Mira

Mira
Bab 84


__ADS_3

Tidak ada kata terlambat dalam memperbaiki suatu hubungan, yang penting keduanya sama-sama memahami dan melupakan masalah masing-masing.


Seperti yang dilakukan oleh Aldo dan Lisa, walaupun belum sepenuhnya mereka memiliki rasa yang sama tetapi mereka sedang menyatukan hati.


Menikah tanpa ada rasa cinta pada salah satu pasangan lebih berat dari pada sama-sama belum memiliki perasaan.


Rasa cinta akan tumbuh dengan sendirinya seiring waktu yang berjalan. Itulah harapan Lisa saat ini, dia mengharapkan Aldo mencintainya dengan sepenuh hati.


Berbeda dengan Mira saat ini dia sudah benar-benar merasakan kebahagiaan, karena sudah bisa melupakan Aldo. Dulu yang sering di sakiti karena kedekatannya dengan Lisa, membuat hati Mira sakit dan hancur.


Saat ini Lisa dan Aldo sudah terbiasa tidur satu ranjang walaupun Aldo belum bisa menyentuh Lisa, mereka masih sama-sama canggung.


"Aldo, maaf aku tidak sengaja," ucap Lisa, saat bangun tidur tangannya memeluk tubuh Aldo.


"Kalau kamu nyaman lakukan, justru aku senang," ucap Aldo dengan senyuman.


"Aku bangun dulu," ucap Lisa, tetapi Aldo menarik tubuhnya sehingga Lisa terjatuh tepat di atasnya. Aldo dan Lisa saling bertatapan, Lisa langsung menyadarkan diri dan bangun dari atas tubuh Aldo lalu pergi ke kamar mandi.


Aldo hanya tersenyum melihat Lisa, dia lalu melanjutkan tidurnya lagi. Jantung Lisa masih berdegup dengan kencang, ini pertama kalinya Aldo berbuat seperti itu, kalau lebih mungkin jantung Lisa sudah copot.


Selesai membersihkan tubuhnya Lisa pergi ke dapur, untuk membuatkan sarapan pagi Aldo.


***


Pagi ini Mira masih tertidur dengan pulas, Lian tidak tega membangunnya istrinya. Dia membenarkan selimut yang membalut tubuh polos istrinya akibat perbuatannya semalam.


Di pandangannya wajah cantik istrinya yang nampak kelelahan itu, lalu dia tersenyum dan mencium kening istrinya.


Lian sudah siap untuk pergi ke kantor pagi ini, tetapi Mira belum bangun juga. Saat hendak keluar rumah Susi datang untuk mengajak Mira berangkat ke cafe.


"Lian, Mira sudah siap belum?" tanya Susi.


Lian gugup mau menjawab apa pada Susi, dia teringat istrinya masih dalam keadaan polos.


"Sebentar kamu tunggu," jawab Lian, kemudian masuk ke dalam kamar, dia merasa lega karena Mira saat ini sedang berada di dalam kamar mandi.


Dia ketuk pintu kamar mandi dan memberitahukan kalau ada Susi menunggu di depan. Mira membuka pintu kamar mandi karena sudah selesai membersihkan tubuhnya.


"Sayang, ada Susi didepan," ucap Lian.


"Kenapa tidak di suruh masuk saja," kata Mira.


"Aku takut tadi kamu belum bangun," ucap Lian.


Setelah selesai dan siap berangkat ke cafe Mira mengajak Lian untuk menemui Susi.


"Susi, kamu susah lama menunggu?" tanya Mira.

__ADS_1


"Udah satu tahun yang lalu, kalian ngapain aja lama sekali," ucap Susi.


"Tadi aku masih mandi," kata Mira.


"Sayang, ayo kita berangkat! aku bisa terlambat," ajak Lian.


Mira dan Susi lalu masuk ke mobil Lian, karena tidak tega istrinya naik angkot Lian mengantar mereka.


"Sayang, kamu jangan terlalu capek," ucap Lian.


"Aku juga masih ngantuk sebenarnya," kata Mira.


"Emang kamu tadi ngapain saja, Mir?" tanya Susi.


"Aku hanya kelelahan saja, tadi malam tidak bisa tidur," bohong Mira.


"Akhirnya sampai juga," elak Lian, agar Susi tidak bertanya lagi.


