Mira

Mira
Bab 36 Oleh-Oleh Buat Mira


__ADS_3

Aldo dan Lisa sedang menikmati makan malamnya di rumah Lisa, rencana mereka akan menginap di rumah Lisa. Setelah makan mereka beristirahat di kamar Lisa.


"Aldo, kamu tidur di tempat tidur biar aku yang di sofa," kata Lisa, mengambil bantal dan selimut.


"Kamu bisa tidur di sebelah ku," ucap Aldo, mengambil bantal dan selimut yang di pegang Lisa.


"Tidak! sebelum kamu bisa melupakan Mira, aku tidak akan tidur satu ranjang dengan mu!" jelas Lisa, merebut kembali bantal dan selimut yang di ambil Aldo.


"Lisa, aku sudah bilang kan, untuk melupakan Mira aku butuh waktu! tidak semudah membalikkan telapak tangan!" ucap Aldo, mengambil bantal lain lalu tidur di sofa.


Lisa tidak berani mengganggu Aldo lagi, dia akhirnya naik ke tempat tidur lalu memejamkan matanya.


####


Clara hari ini pergi ke toko bunga milik Mira, dia membawa oleh-oleh dari luar kota untuk Mira. Saat ini yang ada di toko bunga adalah Susi, karena Mira sudah mulai sibuk mempersiapkan pernikahannya.


"Mbak, Mira ada tidak?" tanya Clara.


"Belum datang tante, ayo silahkan masuk!" ajak Susi, Clara mengikuti Susi untuk masuk ke dalam toko.


"Biasanya Mira datang jam berapa?" tanya Clara lagi, dia sangat ingin bertemu dengan Mira.


"Biasanya juga sudah datang, tante! tapi besok lusa dia menikah, mungkin sibuk!" jelas Susi.


"Tante titip oleh-oleh ini buat Mira, ya!" ucap Clara, memberikan oleh-oleh yang dia bawa kepada Susi.


"Nanti saya kasih ke Mira, tante," kata Susi, menerima oleh-oleh tadi.


"Kalau begitu saya pulang dulu, ya!" pamit Clara pada Susi.


Susi mengantarkan Clara ke depan toko, setelah Clara pergi dia menghubungi Mira lewat telepon genggamnya tetapi tidak bisa. Dia mencoba menghubungi Lian tetapi tidak di angkat. Karena tidak ada yang dapat di hubungi kemudian dia membereskan bunganya.


**


Mira dan Lian saat ini memang benar sangat sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, sampai tidak sempat memegang telepon genggam nya.


"Mira, ayo kita makan siang dulu!" ajak Lian, karena sudah lapar dan tadi pagi belum sempat sarapan.


"Baru jam sebelas Lian, bentar lagi!" tolak Mira, melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Kamu tadi belum sarapan kan! ayo cepat!" Lian memaksa Mira.


Mira akhirnya mau, lalu dia mengambil tas dan berangkat ke tempat makan terdekat. Sambil menunggu makanan yang belum datang Mira melihat handphone milik nya, yang ternyata ada panggilan dari Susi. Lian juga memberitahu kalau Susi menelpon dirinya, tetapi tidak sempat terjawab. Mira menghubungi kembali Susi, tetapi tidak di angkat juga oleh Susi.


"Lian, kenapa Susi menghubungi kita?" tanya Mira, dengan wajah paniknya.


"Coba saja telepon balik!" ucap Lian singkat.


"Tidak di angkat, mungkin banyak yang beli bunga," kata Mira, masih mencoba menghubungi Susi.


"Nanti selesai makan, kita ke toko saja!" ajak Lian, menatap Mira.


Pesanan makanan mereka sudah datang, lalu mereka makan siang, setelah selesai Lian akan mengajak Mira ke toko bunga. Tetapi Mira menolak karena pekerjaannya tadi belum terselesaikan.


**


Susi sore ini menutup toko lebih awal, dia akan mengantarkan oleh-oleh dari Clara tadi.


"Kenapa tidak ada angkot yang lewat!" gerutu Susi, sudah hampir satu jam dia menunggu angkot.


