Mira

Mira
Bab 41


__ADS_3

Happy Reading ❤


"Aldo, kamu tau tidak ternyata tetangga kita Mira dan Lian," ucap Lisa.


"Oh... biarkan saja! aku juga tidak tau kalau mereka juga membeli rumah di daerah sini!" kata Aldo.


"Apa kita harus pindah lagi?" tanya Lisa.


"Tidak! buat apa, kita tetap di sini!" jawab Aldo.


"Kamu yakin, Do? bukannya kamu belum bisa melupakan Mira?" tanya Lisa, membuat Aldo kesal.


"Aku ke kantor dulu, ada yang harus aku kerjakan!" ucap Aldo, lalu pergi meninggalkan Lisa.


Lisa hanya diam dan melanjutkan beres-beres rumah, dia harus bersabar menghadapi sikap Aldo. Tapi entah sampai kapan Aldo bisa berubah.


Di kantor Aldo sebenarnya tidak ada pekerjaan dia hanya mau menenangkan diri.


"Pak, tidak jadi ambil cuti?" tanya Lina.


"Batalkan saja, Lina! biar pekerjaan saya cepat selesai!" kata Aldo.


"Baik, pak! ucap Lina, sebenarnya dia juga penasaran kenapa Aldo membatalkan cutinya.


"Lina, rumah yang baru saja aku beli dekat dengan rumah Mira!" ucap Aldo.


"Terus, bapak mau pindah lagi?" tanya Lina.


"Tidak! aku akan tetap menempati rumah itu," ucap Aldo.


"Bapak, sengaja, ya?" tanya Lina lagi.


"Secara kebetulan, Lina! kenapa di saat aku ingin melupakan Mira, malah kita harus bertemu terus!" keluh Aldo.


"Pak, aku yakin kalau bapak benar-benar ada niat dan ikhlas pasti bisa melupakan Mira," ucap Lina.


"Aku belum bisa, Lina!" kata Aldo.


"Apalagi sekarang bapak sudah ada istri, kasihan istri bapak," ucap Lina.


Aldo terlihat merenung meratapi nasibnya, ingatan tentang Mira di pikirannya tidak bisa hilang.


"Lina, aku pulang dulu!" pamit Aldo pada Lina.


"Silahkan, pak! nanti kalau ada yang penting Lina kabari!" ucap Lina.


Kemudian Aldo meninggalkan kantor, saat di perjalanan telepon genggam nya berdering. Aldo mengangkat telepon genggamnya ternyata mamahnya yang menelpon, dia memberi kabar kalau nenek sudah pulang dari tempat saudaranya. Aldo di minta datang ke rumah nenek dengan Lisa saat ini juga, karena neneknya sudah kangen dengan cucu kesayangannya.


Aldo datang sendiri ke rumah nenek tanpa Lisa, karena dia malas untuk pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


"Nenek dimana, mah?" tanya Aldo.


"Ada di kamarnya! mana Lisa, Do?" tanya mamahnya.


"Tidak ikut, mah!" ucap Aldo, lalu duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Kenapa? nanti nenek tanya, Do!" kata mamah Aldo.


Aldo menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya, soal rumah baru yang dia beli.


"Kalau nenek kamu tau, pasti di suruh pindah," ucap mamah Aldo.


"Tidak, mah! jangan kasih tau nenek dulu!" ucap Aldo.


"Istrimu paling juga ngadu!" sinis mamah Aldo.


"Sebenarnya Lisa sudah banyak berubah, mah! dia juga baik sama Mira, tidak seperti dulu yang selalu menuruti ego nya!" jelas Aldo.


"Syukurlah kalau sudah berubah!" ucap mamah Aldo.


Nenek Aldo sudah bangun dari tidurnya, dia menemui Aldo dan benar apa kata mamah Aldo, nenek menanyakan Lisa. Aldo di usir oleh nenek agar menjemput Lisa .


"Nek, dia bisa naik taksi kesini!" ucap Aldo.


"Kamu suami macam apa, Aldo? tega menyuruh istri kamu pergi sendiri!" marah nenek.


"Besok, Aldo bawa Lisa ke sini!" ucap Aldo.


"Mami, istri Aldo bisa kesini sendiri!" sahut Clara mamah nya Aldo.


"Kamu lagi, mertua tidak ada peduli sama menantu!" ucap Nenek.


