Mira

Mira
Bab 55


__ADS_3

Halo semua 🤗


Happy Reading 🥰🥰


Siska menceritakan semua tentang kebaikan Ayah Mira, hingga membuat Mira meneteskan air mata.


"Mbak, maaf sudah membuat menangis," ucap Siska.


"Aku terharu mendengarkan cerita tentang Ayah," ucap Mira, mengusap air matanya.


"Ayah sangat perhatian ya, sama karyawannya," ucap Susi.


"Beliau juga pernah cerita kalau punya anak perempuan yang belum ditemukan keberadaannya," ucap Siska.


"Kamu tau anak itu siapa?" tanya Susi.


"Awalnya kita tidak tau, tetapi setelah mbak Mira di temukan kita diperkenalkan," ucap Siska.


"Ayo kita pulang!" ajak Mira.


"Kita tidak menunggu Lian dulu, Mir?" tanya Susi.


"Mbak Mira, kelihatannya lelah lebih baik pulang duluan," ucap Siska.


"Terimakasih, ya. Siska sudah banyak bercerita," ucap Mira.


Mira dan Susi segera pulang dengan naik taksi, Mira pulang ke rumah sedangkan Susi ikut menemani Mira.


"Susi, kamu menginap di sini saja, ya?" kata Mira, mereka berdua duduk di sofa ruang tengah.


"Aku gak mau mengganggu kalian," ucap Susi.


"Kan disini kamarnya ada dua, engga kok kalau ganggu," ucap Mira.


Susi mau menginap di rumah Mira, di sana sudah di siapkan baju dan perlengkapan buat Susi.


"Mira, aku masak buat nanti malam," ucap Susi.


"Tidak usah masak, nanti kita makan di luar," sahut Mira.


"Tapi, aku tidak terlalu suka makanan luar, Mir," ucap Susi, sambil mencari bahan buat masak di kulkas.


"Lian yang minta, Sus," kata Mira.


"Suami kamu aneh, orang mau masak tidak boleh," gerutu Susi.


Susi akhirnya memasak di bantu Mira, setelah matang mereka menyiapkan di meja makan.


"Susi, kamu mandi dulu!" ucap Mira.


"Iya, ini sudah selesai," kata Susi, berlalu pergi ke kamar mandi.


Mira membuat minuman untuk mereka nanti, tak lama kemudian Lian datang. Dia membawakan kue untuk istrinya, Lian sangat pengertian.


"Lian, aku menyuruh Susi untuk tidur disini boleh, kan?" tanya Mira.


"Tentu saja boleh, sayang," ucap Lian, mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, selama ini kamu selalu menuruti apa yang aku inginkan," ucap Mira, mencium pipi Lian.


"Kamu, kalau ada maunya," kata Lian.


"Kalian bikin iri saja," sahut Susi.


"Makanya buruan nikah," kata Lian.


"Belum ada jodoh," ucap Susi.


"Tio boleh juga," ucap Mira, meledek Susi.


"Aku tidak yakin sama dia, soalnya dia masih menyimpan dendam sama Lisa," jelas Susi.


"Hahaha... kamu sama saja sama Tio," ledek Lian.


"Jangan keras-keras bicaranya, nanti Lisa dengar," ucap Mira.


Lian mengajak mereka untuk makan malam ke luar, tetapi Mira dan Susi menolak. Akhirnya mereka makan malam bersama di rumah.


***


Lisa datang lagi ke rumah nenek bersama Aldo, mereka sudah kelihatan sebagai pasangan suami istri pada umumnya. Lisa beberapa hari ini juga telah berubah, dia tidak lagi keluar malam menemui teman-temanya. Aldo terlihat sangat senang dengan perubahan Lisa, mereka ke rumah nenek karena meminta izin untuk berlibur.


"Nek, kita akan berangkat berlibur besok pagi," ucap Aldo.


"Boleh, tetapi ada syaratnya," ucap Nenek.


"Apa, Nek?" tanya Lisa.


Nenek lalu membisiki telinga Lisa, permintaan Nenek sangat berat untuk di wujudkan.


"Pasti kita penuhi syarat dari Nenek," sahut Aldo.


"Benar, Do? kamu tidak salah bicara?" tanya Lisa.


"Nenek pasti minta cicit, kan?" ucap Aldo.


Nenek dan Lisa begitu bahagia mendengar ucapan Aldo, mereka lalu pamit untuk berangkat berlibur.