Susi akhirnya berjalan kaki menuju rumah Mira, jarak yang dia tempuh lumayan jauh juga. Setelah sampai dia langsung mengetuk pintu rumah Mira, Lian yang membukakan pintu buat Susi.


"Haus... ucap Susi lirih.


"Kamu kenapa Susi?" tanya Lian, panik lalu memanggil Mira dan mengambilkan minuman untuk Susi.


"Kalian tidak tau perjuangan aku sampai sini!" ucap Susi, merebahkan tubuhnya di sofa.


"Ini minum dulu! emang kamu ke sini ada apa di jalan?" ucap Lian, memberikan Susi segelas air putih.


Susi meminum sampai habis air yang di berikan oleh Lian.


"Aku habis jalan kaki dari toko, tadi tidak ada angkot lewat!" ucap Susi, keringat masih membasahi wajahnya.


"Kenapa tidak bilang kalau mau datang kesini?" tanya Mira, merasa tidak enak dengan Susi.


"Handphone kalian tidak bisa di hubungi! gimana mau kasih tau!" ucap Susi, mengerucutkan bibirnya.


"Kita tadi sibuk, Susi!" ucap Lian.

__ADS_1


"Sudahlah! terlanjur juga!" kata Susi, mengambil oleh-oleh yang dia bawa dari dalam tas ransel.


"Kamu bawa apa, Susi?" tanya Mira, melihat bingkisan yang di keluarkan dari dalam tas.


"Buka saja! aku tidak tau isinya!" ucap Susi, memberikan pada Mira.


Mira membuka bingkisan itu, ternyata isinya adalah makanan khas dari kota lain.


"Ini makanan kesukaan aku!" ucap Mira, dia mencicipi satu makanan itu.


"Itu tadi dari mamahnya Aldo," ucap Susi, membuat Mira tersedak, lalu Lian mengambilkan minum buat Mira dan memberikannya.


"Pelan-pelan kalau makan!" ucap Lian, mengambil gelas yang di pegang Mira lalu menaruhnya di meja.


"Kenapa bisa dari tante Clara?" tanya Mira, dalam hati Mira berucap," masih ingat saja tante Clara dengan makanan kesukaan aku.


"Tadi Siang dia datang ke toko, nyariin kamu! tapi gak ada, lalu dia nitip itu tadi!" jelas Susi, melirik ke arah Lian.


"Kok tidak kamu makan saja!"ucap Lian.


"Yang di kasih kan Mira, Lian! masa iya aku yang makan!" ucap Susi, kesal dengan Lian, bukanya terimakasih malah ngomel.


"Ayo kita makan bareng!" ajak Mira, mengambil makanan tadi lalu menyuapkan ke mulutnya. Susi juga ikut memakan oleh-oleh itu, tetapi tidak dengan Lian, dia justru pamit ke ruang kerjanya. :


"Mira, Lian marah tidak itu?" tanya Susi, takut membuat Lian marah.


"Tidak! kamu tenang saja," ucap Mira, tersenyum ke arah Susi.


"Tetap saja aku tidak enak, Mira!" kata Susi, dengan wajah cemasnya.


Mira hanya tersenyum melihat Susi panik, tidak lupa dia juga mengucapkan terimakasih kepada Susi, karena sudah mau mengantarkan oleh-oleh dari mamah Aldo dengan penuh perjuangan.


Susi berpamitan untuk pulang, tetapi Mira melarang Susi pulang. Dia minta di temani karena Lian juga harus pulang ke rumahnya sendiri.


Mira menghubungi mamah Aldo, lewat telpon genggam nya, dia mengucapkan terimakasih karena sudah di bawakan oleh-oleh. Clara juga bilang kalau oleh-oleh itu khusus buat Mira, Lisa tidak di bawakan. Lisa tidak boleh tau soal oleh-oleh yang di bawakan oleh mamah Aldo, karena akan menyakiti hati Lisa.


Lian juga memberi nasehat pada Mira, agar lain kali tidak menerima apapun dari keluarga Aldo. Sama saja Mira masih memberikan kesempatan dan harapan kepada mamah Aldo.


...❤❤❤...

__ADS_1


Terimakasih buat semuanya yang sudah mendukung dan membaca karya receh saya🥰🥰


__ADS_2