Mira

Mira
Bab 106


__ADS_3

"Mira, besok lusa aku pulang kampung," ucap Susi.


"Aku ikut sekalian aja, Susi. Tetapi boleh tidak sama Lian," ucap Mira.


"Lian tidak akan mengizinkan percayalah, semenjak menikah mana pernah dia mau ditinggal," kata Susi


"Kamu benar, keluar kota saja pekerjaannya di percepat," ucap Mira.


"Bagaimana kalau kamu bilang ke Lian, kalau ibu nyuruh datang lebih awal. Nanti aku bantu biar Leny telepon kamu," ide Susi agar Mira di izinkan oleh Lian ke kampung.


Mira bilang ke Susi, dia tidak ingin membohongi suaminya lagi. Karena selain berdosa takut tidak mulus apa yang dia lakukan.


"Memang lebih baik aku ajak Lian, kita bisa liburan," kata Mira.


"Curang kamu, Mira! masa aku repot siapin pesta kamu malah liburan," kata Susi.


Terdengar suara mobil Lian dari luar rumah, pasti Lian sudah pulang dari kantor.


"Lian datang, jangan bahas ini Susi," ucap Mira.


Lian kemudian masuk ke dalam rumah, Mira dan Susi saling menatap dan diam membuat Lian curiga ada sesuatu yang disembunyikan.


"Sayang, kamu kenapa baru pulang?" tanya Mira dengan lembut.

__ADS_1


"Maaf tadi ada yang harus di kerjakan," jawab Lian.


"Kalau pulang telat biasakan kasih kabar, biar yang di rumah tidak khawatir," sahut Susi.


"Iya, kalian berdua tumben jam segini masih ngobrol?" tanya Lian, karena sejak Susi berada di rumah sendiri jarang ke tempat Mira kalau malam hari.


"Bosen di rumah sendiri," jawab Susi.


"Susi, ayo kita ke dapur dulu!" ajak Mira.


Mira dan Susi kemudian masuk ke dapur, untuk membuatkan minuman dan menyiapkan makan malam.


"Selesai Mira, sekarang kita tinggal tunggu Lian untuk makan," kata Susi.


"Tio sekarang sedang jalan kesini," sahut Lian, yang baru saja selesai mandi.


"Kita tunggu dulu, Susi," ucap Mira.


"Kenapa tidak kasih kabar aku? biasanya kalau mau datang dia kasih kabar," kata Susi.


"Mungkin tidak sempat, udah jangan dipikirkan lagi," kata Mira.


"Perempuan itu gampang sekali curiga, suami pulang telat saja di tanya terus," kata Lian.

__ADS_1


Namanya juga perempuan pasti akan khawatir dan bertanya-tanya ketika salah satu keluarganya belum berada di rumah.


"Kita sebagai perempuan harus waspada, Lian," kata Susi.


"Lebih ke rasa khawatir sebenarnya, sayang. Jadi jangan berfikir buruk dulu," kata Mira.


Tio akhirnya tidak jadi datang ke rumah Mira, karena ban mobilnya bocor di jalan. Susi yang baru saja mendapat kabar dia sangat panik.


"Lian, Mira baru saja Tio kasih kabar kalau tidak jadi datang," ucap Susi.


"Kenapa? kok mendadak sekali membatalkan?" tanya Mira.


"Ban mobilnya bocor, untung saja dia tidak kenapa-napa," kata Susi.


"Kamu tenang saja, aku sudah hubungi orang untuk menolong Tio," kata Lian.


Mereka kemudian melanjutkan makan malam, setelah selesai Susi berpamitan untuk pulang ke rumah.


Tio saat ini masih berada di jalan bersama orang suruhan Lian, dia lupa membawa ban lagi saat kemarin di lepas.


Setelah selesai memperbaiki mobilnya, Tio balik lagi ke rumahnya. Karena sudah larut malam juga jadi tidak mungkin untuk datang ke rumah Lian.


Tio memberikan kabar Susi, kalau dia sudah berada di rumah lagi. Agar Susi tidak khawatir dan marah karena tidak ada kabar.

__ADS_1


__ADS_2