Mira

Mira
Bab 114


__ADS_3

"Mira, kamu ke cafe juga?" tanya Susi, yang baru saja melihat Mira baru datang.


"Aku sekarang berangkat siang, di rumah jenuh juga," kata Mira.


"Besok ikut aku, mau tidak mbak?" tanya Siska.


"Kemana Siska?" tanya Mira.


"Kebun buah strawberry, Mbak," jawab Siska.


"Boleh juga itu, pasti menyenangkan," sahut Susi.


Kebetulan pemilik kebun itu adalah saudara Siska, yang rumahnya tidak jauh dari rumah Siska. Besok Siska ingin pulang ke kampungnya, Mira dan Susi ingin ikut, mereka ingin memetik langsung dari kebun.


"Tapi, apa suami kita memperbolehkan kita ikut Siska," ucap Mira.


"Baru ingat kalau punya suami," kata Susi.


"Nanti Siska yang minta izin, pasti boleh, Mbak," kata Siska.


Pulang dari cafe Mira jalan kaki bareng Susi, Lian tidak menjemputnya. Tio juga memberitahukan kalau ada kerjaan mendadak.


Mereka berjalan sambil bercanda seperti anak kecil, di tengah perjalanan ada sebuah mobil yang berhenti dan menghampiri mereka.


"Mira," panggil Clara, dia sedang mengendarai mobilnya hendak ke rumah Nenek Aldo, tak sengaja melihat Mira lalu menghampirinya.

__ADS_1


"Tante!" ucap Mira, kaget tiba-tiba ada Clara.


"Kalian dari mana? kenapa jalan kaki?" tanya Clara.


"Kita mau pulang, tante. Kebetulan kita lebih suka jalan kaki," jawab Susi.


"Ayo bareng tante!" ajak Clara, yang langsung mendapat penolakan dari Mira.


Mira teringat pesan dari Lian, agar menjauh dari keluarga Aldo. Karena keluarga Aldo bisa membuat masalah untuknya.


Sebenarnya Mira juga tidak tega dengan Clara, karena hanya dia yang selama ini baik dengannya. Clara nampak kecewa.


Kalau Lisa melihat pasti dia juga akan iri dengan Mira, karena perlakuan Clara. Sedangkan Lisa sendiri tidak pernah di perlakuan seperti Mira.


"Tante! maafkan aku," ucap Mira, takut menyakiti hati Clara.


"Iya, tante ngerti! kalian hati-hati," ucapnya sembari tersenyum, lalu pergi meninggalkan Mira dan Susi.


Mira dan Susi kemudian melanjutkan lagi jalan kakinya, karena waktu juga sudah mulai gelap.


"Sebenarnya kasihan juga tante Clara, selalu aku kecewakan," kata Mira.


"Lebih baik begitu, Mira. Dari pada kamu ada masalah terus," ucap Susi.


"Iya, walaupun bukan dia yang membuat masalah," ucap Mira.

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah masing-masing. Susi juga langsung masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


Mira malam ini meminta izin pada Lian, kalau besok dia akan ikut Siska ke rumahnya.


"Sayang, kamu ada-ada saja! Siska mau pulang, kenapa juga mau ikut?" kata Lian.


"Kita mau memetik strawberry langsung dari kebunnya," ucap Mira, agar diperbolehkan oleh Lian.


"Besok aku tanya Siska dulu," kata Lian.


Lian kemudian mulai memejamkan matanya, karena mengantuk dan lelah seharian berkerja.


Susi kini juga tengah meminta izin pada Tio, tetapi Tio tidak mengizinkannya karena tidak dengan dia.


"Tio, kamu sayang tidak sama aku?" tanya Susi.


"Kalau tidak sayang mana mungkin aku nikahin kamu," ucap Tio.


"Tapi, kenapa tidak memperbolehkan aku pergi ke tempat Siska?" tanya Susi.


Tio bukannya menjawab dia malah menindih tubuh istrinya dan entah apa yang terjadi, dengan pasangan pengantin baru itu.


Menurut Susi bukan waktu yang tepat, tetapi karena sudah kewajiban mau tidak mau mereka harus menjalani.


Keesokan harinya Susi tidak berangkat ke cafe, acara ke kebun strawberry pun gagal total. Siska hari ini juga tidak jadi pulang.

__ADS_1


__ADS_2