
Tiga hari sudah berlalu, Aldo baru sadar kalau Lisa tidak kembali ke rumahnya. Dia berniat pergi ke rumah Nenek, biasanya kalau marah Lisa akan pergi ke rumah Neneknya.
"Aldo, kenapa kamu kesini sendiri? mana Lisa, sudah lama dia tidak datang," ucap Nenek, saat melihat kedatangan Aldo.
Aldo terkejut mendengar ucapan Neneknya, dia berfikir kalau Lisa berada di tempat Neneknya.
"Di tanya diam saja!" omel Neneknya.
"Nek, justru Aldo kesini mau mencari Lisa," kata Aldo.
Nenek bingung dengan Aldo, ternyata selama ini Aldo tidak memperhatikan istrinya dengan baik. Nenek lalu menegur Aldo, bagaimanapun Aldo harus menemukan Lisa.
Aldo pergi dari rumah Nenek, dia mengecek keberadaan Lisa dengan ponselnya. Ternyata Lisa berada di luar kota, Aldo menyusul Lisa yang berada di rumah temanya.
Saat Aldo mengetuk pintu, kebetulan Lisa yang membukakan pintu.
"Aldo!" kaget Lisa.
"Kita pulang! selesaikan urusan di rumah," ucap Aldo.
__ADS_1
"Tidak! aku mau kita cerai!" kata Lisa.
"Baik, aku penuhi permintaan kamu," ucap Aldo. Ayo kita pulang, kita urus perceraian kita!" Lanjutnya.
Ada rasa tidak rela di benak Lisa, dia masih ingin mempertahankan pernikahannya dan tetap menunggu Aldo. Tetapi apa daya sudah sekian lama Aldo bukanya berubah. Lisa meneteskan air matanya, entah apa yang dia ucapkan tadi. Dia berharap Aldo mempertahankan pernikahannya, bukan malah menyetujui.
"Hapus air matamu! aku akan penuhi permintaan kamu," ucap Aldo, tanpa melihat Lisa, karena kalau dia melihat Lisa menangis rasa kasihan dan tidak tega akan tumbuh di dalam hatinya.
Aldo sebenarnya bukan orang yang jahat, dia masih punya perasaan kasihan pada Lisa.
Lisa kemudian berpamitan pada temanya, dia akan pulang bersama Aldo.
"Untuk apa ke rumah Nenek? lebih baik kamu beres-beres baju kamu, aku antar pulang ke rumah mamah kamu," ucap Aldo.
"Aku akan mengembalikan semua pemberian Nenek," kata Lisa.
Aldo mengatakan pada Lisa, Nenek tidak akan pernah meminta barang yang sudah dibelikan untuk orang. Dia justru akan memberikan uang pada Lisa, karena uang bulanan Lisa yang belum dia kasih.
Aldo membawa Lisa pulang ke rumah, dia mengajak Lisa bicara soal kesepakatan perceraian mereka. Lisa tidak terima dengan keputusan Aldo, dia berencana akan membuat gagal perceraiannya.
__ADS_1
"Aldo, harusnya kamu tidak menyetujui perceraian ini," kata Lisa.
"Kamu tadi yang minta!" bentak Aldo.
"Aku tadi hanya ingin melihat keseriusan kamu, Do. Ternyata kamu tetap tidak bisa membuka hatimu," ucap Lisa dengan mata berkaca-kaca.
"Kita bersama juga percuma Lisa, hanya akan menyakiti mu. Aku tidak bisa melupakan Mira," ungkapnya. Sungguh mengejutkan telinga Lisa, benar dugaanya selama ini hanya Mira yang berhasil meluluhkan hati Aldo.
Lisa kembali menangis, hatinya terasa sakit mendengar ucapan Aldo. Kali ini dia memang harus mengikhlaskan Aldo, perasaan Aldo tidak bisa di paksa untuk mencintainya.
Hari ini adalah hari yang terberat buat Lisa, Aldo sudah mantap untuk menceraikannya. Sedangkan dia masih ingin bertahan walaupun tanpa ada rasa cinta dari Aldo.
Lisa mulai merapikan semua bajunya ke dalam koper, karena Aldo akan mengantarkannya ke rumah Mamahnya.
Mamahnya pasti tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Selalu ikut campur dalam masalah rumah tangga anaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...