
Saat ini semua orang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Mira dan Lian. Sisi dan Tio yang di undang sejak bagi ikut sibuk juga, mereka menyambut para undangan yang datang. Karena yang di undang sangat banyak.
Mira saat ini sedang di rias oleh seorang perias pengantin terkenal di kota itu, pernikahan ini sangat mewah.
"Mira, kamu cantik sekali seperti ibumu," ucap Ayah Mira, meneteskan air mata. Seandainya ibu Mira masih hidup pasti hari ini dia sangat bahagia.
"Ayah... ucap Mira lirih, lalu memeluk Ayahnya.
"Semoga hari ini adalah awal kebahagiaan kamu, Mira!" ucap Ayahnya, sambil tersenyum ke arah Mira.
"Terimakasih, Ayah! ini semua karena Ayah, Mira sangat bahagia," ucap Mira, menahan air matanya agar tidak menetes.
Ayah Mira, juga bergantian memeluk Lian, ini adalah momen haru bercampur kebahagiaan bagi keluarga itu.
Lian yang sudah tidak mempunyai orang tua tentunya sangat sedih, hari paling istimewa dalam hidupnya tanpa kehadiran orang tua.
Acara ijab qabul akan segera di mulai Lian dan Mira di minta untuk mempersiapkan diri. Saat acara di mulai semua tegang, karena mengharukan.
Ijab qabul telah selesai, sekarang Mira dan Lian sudah resmi menjadi suami istri. Tinggal acara pesta yang akan berlangsung cukup lama, karena tamu mereka banyak.
Susi dan Tio mengucapkan selamat untuk kedua pengantin yang sedang berbahagia saat ini.
"Mira, selamat ya atas pernikahannya," ucap Susi, lalu memeluk Mira.
"Iya, semoga kamu segera nyusul," balas Mira.
"Belum ada jodohnya!" ucap Susi.
"Itu sebelah kamu!" kata Mira, Susi bersebelahan dengan Tio.
"Do'akan saja, Mira!" ucap Tio.
"Kita tunggu undangannya, Tio!" sahut Lian.
"Kalian bisa aja!" ucap Susi.
Mereka semua tertawa, Tio orang yang baik, seandainya sama Susi, pasti Susi juga akan bahagia.
Aldo dan Lisa juga datang bersama orang tua Lisa, mereka juga memberikan selamat kepada Mira dan Lian. Betapa terkejut Susi melihat Tio yang berada di pesta itu, mereka memang tidak saling menyapa.
Susi berpamitan ke toilet, ternyata Lisa mengikuti Susi.
"Susi, tunggu!" ucap Lisa.
"Iya, ada apa?" jawab Susi, menghentikan langkahnya.
"Kamu kenal juga dengan Tio?" tanya Lisa.
"Kita kenal beberapa waktu yang lalu, emang kenapa?" ucap Susi.
"Tidak, aku dan Tio dulu pernah..... ucapan Lisa terpotong.
__ADS_1
"Aku sudah tau semua," sahut Susi.
"Susi, aku mohon kalau kamu sama Tio, tolong jangan kamu sakiti dia, ya? aku sudah mengecewakannya padahal dia adalah lelaki yang baik!" ucap Lisa dengan mata berkaca-kaca.
Susi hanya mengangguk dan mengajak Lisa untuk bergabung dengan yang lain. Sepertinya Lisa sekarang sudah banyak berubah, tidak seperti dulu yang selalu mementingkan ego.
Pesta sudah selesai, para tamu undangan juga sudah pulang, saat ini tinggal Susi yang membantu Mira untuk membersihkan make up nya. Setelah Selesai mereka pulang dari gedung bersama-sama.
🌹🌹🌹
Lisa dan Aldo sekarang berada di rumah mamah Lisa, saat Aldo istirahat di kamar Lisa di panggil oleh mamahnya.
"Lisa, pernikahan Mira sangat mewah, kenapa pernikahan kamu sama Aldo tidak semewah itu! apa Aldo sudah bangkrut!" ucap mamah Lisa.
"Mah, sudah jangan di bahas! nanti Aldo dengar!" ucap Lisa.
"Biarkan dia dengar! ini tidak adil, kalian harus mengadakan pesta ulang yang lebih mewah!" kata mamah Lisa.
