Mira

Mira
Bab 111


__ADS_3


Begini kira-kira jadinya, sebuah taman yang di sulap menjadi tempat pesta pernikahan Susi dan Tio.


Kedua pasangan itu saat ini sedang perjalanan menuju ke taman, mereka selama tiga hari ini masih sibuk dengan pesta.


Mira yang mempunyai ide sangat puas dengan hasil kerjasama karyawan cafe. Untuk hidangan Lian sudah memesan ke sebuah catering yang terkenal di kota itu.


Pesta yang di hadiahkan untuk Susi dan Tio memang sangat meriah.


"Mbak, ternyata setelah jadi bagus banget," ucap Siska.


"Iya, aku juga tidak menyangka akan seperti ini," kata Mira.


"Sayang, aku menyesal kenapa dulu tidak membuat pesta di sini saja," kata Lian.


"Kamu terlalu nurut sama Ayah," ucap Mira.


"Tidak akan muat buat tamu Ayah kalau di sini," kata Lian, memang benar saat ini yang mereka undang adalah kerabat kerja di kantor.


Pesta akan segera di mulai, para tamu undangan sudah banyak yang berdatangan. Orang tua Susi dan Aldo tidak ikut dalam pesta ini, mereka masih kelelahan.


"Lian, aku tidak tau lagi caranya berterimakasih," ucap Tio.


"Kamu hanya perlu membayarnya setelah pesta selesai," ucap Lian, bercanda.


"Pasti tabungan kamu habis Tio, buat ganti ini semua," sahut Susi.


"Jangan dipikirkan, ini semua sudah Lian yang menanggung," bisik Tio.


Lian dan Mira hanya saling senyum mendengar pembicaraan pasangan pengantin ini.


Mereka juga mengundang orang tua Lisa dan Aldo. Mamah Lisa ikut juga, seperti biasa dia datang pasti menghina.


"Selamat Tio, atas pernikahannya," ucap Papah Lisa.


"Wah, akhirnya pelayanan cafe ini menikah juga," ucap Mamah Lisa.


"Jaga ucapan Mamah, jangan bikin malu," kata Papah Lisa.


Susi dan Tio yang mendengar ucapan Mamah Lisa tidak menghiraukan, mereka sibuk menyambut tamu lainnya.


Aldo dan Lisa datang, mereka memberikan ucapan selamat kepada Susi dan Tio. Kemudian Aldo mendatangi Mira dan Lian yang sedang menikmati hidangan bersama karyawan cafe.


Aldo tampak ragu untuk menyapa Lian, tetapi dia memberanikan diri.


"Lian," sapa Aldo.


"Aldo, ayo silahkan duduk! mari kita nikmati bersama hidangan yang ada," sambut Lian dengan baik.

__ADS_1


Susi dan Aldo duduk persis di hadapan Lian dan Mira sedang duduk. Mira sama sekali tidak melihat kedatangan Aldo dan Lisa, dia fokus dengan makanan yang sedang dia makan.


Siska yang duduk di samping Mira juga kelihatan cuek.


"Mbak Mira, mau tidak aku ambilkan es krim?" tanya Siska.


"Boleh, satu saja buat aku," ucap Mira. Kemudian Siska berjalan menuju tempat es krim dan mengambilnya.


Lian saat ini sedang berbincang-bincang dengan Aldo, mereka membicarakan soal bisnis. Masih sempat juga Aldo meminta bantuan pada Lian.


"Lian, aku sudah meminta perpanjangan waktu pada Sandra. Bagaimana kalau kamu mulai mengerjakan mall itu lagi?" tanya Aldo.


"Aku tidak bisa, kita sudah tanda tangan kontrak baru dengan perusahaan lain," ucap Lian.


Aldo terdiam mendengar penolakan Lian, walaupun sebenarnya dia sangat membutuhkan bantuan Lian.


"Aldo, ayo kita pulang!" ajak Lisa.


"Sebentar lagi, Lisa," jawab Aldo.


"Kenapa harus buru-buru? kalian nikmati hidangan dulu," ucap Lian.


"Terimakasih Lian, tetapi kita harus pulang," sahut Lisa.


Karena Lisa sudah berpamitan, akhirnya Aldo mau di ajak pulang. Di dalam perjalanan Lisa protes dengan Aldo.


