
"Mira, aku tidak tau mau ngomong apa lagi sama kamu. Terimakasih banyak sudah menyiapkan pesta kita dengan meriah," ucap Susi.
"Aku tidak ngapa-ngapain Susi, semua yang mengatur Lian dan para karyawan cafe," kata Mira.
"Jangan bohong kamu, Mira. Aku tau kalau yang menghias taman itu kamu," kata Susi.
"Tanpa bantuan mereka semua aku tidak bisa, Susi," ucap Mira, sembari tersenyum.
"Ayo kita pergi ke cafe saja!" ajak Susi.
"Kamu baru saja menikah, apa tidak capek?" tanya Mira.
"Tidak, bahkan aku masih kuat untuk jalan-jalan," kata Susi. Kalau besok aku tidak tau," Lanjutnya.
Mira menolak ajakan Susi ke cafe, karena dia sudah berjanji dengan Lian untuk istirahat di rumah. Susi menuruti apa kata Mira, walaupun dia sudah ingin berkerja.
Tio saat ini sudah berada di kantor, karena kerjaan dan tanggung jawab yang menumpuk dia harus kerja.
"Nasib jadi pengantin baru, belum apa-apa sudah kerja," gerutu Tio.
"Selesaikan dulu kerjaan kamu, aku kasih waktu cuti satu minggu," kata Lian.
"Enaknya honeymoon kemana?" tanya Tio.
Lian menyarankan Tio agar honeymoon ke pantai, mungkin udara lebih segar dan bisa jalan-jalan sambil menikmati sunset.
Tio tidak yakin Susi mau, karena pantai ibaratnya sudah rumahnya saat kecil.
"Lian, kamu juga butuh liburan. Bagaimana kalau kita honeymoon bareng!" ajak Tio.
"Kamu seperti perempuan saja," kata Lian.
"Itung-itung menyenangkan istri," ucap Tio.
"Yakin? Susi mau?"
Lian saja tidak yakin kalau Susi mau, apalagi kalau jauh dan biaya mahal. Rencana Lian akan mengajak ke Paris, tetapi yang di ajak belum tentu mau.
Lian kemudian menyuruh Tio untuk berkerja lagi, karena hari ini pekerjaan yang harus diselesaikan lumayan banyak.
***
Susi datang lagi ke rumah Mira, dia seperti orang kebingungan karena tidak berkerja.
"Mira, aku di rumah tidak tau mau ngapain," kata Susi.
"Kadang aku juga merasa begitu, apalagi kalau Lian pulang malam," kata Mira. Sekarang mending ada kamu yang menemaniku," Lanjutnya.
"Besok kamu giliran ke rumah aku," kata Susi.
__ADS_1
"Aku tadi juga berencana mau ke rumah kamu, antar makan siang," ucap Mira.
"Kamu masak apa? tau saja kalau aku belum masak," kata Susi.
"Ayam kecap sama tumis kangkung, ayo kita makan dulu!" ajak Mira.
Mira walaupun Lian banyak uang, tetapi masih makan masakan yang cukup sederhana. Mereka juga jarang menghamburkan uang untuk jajan.
Anggap saja ini adalah masakan buatan Mira.
Mereka berdua makan dengan lahap, Susi kebetulan memang belum memasak untuk makan siang.
"Mira, bagaimana kalau nanti malam kita makan malam di rumah ku?" tanya Susi.
"Tapi, apa Lian mau di ajak ke rumah kamu," jawab Mira.
"Kita tanya dulu, mereka pulang cepat atau tidak," ucap Susi.
Mereka kemudian menghubungi suaminya sendiri-sendiri.
Lian yang membaca pesan dari Mira, langsung membalasnya. Malam ini mereka akan lembur di kantor, tentu saja jawaban mereka mengecewakan. Tio sendiri juga begitu, dia menjawab sama seperti apa yang dikatakan Lian.
"Susi, Tio bilang apa?" tanya Mira.
"Kenapa jawaban mereka sama, apa jangan-jangan mereka sudah sepakat," ucap Mira.
"Aku rasa tidak Mira, mereka beda ruangan," kata Susi.
"Aku dulu habis nikah tidak di ajak honeymoon, Tio romantis sekali," kata Mira.