Lisa hanya diam dan memijat keningnya yang pusing, setelah mendengar ucapan mamahnya.
"Mah, sudah! bukan soal pesta yang di permasalahkan saat ini, tetapi masa depan mereka lebih penting!" terang Papah Lisa.
"Papah, sama saja! tidak malu dengan mereka yang mengadakan pesta begitu mewah!" ucap mamah Lisa.
Papah Lisa meninggalkan mereka yang berada di ruang tengah, kebiasaan istrinya selalu bikin pusing. Membuat papah Lisa tidak betah di rumah.
Aldo terganggu dengan teriakan mertuanya, dia bangun dan mencari keberadaan mereka.
"Ada apa tante, ribut-ribut?" tanya Aldo, dia tidak mau memanggil mamah pada mertuanya.
"Tante, itu sudah kesepakatan kita berdua!" jelas Aldo.
"Adakan pesta ulang!" suruh mamah Lisa.
"Buat apa, tante? buang-buang waktu dan uang!" ucap Aldo.
"Apa? memangnya kamu sudah bangkrut?" kata mamah Lisa, sedikit membentak.
"Sudah, mah! Lisa pusing!" sahut Lisa.
Lisa lalu mengajak Aldo untuk kembali ke apartemennya, dia sudah pusing dengan ucapan mamahnya.
"Aldo, maafkan mamah, ya!" ucap Lisa.
"Tidak apa-apa, Lisa! apa mamah kamu selalu seperti itu?" tanya Aldo, sambil fokus melajukan kendaraannya.
"Iya, mamah selalu seperti itu, dia tidak suka melihat Mira bahagia!" ucap Lisa.
"Mira?" tanya Aldo.
Lisa menceritakan semua tentang mamahnya, membuat Aldo tak habis pikir. Ternyata dia mempunyai mertua yang selalu iri dengan kebahagiaan orang lain.
__ADS_1
Setau Aldo, Mira tidak pernah iri kepada Lisa dan dia sangat baik, selalu peduli dengan Lisa.
Mereka sampai di apartemen, Aldo menyuruh Lisa untuk beristirahat terlebih dahulu karena ada kerjaan yang harus dia selesaikan.
🌹🌹🌹
Tio saat ini mengantar Susi pulang ke kostnya, karena ada waktu dia mau mampir dan berbicara dengan Susi.
"Susi, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Tio.
"Boleh, Tio mau tanya apa?" jawab Susi, duduk di sebelah Tio.
"Apa kamu sudah mempunyai pacar?" tanya Tio.
"Hahaha... kamu seperti anak kecil saja! masa pacar," ucap Susi dengan malu.
"Terus apa dong?" tanya Tio lagi.
"Aku tidak mau pacaran! aku mau langsung menikah!" ucap Susi.
"Sudah ada calonnya?" tanya Tio.
Susi menggelengkan kepalanya membuat Tio tersenyum. Dia sangat senang mendengar jawaban Susi.
"Boleh aku main ke rumah kamu?" tanya Tio.
"Rumahku jauh Tio, ada di kampung!" ucap Susi.
"Mau di mana saja tidak masalah, yang penting boleh main tidak?" ucap Tio.
"Boleh, tapi kapan? aku harus menghubungi orang tua ku dulu!" jelas Susi.
"Kalau minggu depan bagaimana? kamu tidak kerja kan?" tanya Tio.
"Tapi di izinkan libur tidak sama Mira," ucap Susi.
"Nanti aku yang akan bilang sama Mira, biar dibolehkan untuk libur!" kata Tio.
"Kampung ku sangat jauh, apa kamu tidak keberatan?" tanya Susi.
"Tidak masalah, Susi!" ucap Tio.
"Tio, ada yang marah tidak nanti, kalau kamu ke rumah ku?" tanya Susi.
"Ada!" jawab Tio singkat, sambil tersenyum ke arah Susi.
"Siapa? Lisa bukan?" tanya Susi.
"Jangan sebut nama itu lagi!" ucap Tio, dia sudah tidak mau mengingat masa lalunya yang menyakitkan.
Tio kemudian berpamitan untuk pulang, karena waktu sudah malam juga. Dia berencana ingin langsung melamar Susi.
__ADS_1
Meresahkan juga baru kenal sudah main lamar, tapi tidak apalah, dari pada di php hehe....
...🌹🌹🌹🌹🌹...