"Aldo, kamu ngapain juga mohon-mohon minta bantuan ke Lian? jelas dia menolak," ucap Lisa.


Aldo sangat kesal dengan Lisa, karena terlalu ikut campur urusannya.


"Proyek dari Sandra yang kamu urus, perasaan tidak ada habisnya," kata Lisa.


"Memang belum selesai," ucap Aldo.


"Beruntung sekali wanita itu, kamu perhatikan saat sakit. Proyek kamu kerjakan dengan perusahaan terbaik," omel Lisa.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya," ucap Aldo.


"Apa? termasuk merawat Sandra saat sakit," kata Lisa.


"Karena kasihan saja kalau merawat dia, lagian kita berteman juga sudah lama," jelas Aldo.


Lisa merasa kesal dengan jawaban Aldo, yang menurutnya tidak masuk akal. Selama ini Lisa ternyata kecurigaannya benar kalau Aldo yang merawat Sandra saat sakit.


"Kita mau kemana? pulang atau ke rumah Nenek?" tanya Aldo.


"Pulang, aku capek mau istirahat," jawab Lisa.


Aldo melirik ke arah Lisa, dia tau kalau Lisa kesal dengannya.

__ADS_1


***


Acara pesta pernikahan Susi dan Tio akhirnya selesai juga, mereka lalu pulang ke rumah masing-masing. Susi dan Tio saat ini masih berada di rumah Tio, karena keluarga besarnya masih berkumpul.


"Kak, kapan aku bisa main ke tempat Kak Mira?" tanya Leny.


"Besok mungkin, Dek," ucap Susi.


"Gagal dong, Ibu sudah tidak betah Kak," kata Leny.


"Kenapa tidak betah?" tanya Susi.


"Rumah Kak Tio terlalu bagus, lantainya juga bikin kepleset," kata Leny.


"Tadi Ibu jatuh? apa gimana?" tanya Susi panik.


"Ibu tidak jatuh, tapi aku yang jatuh," jelas Leny. Makanya Ibu ngajakin pulang terus dari tadi," Lanjutnya.


"Rencana Kakak gagal, padahal mau ajak kalian ke taman dan ke rumah Mira," kata Susi.


Susi sangat kecewa ternyata Ibunya tidak betah berada di rumah Tio, Ibu yang terbiasa hidup sederhana tidak bisa kalau tinggal di kota. Mereka terbiasa beraktivitas ke ladang, kini harus duduk manis di dalam rumah.


"Bu, Pak, kita besok pergi ke rumah baru dulu biar tau," kata Tio.


"Tidak, Nak! Besok pagi antar saja kita ke terminal," jawab Bapak.


"Iya, kita harus pulang! di rumah tidak ada orang," sahut Ibu.


"Kalau Leny di sini dulu boleh tidak?" tanya Leny.


"Leny, harus ikut pulang juga, bagaimana dengan sekolah kamu?" kata Bapak.


Tio masih membujuk mertuanya untuk tetap tinggal sehari lagi di rumahnya, tetapi mereka tetap bersikeras untuk pulang. Susi juga tidak berhasil membujuk orang tuanya, mau tidak mau besok mereka akan menyewa sopir untuk mengantarkan pulang.


Leny sebenarnya ingin berada di rumah Susi dulu, dia ingin jalan-jalan di kota. Tetapi Bapak dan Ibunya melarang, karena takut Leny akan betah tinggal di kota seperti Susi.


Keesokan harinya sopir dan barang-barang milik Ibu dan Bapak sudah di siapkan.


"Nak, tolong jaga anak kami dengan baik," ucap Bapak pada Tio.


"Pasti Pak, aku akan menjaga Susi dengan baik," jawab Tio.


"Kalau begitu kita pamit dulu!" kata Bapak.


Mereka juga berpamitan dengan keluarga Tio dan Susi, Susi sangat sedih di tinggal pulang oleh kedua orang tuanya dan adiknya.


"Ayo masuk! jangan sedih lagi, besok kalau ada waktu kita bisa ke rumah Bapak," ucap Tio.


"Padahal aku berjanji akan mengajak mereka jalan-jalan ke kota," ucap Susi.

__ADS_1


Tio menenangkan Susi, karena besok masih banyak waktu dan Bapak Ibu mau untuk di ajak tinggal di rumahnya.


__ADS_2