"Honeymoon apa sih, cuma habisin duit. Kalau mau begituan di rumah saja bisa," kata Susi.
"Kamu masih saja perhitungan, suami sudah kaya," ucap Mira.
Padahal Mira sendiri juga perhitungan, mereka berdua tau susahnya mencari uang jadi tidak mudah membuang begitu saja.
Tabungan Mira saat ini sudah banyak, jatah setiap bulan dari suaminya tidak pernah dia gunakan. Untuk kebutuhan sehari-hari dia ambil dari hasil kerja di cafe.
Berbeda dengan Susi, yang saat ini masih mencukupi kebutuhan keluarganya. Separoh gajinya dia kirimkan untuk keluarga di kampung. Entah setelah menikah ini, dia tidak mau membebankan pada Tio kebutuhan keluarganya. Makanya dia ingin tetap berkerja walaupun sudah menikah.
Mira dan Susi tidak jadi memasak, mereka membagi masakan Mira yang terbilang cukup banyak. Biasanya Lian dan Tio sudah makan di kantor ketika mereka lembur kerja.
Susi pulang ke rumah untuk menunggu suaminya pulang, begitu juga dengan Mira yang sudah siap menunggu Lian pulang.
Di kantor.
__ADS_1
Tio masuk ke dalam ruangan Lian, untuk menyerahkan berkas-berkas penting.
"Lian, kamu tidak jadi makan malam di rumah ku nanti?" tanya Tio.
"Tidak, lain kali saja. Ini sudah malam," kata Lian.
"Aku juga bilang begitu tadi, sebenarnya kesempatan bagus untuk membicarakan honeymoon kita," kata Tio.
"Biar perempuan saja yang atur, tugas kita mencari uang buat mereka,"kata Lian.
Karena pekerjaannya sudah selesai Lian dan Tio bergegas pulang meninggalkan kantor. Mereka sampai di rumah sudah larut malam.
Mira sudah tertidur di ruang tamu, membuat Lian harus memindahkan istrinya yang sudah tertidur itu karena tidak tega untuk membangunkannya.
Berbeda dengan Susi yang masih gelisah menunggu kedatangan Tio.
"Tio, kenapa kamu baru pulang! aku panik sekali," ucap Susi.
"Pekerjaan baru selesai," jawab Tio.
"Kamu sudah makan belum? biar aku siapkan," kata Susi.
"Sudah, kamu tidak perlu repot-repot. Sana istirahat saja!" suruh Tio.
Susi heran dengan Tio, dia malah menyuruhnya untuk istirahat bukanya membuatkan makanan atau minuman.
"Aku buatkan kopi, ya?" tanya Susi.
"Ini sudah malam, aku juga mau tidur," ucapnya sambil tersenyum.
Karena di tolak oleh Tio, Susi pergi ke kamar untuk beristirahat. Tak lama kemudian Tio juga menyusul ke dalam kamar dan mereka beristirahat.
Keesokan harinya Susi bangun pagi sekali, dia berjalan menuju ke pasar tradisional untuk berbelanja bahan makanan. Pagi ini dia masak lumayan sangat banyak dan mengajak Mira untuk sarapan pagi.
Mira pagi ini baru selesai mandi sudah dikagetkan ketukan pintu dari Susi, yang mengajaknya untuk sarapan pagi.
"Susi, Lian belum bagun," ucap Mira.
"Ayolah! jangan menolak lagi," kata Susi mengerucutkan bibirnya.
Mira kemudian menyuruh Susi untuk menunggu di rumahnya, dia membangunkan Lian. Setelah Lian siap dengan pakaian kerjanya, Mira mengajak ke rumah Susi untuk sarapan pagi.
Sesampainya di rumah Susi berbagai hidangan sudah siap untuk di makan.
"Silahkan di nikmati, masakan ala chef Susi," ucap Susi.
"Paling juga asin," kata Tio.
"Masakan Susi enak, kok," sahut Mira.
__ADS_1
"Aku coba dulu, enak tidak masakan chef Susi," kata Lian.
Mereka berempat sangat menikmati hidangan buatan Susi, karena benar sangat enak dan rasanya pas di lidah.