Mira

Mira
Bab 27 Nenek Sakit


__ADS_3

Hari ini Aldo sedang berkerja di kantornya, tiba-tiba ada yang menelpon memberitahukan kalau neneknya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.


Dia bergegas menuju ke rumah sakit karena sangat khawatir dengan neneknya.


Lisa datang ke kantor Aldo untuk membahas kerja sama lagi, tetapi setelah di kasih tau kalau nenek Aldo sakit, dia langsung kembali ke kantornya.


"Sialan Aldo, malah pergi begitu saja harusnya nunggu aku dulu!" gerutu Lisa dalam hati. Lisa masuk ke dalam ruang kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya.


Di rumah sakit Aldo tampak mondar-mandir kebingungan khawatir dengan keadaan neneknya, dia segera menghubungi mamahnya agar segera pulang ke rumah.


Dokter yang memeriksa nenek Aldo keluar dari ruang periksa.


"Keluarga pasien tolong ke ruangan saya!" ucap dokter itu sembari berlalu pergi menuju ruangannya.


"Baik dok!" jawab Aldo berjalan mengikuti dokter itu.


"Silahkan duduk pak!" ucap dokter.


Aldo duduk di kursi depan meja dokter itu, lalu dokter menjelaskan apa penyakit yang sedang di derita neneknya. Hati Aldo sangat sedih, neneknya yang terlihat sangat sehat jarang mengeluh sakit tiba-tiba harus di rawat di rumah sakit. Setelah keluar dari ruangan dokter itu Aldo menemui neneknya yang sedang terbaring lemah di dalam ruang rawat tersebut.


"Nek, maafkan Aldo yang tidak bisa menjaga Nenek!" ucap Aldo sembari memegang tangan neneknya.


Nenek Aldo belum menyadarkan dirinya dari tadi, membuat Aldo sangat khawatir di tambah mamahnya yang belum juga datang.


🍃🍃🍃


Kegiatan Mira hari ini seperti biasanya yaitu menjaga toko bunga miliknya, hari ini dia menjaga toko sendiri karena Lian berkerja. Ayahnya juga sudah kembali ke luar kota karena bisnis yang dia jalankan sedang bermasalah.


Mira duduk termenung sambil memandang bunga berwarna putih, dia teringat dengan sang ibu.


"Seandainya ibu masih hidup pasti dia akan senang melihat keindahan bunga ini, cantik seperti ibu!" ucap Mira dalam hati.


Tiba-tiba datang seorang wanita yang akan membeli bunga, wanita itu datang dengan wajah sedih seperti habis menangis.


"Tante!" ucap Mira kaget melihat siapa yang datang.


"Mira....!!! Clara langsung memeluk Mira, sambil menangis.


"Tante kenapa?" tanya Mira sembari melepaskan pelukan Clara.


"Neneknya Aldo sakit!" ucap Clara pelan.


"Sakit apa tante?" tanya Mira lagi.


"Tante belum tau Mira, niat tante kesini ingin membeli bunga kesayangan Mamah!" jelas Clara.

__ADS_1


"Silahkan tante pilih saja mau yang mana, terus keadaan nenek bagaimana tante?" Mira bertanya lagi.


Clara menjelaskan keadaan ibunya pada Mira sembari memilih bunga yang akan dia bawa ke rumah sakit.


Telepon genggam Clara berdering, dia segera mengangkat telepon itu dan berbicara dengan Aldo, Aldo memberitahu kabar kalau neneknya sudah sadar.


Clara segera berpamitan kepada Mira, dan memberitahu kalau nenek Aldo sudah sadar. Dia hendak membayar bunga yang dia pilih tadi tetapi Mira menolak, Clara akan menyampaikan kalau bunga itu dari Mira. Mira sebenarnya ingin ikut menjenguk nenek Aldo tetapi dia takut nenek marah dan akan memperburuk keadaan, karena nenek tidak pernah suka dengan Mira. Clara segera berpamitan kepada Mira, lalu menuju rumah sakit.


🌹🌹🌹


Clara berjalan tergesa-gesa menuju ke ruang di mana mamahnya di rawat.


"Aldo! bagaimana keadaan mami?" tanya Clara dengan panik.


"Mah! nenek baru sadar, ayo kita masuk mah!" ajak Aldo.


