Mira

Mira
Bab 23 Marah


__ADS_3

Aldo tak kuasa menahan amarahnya, dia pergi ke pinggir pantai meninggalkan semua tamu.


Dia merasa tidak berguna karena gagal memiliki Mira, kecewa dengan dirinya sendiri.


"Hapus air matamu!" ucap seorang gadis sambil memberikan Aldo sapu tangan.


"Terimakasih, kamu siapa?" tanya Aldo menatap wajah gadis itu.


"Jadi laki-laki jangan lemah, itu sudah konsekuensi yang harus kamu terima!" ucap gadis itu sembari meninggalkan Aldo.


"Hei.... tunggu!" teriak Aldo tapi gadis itu terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya.


Aldo terdiam mengingat ucapan gadis tadi, merenungi kesalahannya yang di lakukan pada Mira. Menghapus air matanya dengan sapu tangan gadis tadi lalu dia kembali ke tempat acaranya tadi.


"Aldo, kamu dari mana saja?" tanya Lisa dengan wajah paniknya.


Aldo berjalan begitu saja melewati Lisa, tanpa menjawab pertanyaan Lisa. Dia nampak kesal dengan Lisa, lalu mendatangi teman bisnisnya yang sedang menikmati hidangan. Lisa yang di acuhkan oleh Aldo terlihat murung, dia mengikuti di mana Aldo berada.


"Kalian berdua serasi sekali!" ucap teman Aldo saat melihat Aldo datang dan belakangnya ada Lisa.


Aldo hanya diam tidak menanggapi temanya itu, sementara Lisa tersenyum malu.


Acara malam ini berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala hanya saja suasana hati Aldo yang tidak karuan karena habis bertemu dengan Mira.


Aldo kembali ke hotel tempat dia menginap, karena tidak mau bareng dengan Lisa jadi mencari penginapan di tempat lain. Karena lelah dia merebahkan tubuhnya tetapi isi dalam pikirannya tetap sama yaitu Mira. Dia membayangkan bagaimana pertama kali bertemu dengan Mira, saat bersama Mira. Terlintas senyum di wajahnya saat teringat hal lucu yang mereka lalui. Senyum Mira yang begitu manis, mata indah Mira saat menatapnya. Semua bayangan Mira masih melintas dalam pikirannya, entah sampai kapan dia akan seperti ini. Kehilangan orang yang sangat di cintai memang sangat menyakitkan, apalagi melupakan, lebih baik tidak mengenal dari pada harus melupakan.


🥀🥀🥀


"Aku pikir kamu sudah melupakan Aldo, Mir!" ucap Lian saat menyapa Mira yang sedang menangis.


"Belum!" ucap Mira singkat.


Mendengar jawaban Mira, Lian sangat kesal apalagi tadi Mira bilang akan segera menikah dengannya. Lian merasa kalau Mira mempermainkannya, Mira menjelaskan semua ucapannya tadi tetapi Lian masih tidak terima. Akhirnya mereka berdebat dan saling mengeluarkan apa yang ada di dalam hati mereka.


Keesokan harinya mereka akan kembali ke rumah, Lian masih mendiamkan Mira, di antara keduanya tidak ada percakapan apapun. Di dalam perjalanan pulang Lian hanya fokus menyetir tanpa menghiraukan Mira, dia kecewa dengan perkataan Mira.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah Lian menurunkan Mira, terus dia pergi lagi tanpa berpamitan. Tidak biasanya Lian bersikap seperti itu. Mira panik dengan sikap Lian, dia pun bergegas untuk menyusul Lian pergi.


Benar tebakan Mira saat ini Lian sedang berada di tempat kerjanya, dia fokus dengan berkas yang menumpuk tanpa menghiraukan Mira.


''Lian, kenapa kamu mendiamkan aku?" tanya Mira dengan wajah melasnya.


Lian masih diam tak bergeming, justru memainkan ponselnya.


"Lian !"


"Oke! kita nikah! sesuai ucapan aku tadi malam Lian, aku akan buktikan kalau bukan sekedar omong kosong!" ucap Mira.


"Kamu terpaksa? kalau bicara di pikir Mir, kamu bicara di depan siapa? jangan asal itu semua gak bisa di pakai bahan candaan!" Lian berbicara dengan sedikit emosi.


