Mira

Mira
Bab 91


__ADS_3

Malam ini Lisa sedang mengunakan pakaian yang di belinya tadi, dia menemani Aldo di ruang kerjanya.


"Lisa, kamu bisa tidak ganti baju kamu," ucap Aldo, sembari melotot ke arah Lisa.


"Aku baru saja ganti baju, kenapa di suruh ganti lagi?" ucap Lisa.


"Terserah kalau itu mau kamu," ucap Aldo, melanjutkan kerjanya tetapi tidak bisa fokus, dia malah melirik ke arah Lisa.


Lisa tersenyum melihat tingkah Aldo, dia kemudian berpamitan untuk ke kamar.


"Do, aku istirahat dulu," ucap Lisa.


Aldo mengikuti Lisa masuk ke dalam kamarnya, dengan sengaja Lisa tidak menutup tubuhnya dengan selimut.


"Lisa, kamu sengaja pakai baju seperti itu?" tanya Aldo.


"Ini baju dari teman ku tadi, buat tidur, Do," jawab Lisa.


"Cepat sekarang ganti! atau aku...


"Atau apa?" tanya Lisa, mendekat ke arah Aldo.


Aldo melotot melihat Lisa, kemudian pergi meninggalkan Lisa begitu saja. Rencana Lisa kali ini harus gagal lagi karena mereka tidur di kamar masing-masing.


Lisa sangat kesal karena usahanya gagal, dia menemui Hani lagi setelah Aldo pergi ke kantor.


"Ada apa lagi Lisa? muka kamu di tekuk gitu," ucap Hani.


"Ide kamu gagal," kata Lisa.


"Hahaha... kenapa juga langsung kamu pakai? lihat situasi dong," kata Hani.


"Maksudnya gimana? bukannya lebih cepat lebih bagus," ucap Lisa lagi.


Hani kemudian menjelaskan lagi pada Lisa, dia memberi semangat pada temannya itu.


***


Mira hari ini tidak berangkat ke cafe, dia berada di rumah untuk beristirahat.


Tidak ada angin tidak ada hujan Aldo tiba-tiba datang ke rumah Mira.


"Mira, ada yang ingin aku tanyakan," ucap Aldo.


"Tanya soal apa, Do?" tanya Mira


"Boleh aku masuk?" kata Aldo.


Tanpa berfikir panjang Mira memperbolehkan Aldo masuk ke dalam rumahnya. Aldo memastikan kalau Mira sedang berada di rumah sendiri saat ini. Sebenarnya Mira juga tidak nyaman dengan kedatangan Aldo.

__ADS_1


"Ada apa, Do? kenapa kamu tiba-tiba datang kesini?" tanya Mira, dia heran dengan kedatangan Aldo di waktu Lian tidak ada di rumah.


"Aku cuma mau tanya, apa Lisa tadi datang kesini?" tanya Aldo.


"Tidak, belum ada orang datang ke rumah. Kenapa kamu tidak telepon saja," ucap Mira.


"Mira, kenapa aku belum bisa melupakanmu? aku tersiksa Mira," ucap Aldo dengan tiba-tiba.


"Kamu bicara apa? tolong jangan bicara seperti itu lagi, kalau Lisa mendengar akan menyakiti hati dia," jelas Mira.


"Aku sudah berusaha membuka hatiku untuk Lisa, bahkan aku juga berusaha melupakanmu tetapi tidak bisa," kata Aldo, mengacak rambutnya.


"Aldo, lebih baik kamu pulang! aku tidak mau terjadi kesalah pahaman lagi," ucap Mira.


"Kamu ngusir aku!" teriak Aldo, mendekat ke arah Mira.


"Pergi!" teriak Mira.


Tiba-tiba Aldo memeluk Mira begitu saja, Mira berteriak dengan sekuat tenaga.


"Lepas!" teriak Mira.


Disaat Mira berteriak Lisa baru pulang dari tempat Hani, Lisa lalu berlari ke rumah Mira dan membuka pintu.


"Kalian ternyata!" ucap Lisa.


"Lisa, ini tidak seperti apa yang kamu lihat," jelas Mira.


"Mira, apa yang terjadi? aku tidak menyangka kalian masih ada hubungan," kata Lisa.


Mira menjelaskan semuanya kepada Lisa tetapi, Lisa tidak mau menerima penjelasan dari Mira.