Mira dan Susi segera turun dari mobil Lian, lalu masuk ke dalam cafe sedangkan Lian langsung pergi ke kantor.


"Siska hari ini kamu yang masak gantiin aku, ya," ucap Mira.


"Mbak Mira, mau kemana?" tanya Siska.


"Aku bantu siapin aja hari ini," kata Mira.


***


Mamah Aldo saat ini datang ke rumah Lisa, dia meminta Lisa untuk makan siang di cafe Mira.


"Mah, aku baru sekali datang ke sana," ucap Lisa.


"Aku dengar masakan Mira enak," ucap Clara.


"Iya, enak banget mah," kata Lisa.


Setelah sampai di cafe, mamah Aldo ingin bertemu dengan Mira.


"Tante, Lisa," sapa Mira dengan senyum manisnya.


"Mira, tante kangen banget sama kamu," ucap Clara, lalu memeluk Mira begitu juga dengan Mira membalas pelukan Clara.


"Mamah kelihatan begitu dekat dengan Mira, sampai bilang kangen. Kapan mamah akan memeluk aku seperti memeluk Mira," ucap Lisa dalam hati.


"Tante sama Lisa mau makan apa?" tanya Mira.


"Tante ingin makan masakan kamu Mira, apa saja boleh," ucap Clara.

__ADS_1


"Aku ngikut mamah saja, Mira," sahut Lisa.


Mira kemudian pamit ke dalam lalu memasak untuk Lisa dan Mamah Aldo.


"Ini buat tante dan Lisa," ucap Mira sembari menyerahkan makanan itu ke Lisa dan Clara.


"Pasti enak ini dari baunya udah kelihatan," ucap Lisa.


"Lisa, kamu belajar masak biar seperti Mira," ucap Clara.


"Masakan Lisa juga enak tante, Mira sudah pernah makan," sahut Mira.


Mira kasihan dengan Lisa karena mamah Aldo selalu membandingkan dengan dirinya, mungkin bagi Lisa ini sangat menyakitkan.


"Tapi belum seenak ini," ucap Clara.


"Nanti kalau Mira ada waktu mah, Lisa akan belajar dengan Mira," ucap Lisa.


Mira tersenyum mendengar jawaban Lisa, karena meluluhkan hati mamah Aldo harus dengan kelembutan dan mengalah. Kalau di lawan dia akan semakin benci tetapi kalau udah sayang dia akan sangat baik.


"Mira, habis ini kamu ikut tante sama Lisa belanja ya," ucap Clara.


"Maaf tante, Mira harus berkerja," tolak Mira dengan lembut, kalau Mira ikut pasti mamah Aldo akan membelikan barang-barang untuknya.


Lisa lebih berhak menerima pemberian dari mamah Aldo, makanya Mira menolak.


Karena Mira tidak mau di ajak mamah Aldo pergi ke mall dengan Lisa.


"Lisa, mamah kecewa dengan Mira, kenapa dia menolak ajakan mamah," ucap Clara.


"Mungkin Mira tidak enak dengan suaminya, mah," kata Lisa.


"Padahal mamah ingin membelikan dia baju model terbaru," ucap Clara, membuat Lisa terdiam.


Perlakuan mamah Aldo membuat Lisa berfikir kalau mamah Aldo belum bisa menerima dia, yang harus dilakukan saat ini hanya bersabar.


"Lisa, coba lihat baju ini! cocok tidak buat Mira?" tanya mamah Aldo.


"Bagus mah, tapi gak tau Mira suka apa tidak," jawab Lisa.


"Kalau tidak suka gimana dong," ucap Clara.


Lisa mengambil baju itu dan tidak sengaja melihat harga yang tertera di baju, harganya memang sangat mahal, Lisa mengambil gambar baju itu dan mengirimkan kepada Mira.


"Lisa tanya Mira dulu mah," ucap Lisa.


Mira menjawab pesan Lisa, dia menolak baju itu karena yang berhak adalah Lisa. Tetapi Lisa masih memaksa agar Mira mau menerima baju itu.

__ADS_1


Lisa kemudian memberitahukan kalau Mira tidak mau di belikan baju itu, Clara kemudian memberikan baju itu buat Lisa. Lalu mengajak Lisa untuk pulang ke rumah, dia sudah tidak minat berbelanja karena penolakan dari Mira.


__ADS_2