
Lian saat ini pulang larut malam, memang dia tidak berbuat hal yang aneh. Dia menyuruh semua karyawan di kantor untuk lembur, karena banyak pekerjaan.
Mira tetap menyiapkan makan malam untuk suaminya, walaupun mereka dalam keadaan Marah.
"Lian, lebih baik kita makan dulu!" ajak Mira.
"Aku tidak lapar! kamu makan saja sendiri!" ucap Lian dengan kasar.
Hati Mira terasa sakit mendengar jawaban suaminya itu, biasanya dia akan berkata dengan lembut tetapi kenapa sekarang menjadi seperti ini.
Mira membereskan makanan yang sudah siap di meja karena tidak ada yang makan, dia kecewa dengan ucapan Lian yang tiba-tiba berubah kasar.
Lian langsung masuk ke dalam kamar dan beristirahat, sedangkan Mira masih memikirkan kesalahannya. Saat Lian terbangun dia mendapati istrinya yang masih duduk termenung di ruang tengah.
"Istirahatlah! ini sudah larut malam," ucap Lian, saat melewati Mira, dia hendak ke dapur untuk mengambil minum.
"Aku belum ngantuk," jawab Mira.
Lian duduk di sebelah Mira, dia memeluk istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku, sudah membuatmu sedih," ucap Lian dengan lembut.
"Aku, juga minta maaf. Sudah berbohong karena takut kamu marah," kata Mira.
"Bukan hanya marah, aku sangat kecewa dengan sikap kamu dan Aldo," ucap Lian.
__ADS_1
"Jadi, Aldo yang bilang ke kamu?" tanya Mira.
"Dia sudah cerita dan meminta maaf, tapi aku sudah kecewa. Aku juga sudah membatalkan kerjasama kita," jelas Lian.
"Semuanya salah aku, kalau saja aku tidak mengizinkan Aldo masuk ke dalam rumah dan Lisa tidak salah paham semua tidak akan seperti ini," kata Mira, penuh dengan penyesalan.
"Tidak usah di bahas lagi. Ayo kita istirahat!" ajak Lian, mereka lalu masuk ke dalam kamar dan tidur.
Lian tidak akan pernah tega menyakiti hati Mira, sehingga dia sangat mudah memaafkan kesalahan istrinya. Dia juga yakin istrinya tidak pernah bermaksud untuk membohonginya.
Keesokan harinya Mira sudah menyiapkan sarapan untuk Lian, kali ini mereka sudah seperti biasanya.
"Sayang, kamu di rumah saja. Biar Susi yang urus cafe," ucap Lian.
"Tetapi, bagaimana dengan sayuran nanti? sekali tidak ada kiriman dari Reza dan Nena," kata Mira.
Mira merasa tenang karena Susi tidak akan begitu repot mengurus cafe, Lian juga dengan cepat bisa menyelesaikan masalah.
"Nanti kelihatannya aku pulang malam lagi, kerjaan di kantor sedang menumpuk," ucap Lian.
"Aku sendiri lagi," ucap Mira, mengerucutkan bibirnya.
Terkadang berada di dalam rumah saat sendirian memang sangat membosankan. Mira berencana memperbaiki tanaman di taman rumah, yang lama tak terurus untuk menghilangkan kebosanan.
Di cafe.
__ADS_1
"Susi, apa yang kirim sayuran sudah datang?" tanya Tio.
"Sudah dari tadi pagi, sayuran nya lumayan masih segar," kata Susi.
"Maaf, tadi aku tidak menjemput kamu lebih dulu," ucap Tio.
"Jangan dipikirkan lagi, aku sudah terbiasa kemana-mana sendiri," kata Susi.
"Seharusnya Tio perhatian sama kamu, Susi," sahut Lian yang tiba-tiba datang.
"Lian! kenapa kamu bisa disini?" tanya Tio, kaget melihat kedatangan Lian.
"Aku mau ambil laporan bulanan cafe," kata Lian.
"Ini Lian, sudah aku selesaikan kemarin," ucap Susi, menyerahkan sebuah buku besar.
Lian kemudian mengajak Tio untuk segera berangkat ke kantor, dia meminta Tio untuk mengurus gaji karyawan cafe.
"Tugasku semakin bertambah saja," gerutu Tio.
"Apa kamu bilang?" tanya Lian, yang mendengar ucapan Tio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...