mira dijual. Terus uangnya dibeliin motor baru buat kamu?”
“Iya, udah dulu ya Yah. Ayu mau berangkat kuliah dulu, udah mau telat nih.”
“Terus Mira naik apa dong kalau mau berangkat kuliah?”
“Naik ojek online.”
“Hah, ojek online? Enggak bareng sama kamu?”
“Enggak, soalnya Ayu mau bareng sama temen-temen.”
Ayu segera menyalakan motor meticnya dan pergi begitu saja.
Hati kevin saat ini benar-benar sangat dongkol dengan istrinya.
Untuk apa juga dijual motor Mira, sedangkan uangnya untuk dibelikan motor baru buat Ayu.
Pantas saja Kevin tidak lihat motor Mira.
Ternyata motornya sudah dijual oleh istrinya.
"Rena kamu benar-benar sudah keterlaluan!" batin Kevin dongkol.
"Yah." ujar Mira menepuk pundak ayahnya.
"Ayah lagi ngapain di sini?"
"Hoh, enggak apa-apa kok. Kamu mau kuliah ya?"
"Iya, kalau gitu Mira berangkat kuliah dulu ya.”
“Ee, tunggu Mir. Kamu naik apa berangkat kuliah?"
“Itu naik gojek Yah.”
“Kamu enggak bareng sama Ayu berangkat kuliahnya? Terus motor kamu ke mana?”
“Dijual.”
“Dijual sama siapa?”
“Sama Ibu, katanya Ayah yang suruh jual motor buat bayar hutang Ayah.”
Hati Kevin tersentak ketika mendengar perkataan anaknya.
Sejak kapan dirinya menyuruh istrinya jual motor anaknya untuk bayar hutang.
Sedangkan kevin tidak punya hutang apapun itu.
“Keterlaluan Rena, berani sekali dia menjual motor Mira!” kevin terlihat sangat geram.
Melihat putrinya diperlakukan seperti ini oleh Rena.
__ADS_1
“Assalammualaikum.” Ujar Rena dia baru saja pulang dari belanja.
"Waalaikumsalam." jawab Mira dan ayahnya serempak.
Kevin menatap datar ke arah istrinya.
“Heh, Mira kamu belum berangkat? Ayu mana?”
Mira menoleh sekilas ke ibu tirinya. Dan tidak menanggapi ucapan Rena.
“Yah, Mira berangkat kuliah dulu ya.”
"Iya, hati di jalan."
Setelah Mira berpamitan pada Ayahnya, Mira segera berangkat.
Namun langkahnya terhenti saat ayahnya memanggil dirinya lagi.
“Mira tunggu.”
“Kenapa lagi Yah?”
“Ini, buat ongkos kamu kuliah.” Kevin memberikan 5 lembar uang berwarna merah pada Mira.
Rena yang melihat itu begitu sangat terkejut.
Sedangkan Mira matanya memancarkan aura bahagia.
Mira senang mendapatkan uang banyak dari ayahnya.
Setelah mendapatkan uang dari ayahnya Mira langsung berangkat ke kampus.
“Mas, kok kamu banyak banget kasih ongkos buat Mira?”
“Emang kenapa? Wajar aja dong Mas kasih uang banyak ke Mira, wong dia anak saya.”
“Terus Ayu gimana?”
“Kan ada kamu. Bukanya kamu juga kasih uang ke Ayu?”
“Iya kasih sih, tapi enggak sebanyak ini.”
“Terus mau kamu, aku harus kasih uang juga buat Ayu?"
“Ya jelas dong, Ayukan juga anak kamu Mas.”
“Lalu bagai mana dengan Mira? Dia juga anak kamukan?”
“Kamu kasih ongkos buat anak aku dibawah 50rb, sedangkan anak kamu Ayu kamu kasih 200rb buat ongkos kuliahnya.”
“Jadi kamu mulai perhitungan sama anak aku, dan sudah mulai membeda-bedakan. Iya?”
“Bukan Mas yang membeda-bedakan, dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah membedakan antara Ayu dan Mira. Apapun yang aku belikan untuk Mira, pasti Ayu juga aku belikan.”
“Buktinya Mas sudah mulai membeda-bedakan antara Ayu sama Mira. Kamu kasih ongkos Mira sampai 500rb, tapi kamu enggak kasih buat Ayu.”
Rena terus saja mengurutu kesal karena sikap suaminya yang tidak adil dengan anaknya.
Rena menghentakan kakinya, Rena sudah kepalang kesal dengan suaminya ini.
Kevin tidak peduli jika istrinya marah, Kevin sengaja melakukan hal ini untuk memberi pelajaran pada istrinya.
🐬🐬🐬
“Mir.”
“Eh, Bayu. Ada apa?”