"Aku minta maaf, Lian?" aku tau aku salah, asal bicara tanpa memikirkan apa akibatnya!" jelas Mira.


"Ayo kita pulang!" ajak Lian sembari keluar dari ruang kerjanya, Mira pun mengikuti Lian dari belakang.


''Lian, aku minta maaf ya?" Mira terus berusaha meminta maaf agar Lian tidak marah.


"Nanti kita bicara di rumah kalau Ayah sudah datang!" ucap Lian.


"Ayah!" sapa Mira.


"Mira, apa yang kamu lakukan? sampai Lian telepon Ayah?" tanya Ayah Mira.


"Mira, mengatakan kalau sebentar lagi akan menikah dengan Lian di pesta peresmian resort Aldo, Yah! maafkan Mira!" ucap Mira sambil menundukkan kepala.


"Kenapa kamu lakukan itu?" tanya Ayah Mira, dia kaget mendengar jawaban putrinya.


"Mira, hanya ingin membuat Aldo cemburu, Yah!" jawab Mira dengan ragu-ragu.


"Kalau kamu tidak menikah dengan Lian, kamu mempermalukan Lian! Nak...... belum selesai berbicara Lian memotong ucapan Ayahnya.


"Lian, tidak mau menikah dengan Mira, Yah!" sahut Lian.

__ADS_1


"Apa alasannya Lian?" tanya Ayah dengan wajah paniknya.


"Mira hanya terpaksa, Yah! Lian tidak mau merusak kebahagiaan Mira!" ucap Lian lirih.


Mira meneteskan air matanya, dia merasa bersalah kepada Lian. Dia belum sepenuhnya bisa melupakan Aldo, tetapi untuk kembali bersama juga tidak mungkin.


Lian berpamitan kepada Ayahnya dan Mira, dia akan tinggal di rumahnya untuk sementara waktu, walaupun Ayahnya tidak memberikan izin tapi dia melakukan demi kebaikan Mira juga.


🥀🥀🥀


Tiga hari sudah berlalu, Mira di rumah hanya dengan Ayahnya, dia masih sedih mengingat kejadian saat itu dan sekarang harus terbiasa tanpa Lian. Mira memulai aktivitas hari ini tanpa ada semangat, dia merasa lelah. Biasanya ada Lian yang menemaninya walaupun kadang menjengkelkan karena iseng.


Mira meminta izin kepada Ayahnya untuk pergi ke rumah Lian, tapi Ayahnya tidak mengizinkannya, karena Lian tidak mau di ganggu. Sebenarnya Lian sedang sibuk dengan pekerjaannya, Ayah Mira memberikan alasan agar Mira tidak memikirkan semua itu.


Lian yang sedang banyak pekerjaan juga memikirkan Mira, kebiasaan ada Mira yang selalu bawel di dekatnya. Mereka harus membiasakan diri juga, rasa ingin kembali ke rumah juga ada tapi dia berusaha untuk menahan.


Apalagi saat pekerjaan sedang banyak dia harus benar-benar fokus. Lian tidak ingin mengecewakan orang yang menyayanginya, bagi dia kehilangan keluarga adalah hal yang menyakitkan.


Mira tidak tahan dengan keadaan yang terus kesepian tanpa ada teman, dia nekat datang ke kantor Lian.


Dia masuk tanpa permisi ke dalam ruangan Lian, sehingga membuat kaget orang yang ada di dalam ruangan Lian. Kebetulan di dalam ruangan itu ada teman Lian yang baru datang dari luar kota.


"Lian!" teriak Mira saat masuk ke dalam ruangan Lian, dia kaget karena ada orang di dalamnya.


"Maaf, aku tidak tau!" ucap Mira.


"Duduk dulu,Mir!" Lian menyuruh Mira duduk di sofa dalam ruangan itu.


Lian memperkenalkan Mira dengan temanya yang bernama Doni.


Doni adalah sahabat Lian dan juga teman bisnisnya, dia tinggal di kota lain.


"Ini calon istri kamu bro?" tanya Doni sambil melirik ke arah Mira.


"Iya, saya calon istri Lian!" ucap Mira sambil tersenyum malu.

__ADS_1


Mira sengaja memperkenalkan diri sebagai calon istri Lian, karena dia ingin menebus kesalahannya.


Bersambung...........


__ADS_2