"Aku tidak percaya, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri," ucap Lisa, kemudian pergi meninggalkan Mira.


Mira menangis, dia takut Lian juga tidak percaya dengan penjelasannya nanti. Kemungkinan Lisa akan memberi tahu Lian.


Di rumah Lisa dan Aldo sedang bertengkar, Aldo sudah mengakui kesalahannya tetapi Lisa tidak mau percaya lagi dengan Aldo.


Lisa tetap menganggap kalau Aldo masih mempunyai hubungan dengan Mira, Lisa lalu mengemasi bajunya ke dalam koper dan pergi ke rumah nenek Aldo.


"Kenapa jadi begini, Mira maafkan aku," ucap Aldo dalam hati.


Aldo membiarkan Lisa pergi karena tidak mampu untuk mencegahnya lagi, saat ini dia merasa bersalah dengan Mira..


Lisa sampai di rumah nenek Aldo, dia meminta izin untuk tinggal di sana.


"Nek, boleh Lisa tinggal disini?" tanya Lisa.


"Tentu saja, kamu cucu kesayangan nenek," ucap Nenek Aldo. Aldo di mana?" Lanjutnya.

__ADS_1


Lisa kemudian menceritakan apa yang baru saja terjadi, nenek Aldo sangat marah dan menyalahkan Mira.


"Wanita itu masih saja mengoda Aldo," ucap Nenek dengan kesal.


"Lisa gak mau pulang kalau Aldo tidak menjemput, Nek," kata Lisa.


Nenek kemudian menyuruh Lisa untuk beristirahat di kamar Aldo, kamar itu tetap bersih dan rapi walaupun lama tidak di tempati.


Diam-diam Nenek menyuruh sopirnya untuk mengantarkan ke rumah Mira, sesampainya di rumah Mira Nenek mengetuk pintu dengan keras.


"Nenek!" kaget Mira.


"Dasar wanita tidak tau diri! gak usah berlagak polos kamu!" bentak Nenek.


"Nek, ada apa datang marah-marah? Mari silahkan masuk!" ucap Mira dengan lembut.


"Tidak sudi aku masuk ke rumah kamu! sudah ku peringatkan jangan pernah ganggu Aldo, kenapa masih saja kamu mengejar Aldo. Dia sudah punya istri!" ucap Nenek.


"Nek, aku tidak pernah mengganggu Aldo," ucap Mira.


"Saya akan beritahu suami kamu!" kata Nenek, mendorong tubuh Mira hingga terjatuh, Mira dalam keadaan tidak siap saat di dorong Nenek.


Nenek pun pergi meninggalkan rumah Mira tanpa berpamitan.


Perlahan Mira bangun dari jatuhnya, dia kaget karena mengalir darah di kakinya. Mira segera menelpon Lian agar segera pulang.


"Kenapa perutku jadi sakit begini," gerutu Mira.


Lian dengan terburu-buru meninggalkan kantor, sampai di rumah dia kaget melihat keadaan istrinya yang tampak lemas.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Lian.


"Aku terpeleset dan jatuh, tapi kenapa ada darah dan perutku sakit," ucap Mira.


Lian segera membawa Mira ke rumah sakit terdekat, dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya.


Saat ini dokter sedang memeriksa keadaan Mira, Lian menunggu di ruang tunggu. Tak sabar rasanya ingin segera mengetahui hasil pemeriksaan dokter.


Tak lama kemudian dokter datang dan memanggilnya untuk memberi penjelasan.


"Apa yang terjadi dengan istri saya, dokter?" tanya Lian.


"Begini pak, istri anda sedang hamil muda tetapi karena terjadi benturan saat jatuh janinnya tidak dapat kami selamatkan," jelas dokter.


"Apa? tidak mungkin dokter... " ucap Lian lirih.


Hatinya sangat hancur saat mendengar penjelasan dari dokter, Lian juga bingung apa yang harus dikatakan pada istrinya nanti, tak terasa air mata menetes begitu saja.


"Bapak yang sabar, ya? mungkin belum rezekinya. Silahkan kalau mau menemui istri bapak!" ucap dokter.

__ADS_1


Lian berterimakasih pada dokter, lalu menemui Mira yang saat ini berada di ruang rawat rumah sakit itu.


Hancur rasanya harus merasakan kehilangan lagi, Lian dan Mira baru saja kehilangan seorang Ayah sekarang harus kehilangan calon buah hati.


__ADS_2