"Sudah Nek, Mah! Aldo pulang saja!" ucap Aldo, lalu melangkahkan kaki keluar rumah. Nenek mengejar Aldo sampai luar rumah tetapi Aldo tidak menghiraukan sama sekali.


Lisa tengah menyiapkan makan malam untuk Aldo dan dirinya, berbagai macam makanan kesukaan Aldo tertata di meja makan.


Sampai di rumah Aldo langsung masuk ke dalam kamar, Lisa mengetuk pintu kamar Aldo lalu mengajaknya untuk makan malam.


"Lisa, aku sudah makan!" bohong Aldo.


"Aku sudah masak banyak, Do!" ucap Lisa.


"Mau istirahat dulu aku!" kata Aldo, lalu menutup pintu kamarnya kembali.


Lisa memasukkan beberapa makanan ke tempat makan lalu membawanya ke rumah Mira.


Tok... tok... tok...


"Lisa, kamu kenapa?" tanya Mira, kaget saat membuka pintu ternyata Lisa datang dengan mata sembam.

__ADS_1


"Aku tadi masak banyak, Mira! ini aku bawakan buat kamu!" ucap Lisa.


"Ayo, kita masuk dulu!" ajak Mira, lalu Mira mengajak Lisa masuk ke ruang makan, sudah ada Lian yang menunggu Mira.


"Silahkan duduk, Lisa! ayo kita makan bersama!" ajak Lian.


"Terimakasih, Lian!" ucap Lisa.


"Lian, ini Lisa bawa masakan! ayo kita makan!" ucap Mira, sembari membuka masakan yang di bawa oleh Lisa.


"Kelihatan enak, nih!" kata Lian.


"Ayo, Lisa ambil!" ucap Mira, memberikan Lisa piring kosong.


Mereka lalu makan bersama-sama, sekarang kelihatan lebih tenang, merasa ada yang sayang padanya. Ternyata Mira dan Lian masih bisa berbuat baik tanpa melihat apa yang dulu dia lakukan.


"Kalian kenapa tidak membenciku?" tanya Lisa.


"Benci! kenapa, Lisa?" ucap Mira.


"Terutama kamu, Mira! aku kan jahat sama kamu, sudah merusak hubungan kamu dengan Aldo!" ucap Lisa.


"Jangan bahasa itu lagi, Lisa!" sahut Lian.


"Kalau kamu masih mau berteman dengan kita silahkan! tapi jangan bahas masa lalu lagi!" ucap Mira, tersenyum ke arah Lisa.


Lisa meneruskan makanya, setelah selesai dia berpamitan untuk pulang, tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada Mira dan Lian, karena sudah menyambutnya dengan baik.


***


Keesokan harinya Mira bangun pagi, dia menyiapkan sarapan dan keperluan Lian ke kantor.


Lian sudah berpakaian rapi, dia sudah siap berangkat ke kantor.


"Sayang, ayo kita sarapan dulu!" ajak Mira.


"Iya, aku sudah rapi kan sayang?" tanya Lian.


"Begini sudah!" ucap Mira, sembari membenarkan dasi Lian.


Mereka lalu menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi, setelah selesai Lian berpamitan pada Mira, tak lupa dia mencium kening istri cantiknya.


Mira mrngantar Lian sampai ke depan rumah, saat itu Aldo juga baru saja keluar dari rumah dan melihat Mira. Lian menyuruh Mira untuk masuk ke dalam rumah, karena dia tau Aldo sedang melihat istrinya. Setelah Mira masuk ke dalam rumah baru Lian melajukan kendaraannya untuk berangkat ke kantor.


Di kantor Lian merasa khawatir dengan Mira, lalu melakukan panggilan lewat telepon genggamnya. Mira berpamitan ingin pergi ke toko bunganya, dia takut bunga-bunga itu layu, karena sudah dua hari tidak di siram. Susi juga belum kembali ke kota, masih berada di kampungnya. Lian tidak mengizinkan Mira pergi sendiri, diam-diam dia sudah menyuruh orang untuk mengurus toko bunga milik istrinya.


Hari ini Lian ingin pulang cepat karena sudah tidak sabar, menghabiskan waktu berdua dengan istrinya.


...❤❤❤❤...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan mendukung 🥰


__ADS_2