Melihat sang ibu terbaring lemah Clara tak kuasa menahan air matanya, dia langsung memeluk mamahnya.


"Mam, ini ada bunga buat mami!" ucap Clara sembari memberikan buket bunga itu.


"Cantik bunganya!" sahut nenek dengan suara khas orang sakit.


"Bunga itu sebenarnya dari Mira!" ucap Clara lagi.


"Aldo, buang bunga itu!" suruh nenek.


"Baik nek, Aldo buang dulu ya bunga ini!" ucap Aldo sembari keluar dari ruangan itu. Aldo menaruh bunga itu di dalam mobilnya.


"Mira maafkan nenek!" ucap Aldo dalam hati, lalu ia kembali ke ruangan di mana neneknya di rawat.


"Clara untuk apa kamu menemui wanita itu? harusnya kamu menemui mami dulu!" ucap nenek sambil memalingkan muka.


"Mam, aku hanya ingin membelikan bunga kesukaan mami, tanpa sengaja ketemu Mira!" jelas Clara.


"Sudah tidak usah di permasalahkan soal bunga tadi, Aldo sudah membuangnya!" sahut Aldo. Membuat mamah dan neneknya itu terdiam.


"Aldo kenapa Lisa tidak menjenguk nenek?" tanya neneknya.


"Nenek lebih baik istirahat ya, jangan memikirkan orang!" ucap Aldo lalu pergi lagi meninggalkan ruangan itu.


Clara mengikuti Aldo keluar, dia menanyakan apa yg terjadi, Aldo pun menjelaskan kepada mamahnya lalu berpamitan untuk pergi ke kantor karena ada suatu hal yang harus ia selesaikan.


Aldo menatap bunga yang dia taruh tadi, dia teringat dengan Mira, entah mengapa bayangan Mira masih selalu hadir dalam hidupnya. Susah payah dia melupakan Mira tetapi ada saja yang mengganggu pikirannya.


Dia pun segera melajukan mobilnya menuju kantor, setelah sampai bunga itu di bawa masuk ke dalam ruangannya, membuat karyawan yang melihat dia membawa bunga berbisik-bisik, mereka heran dengan Aldo.

__ADS_1


Lalu bunga itu di taruhannya di dalam vas bunga yang ada di meja kerjanya, dengan wajah tersenyum ia menatap bunga itu.


"Mira, aku tidak akan pernah melupakan mu!" ucapnya lirih.


"Permisi pak! tadi bu Lisa datang kesini mencari bapak!" ucap Lina.


"Kamu beri tahu tidak kalau nenek di rawat di rumah sakit?" tanya Aldo.


"Iya Pak, tadi beliau juga langsung pergi!" ucap Lina.


"Oke! terimakasih Lina!" ucap Aldo.


Setelah Lina pergi Aldo berniat untuk menelpon Lisa, tetapi dia mengurungkan niatnya.


Baginya berurusan dengan Lisa hanya membuang waktu, karena segala keinginan Lisa harus terpenuhi, membuat Aldo kewalahan menghadapi Lisa.


🌹🌹🌹


Di kantornya Lisa kebingungan, dia ingin menjenguk nenek Aldo tetapi pekerjaan membuatnya pusing.


Dia akhirnya memutuskan untuk ke rumah sakit menjenguk nenek Aldo.


Nenek begitu senang menyambut kedatangan Lisa, tetapi tidak dengan Clara, dia nampak diam dan tidak peduli dengan kedatangan Lisa.


Lisa mulai menunjukkan perhatiannya kepada nenek, membuat Clara semakin geram melihatnya.


"Pandai sekali ini anak mencari perhatian mami!" ucap Clara dalam hati.


Clara akhirnya berpamitan untuk pergi sebentar, dan menyuruh asisten rumah tangganya untuk menemani Lisa dan nenek.


Nenek dengan Lisa banyak bercerita tetapi Lisa sendiri kelihatan acuh dan hanya menganggukkan kepala ketika nenek sedang bercerita. Lisa sebenarnya hanya memanfaatkan nenek untuk mendapatkan Aldo, bukan karena dia tulus menyayangi nenek.


Di tunggu kelanjutannya ya 😄😄


Jangan Lupa


Like


Komen


Favorit


Gift/Vote


Terimakasih Atas Dukungannya 🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2