"Aldo, kamu serius dengan ucapan kamu tadi?" tanya Lisa, dia masih tidak yakin dengan suaminya.


"Apa aku kelihatan berbohong?" ucap Aldo, balik bertanya.


"Iya, aku belum yakin," jawab Lisa.


"Aku akan berusaha membuat kamu bahagia, Lisa," ucap Aldo, sembari memegang tangan Lisa.


Lisa terharu dengan apa yang baru saja Aldo lakukan, membuat dia sangat senang, lalu Lisa tersenyum ke arah Aldo.


Di sebuah pulau kecil mereka berdua berlibur, Aldo benar-benar tidak berbohong dengan Lisa. Dia membawa Lisa ke tempat yang sangat indah, kebahagiaan Lisa saat ini tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.


"Aldo, tempat ini sungguh indah," ucap Lisa.


"Iya, Sandra yang memberitahu tempat ini," kata Aldo.


"Oh, aku kira inisiatif kamu sendiri," ucap Lisa, sedikit kecewa mendengar nama Sandra.

__ADS_1


"Lisa, aku sama Sandra tidak ada hubungan apa-apa," bohong Aldo.


"Benar, Do?" tanya Lisa, Aldo menganggukkan kepalanya, membuat Lisa sangat lega walaupun ucapan Aldo belum tentu benar.


Aldo sudah menyiapkan sebuah kamar untuk mereka menginap, sepertinya memang Aldo sudah menyiapkan semuanya sejak lama. Karena di tempat itu tidak bisa memesan secara mendadak.


"Ini kamar kita," ucap Aldo, menunjukkan kepada Lisa.


"Indah sekali, Do," ucap Lisa, dia kagum dengan pemandangan di sekitar penginapan, begitu membuka jendela pemandangan pantai terlihat sangat indah.


"Malam hari akan lebih indah lagi," kata Aldo, mendekat ke arah Lisa.


"Aldo, kamu mau apa?" tanya Lisa, saat Aldo memeluk tubuh Lisa.


"Memenuhi permintaan Nenek," ucap Aldo.


Lisa lalu membalikkan badannya dan membalas pelukan Aldo. Ini pertama kali Aldo mau menyentuh Lisa, dia akan mencoba mencintai Lisa.


Saat Aldo mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa, dia teringat dengan Mira. Lalu Aldo mengurungkan niatnya untuk mencium Lisa, dia melepas pelukan itu dan duduk di atas ranjang.


"Aldo, kamu kenapa?" tanya Lisa.


"Aku takut, Lisa," jawab Aldo.


"Takut kenapa?" tanya Lisa.


"Takut melakukan lebih kepada kamu," jawab Aldo.


"Kalau kamu takut, kapan bisa memenuhi keinginan Nenek!" ucap Lisa, dengan kesal.


"Maafkan aku, Lisa..." ucap Aldo lirih.


Dalam hati Aldo bertanya kenapa masih ada bayang-bayang Mira dalam hidupnya, dia berusaha untuk melupakan Mira, tetapi belum juga berhasil.


Lisa tidur dengan membelakangi Aldo, dia kecewa dengan sikap Aldo yang belum bisa menyentuh dirinya. Dia juga teringat pesan Mira, agar tidak terlalu memaksakan Aldo.


Melihat Lisa yang membelakanginya membuat Aldo tidak tega dengan Lisa, perlahan dia mendekatkan diri ke Lisa dan memeluknya.


"Lisa, maafkan aku," ucap Aldo, sembari mencium rambut Lisa.


"Aku sudah memaafkan, sebelum kamu meminta maaf, Do," ucap Lisa.


Lisa menangis, dia tidak tahan dengan sikap Aldo, yang mendadak tidak mau melakukan apa yang dia inginkan.


Dia menghapus air matanya sebelum Aldo melihat dengan jelas, lalu melepaskan pelukan Aldo.


"Ayo kita jalan-jalan, Do!" ajak Lisa.


"Kemana, Lisa? ini sudah sore," ucap Aldo.


"Ke pinggir pantai," kata Lisa, dia hendak berangkat tetapi Aldo menahannya.


"Tunggu! aku ikut," ucap Aldo.


Mereka berdua berjalan menyusuri bibir pantai di sore hari, hal yang belum pernah Lisa rasakan sebelumnya.


Bersambung......

__ADS_1


Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung karya ini🤗🤗🥰🥰


__ADS_2