“Nih.” Bayu menyodorkan sebuah kotak berisikan laptop milik Mira yang kemarin dirusak oleh Ayu.
“Ini isinya apa?”
“Buka aja.”
Karena penasaran dengan isi kotak, Mira membukanya secara perlahan.
“Bay, ini—“
“Hehe, gimana? Lu suka.”
“Ini serius laptop aku yang rusak kemarin?”
“Serius, kemarin itu gue ke rumah temen. Kebetulan dia bisa servis laptop. Untungnya laptop lu bisa diperbaiki.”
“Ya Allah Bay, makasih ya. Btw harga servisnya berapa ya?”
“Untuk masalah harga belum gue tanyain ke temen gue. Nanti gue kabarin deh.”
“Ya ampun. Gue terbantu banget sama elu Bay. Untung laptop gue udah bener.”
__ADS_1
“Dijaga baik-baik ya laptop lu. Jangan sampai rusak lagi, kalau sampai rusak lagi kemungkinan buat bener lagi agak susah. Atau kemungkinan buruk udah enggak bisa diperbaiki lagi."
“Iya, lu tenang aja. Gue bakalan jaga baik-baik laptop gue kok, dan enggak akan kasih pinjem lagi ke Ayu.”
🥀🥀🥀
Sepulang kuliah Mira langsung pulang ke rumah.
Ia mengecek file skripsi dia yang hampir selesai.
“Lah, kok enggak ada data filenya? Ke mana ya?”
Mira terus aja mencari data file skirpsi yang sudah ia tulis susah payah.
Tapi sayangnya file yang dia cari hilang, sedangkan file yang lainya masih utuh tidak ada yang hilang sama sekali.
“Anjir? Ini pasti ulah Ayu, dia pasti sengaja hapus file skirpsi gue. Kurang ajar banget Ayu. Makin lama makin bikin muak aja tingkahnya.”
Mira yang sudah geram dengan Ayu langsung keluar dari kamar dan menuju kamar Ayu.
“Ayu! Keluar lu!” Mira terus saja menggedor pintu kamar Ayu.
Membuat Ayu kesal dengan tindakan Mira.
“Keluar lu Ayu.” teriak Mira.
“Apa sih teriak-teriak? Berisik tahu.”
“Anak kampert lu ya.” Seketika Mira langsung mendorong tubuh Ayu hingga jatuh terjungkal.
“Apa-apa lu? Bangsat lu ya.”
“Elu yang bangsat! Lu bener-bener keterlaluan jadi orang! Kenapa lu hapus data file skripsi gue!” teriak Mira.
“Siapa yang hapus data file lu? Lu jangan fitnah gue ya.”
“Enggak usah banyak bacot lu, kalau bukan lu siapa lagi? Setan?”
Mira yang sudah kepalang emosi, langsung mengajak gelut Ayu.
Begitu juga dengan Ayu yang tidak terima diserang oleh Mira.
Dan terjadilah pertengkaran hebat.
Rena yang baru saja pulang dari perkumpulan ibu-ibu komplek.
Langsung mendengar suara gaduh di kamar anaknya.
Rena yang penasara dengan suara gaduh dan teriakan, segera berlari ke arah sumber suara.
Saat sudah sampai kamar anaknya, Rena dibuat terkejut.
Masalahnya Mira dan Ayu saling baku hantam.
“Ya Allah. MIRA! AYU! KENAPA KALIAN BISA RIBUT!?” Rena yang melihat putrinya berantem dengan Mira berusaha melarai.
“Udah stop jangan pada barantem lagi!”
Sayangnya ucapa Rena dibaikan oleh keduanya.
Rena sudah tidak kuasa lagi memisahkan keduanya.
“Ibu bilang stop!” Sekali lagi Rena berteriak.”
“Brengsek lu ya! Mau lu apa sih sengaja bikin data file gue lu hapus.”
“Elu yang brengsek!”
“Gue enggak terima ya data file gue elu hapus. Kemarin laptop gue elu rusak, sekarang data file gue juga elu hapus.”
Mira terus saja menghajar Ayu tiada ampun. Mira sudah sangat emosi.
Berkali-kali Rena menarik tubuh Mira dan memukul Mira.
Tapi Mira tidak berhenti menghajar Ayu habis-habisan.
“Mamah tolongin Ayu Mah.”
“Mira stop, jangan keterlaluan kamu Mira!”
Karena sudah tidak tahan lagi, Rena langsung menarik baju Mira hingga bajunya robek.
Barulah Mira berhenti.
Plak.
Rena menampar pipi Mira hingga membekas.
Napas Rena naik turun karena emosinya sudah memucak.
__ADS_1
“Apa-apaan kamu serang Ayu kaya gitu? Kenapa kamu pukul Ayu. Apa salah dia sama kamu?”